No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Saham LQ45 Loyo: Cek Rekomendasi Usai Laba Anjlok 2025

Rizki by Rizki
14 Maret 2026 - 07:39
in Bisnis
0

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang mengesankan sepanjang tahun 2025. Namun, pencapaian positif di sisi pendapatan ini tidak serta merta diterjemahkan menjadi peningkatan laba bersih. Emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini justru menghadapi tantangan signifikan yang menekan hasil akhirnya.

Pada akhir tahun 2025, PGAS berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 3,9 miliar, yang menunjukkan peningkatan sebesar 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY). Namun, angka ini dibayangi oleh penurunan tipis pada laba operasi yang terkikis 0,58% YoY menjadi US$ 519,6 juta. Lebih mencolok lagi, laba bersih emiten ini mengalami penyusutan drastis sebesar 36,54% YoY, hanya mencapai US$ 215,4 juta pada tahun yang sama.

Analisis Penurunan Laba

Penurunan laba bersih ini dapat ditelusuri lebih dalam pada pos-pos pengeluaran. Beban pokok pendapatan PGAS melonjak signifikan sebesar 10% YoY, mencapai US$ 3,3 miliar pada tahun 2025. Kenaikan ini menggerus margin keuntungan perusahaan. Selain itu, PGAS juga harus menanggung kerugian bersih atas selisih kurs sebesar US$ 7,2 juta pada tahun 2025. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya, di mana perusahaan justru meraih laba selisih kurs sebesar US$ 11,1 juta. Fluktuasi nilai tukar mata uang asing ini menjadi salah satu faktor yang memperberat kinerja keuangan perusahaan.

Kinerja Operasional yang Solid

Meskipun menghadapi tekanan pada laba bersih, kinerja operasional PGAS menunjukkan catatan yang positif dan patut diapresiasi. Dalam segmen niaga gas bumi, perusahaan berhasil mencatatkan volume sebesar 836 BBTUD sepanjang tahun 2025.

Sementara itu, volume transmisi gas bumi PGAS menunjukkan peningkatan yang signifikan, naik sebesar 4% menjadi 1.609 MMSCFD dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini seiring dengan meningkatnya penyerapan gas oleh para pelanggan, yang menandakan daya tarik dan kebutuhan akan energi gas yang terus meningkat.

Baca Juga  Kantah Denpasar: WTP WBBM, Bukti Pelayanan Bersih Akuntabel

Kinerja operasional ini semakin diperkuat oleh segmen bisnis infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG). Volume regasifikasi melalui Fasilitas Penyimpanan dan Regasifikasi Terapung (FSRU) Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD pada tahun 2025. Angka ini tumbuh 17% dan memberikan kontribusi penting dalam memastikan keandalan penyaluran gas untuk berbagai sektor vital, termasuk industri manufaktur dan pembangkit listrik yang menjadi tulang punggung perekonomian.

Tak hanya pada gas, segmen transportasi minyak juga menunjukkan performa yang baik. PGAS mencatat volume penyaluran minyak sebesar 174.811 BOEPD. Angka ini didorong oleh peningkatan aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa eksisting yang dikelola perusahaan, menunjukkan efisiensi dan optimalisasi aset yang dimiliki.

Ekspansi Infrastruktur dan Keandalan Sistem

Sepanjang tahun 2025, PGAS terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas infrastruktur gas bumi. Perusahaan berhasil menambah lebih dari 230 kilometer jaringan pipa distribusi gas rumah tangga (jargas). Upaya ekspansi ini tidak hanya bertujuan untuk menjangkau lebih banyak konsumen, tetapi juga untuk meningkatkan aksesibilitas energi bersih di berbagai wilayah.

Selain perluasan jaringan, PGAS juga sangat menekankan pada menjaga keandalan sistem operasinya. Tingkat ketersediaan (availability) sistem operasi tercatat mencapai 98,84%, sebuah angka yang sangat tinggi dan menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memastikan kelancaran dan keamanan pasokan energi.

Strategi Perusahaan untuk Keberlanjutan Energi

Corporate Secretary Perusahaan Gas Negara, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa PGAS berupaya keras untuk menjaga kesinambungan penyaluran energi. Hal ini dicapai melalui optimalisasi portofolio bisnis gas bumi dan LNG, serta koordinasi yang intensif dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan strategis. Keandalan penyaluran gas bumi kepada pelanggan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

“Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah dalam keterbukaan informasi.

Baca Juga  Siapa Sebenarnya Clara Shinta? Profil dan Perjalanan Karier Artis Muda Indonesia

Manajemen PGAS meyakini bahwa meskipun terjadi penurunan laba bersih, kinerja perusahaan pada dasarnya tetap solid. Keyakinan ini didukung oleh beberapa faktor, termasuk penurunan beban umum dan administrasi PGAS sekitar 17% YoY, yang berhasil ditekan menjadi US$ 33,3 juta. Pencapaian ini merupakan hasil dari disiplin pengelolaan keuangan yang ketat, meliputi efisiensi biaya operasional, optimalisasi pengelolaan kas, dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan portofolio investasi.

Selain itu, kontribusi laba dari entitas patungan atau joint venture perusahaan juga menunjukkan tren positif, meningkat menjadi US$ 76,4 juta pada tahun 2025. Hal ini mengindikasikan keberhasilan kolaborasi strategis yang dijalin oleh PGAS.

Fajriyah menambahkan, kinerja fundamental PGAS didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi. Fokus utama perusahaan adalah pada segmen midstream dan downstream, yang mencakup transmisi dan distribusi gas bumi, bisnis LNG, serta kontribusi positif dari anak perusahaan dan afiliasi lainnya.

Menghadapi tantangan ke depan, PGAS berkomitmen untuk terus konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio bisnisnya. Perusahaan juga akan bersikap selektif dalam menentukan proyek-proyek prioritas. “Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan korporasi dalam menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya.

Prospek dan Rekomendasi Analis

Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memberikan pandangannya mengenai penurunan laba bersih PGAS. Ia mensinyalir bahwa penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain peningkatan biaya distribusi gas, fluktuasi harga energi global khususnya gas, serta efek dari kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar US$ 6 per MMBTU yang menekan margin perusahaan.

Jika ditelusuri lebih detail pada pos beban pokok pendapatan, PGAS memang mencatat adanya kenaikan pembelian gas bumi sebesar 17% YoY, mencapai US$ 2,1 miliar pada tahun 2025.

Baca Juga  5 Strategi Menembus Pasar Tanpa Mengikis Keuntungan

Memasuki tahun 2026, prospek kinerja PGAS dinilai cukup positif. Hal ini didukung oleh peningkatan permintaan gas domestik yang diperkirakan akan terus tumbuh. Sumber utama peningkatan permintaan ini berasal dari sektor industri, pembangkit listrik, hingga proyek-proyek hilirisasi nasional yang semakin berkembang.

“Kebutuhan energi di sektor manufaktur dan industri diperkirakan terus meningkat, sehingga permintaan gas domestik akan tumbuh,” ujar Nafan.

Untuk dapat menangkap peluang pertumbuhan ini secara maksimal, PGAS perlu terus memperkuat jaringan energinya. Langkah-langkah strategis yang dapat ditempuh antara lain pengembangan infrastruktur LNG dan Compressed Natural Gas (CNG), serta perluasan jaringan distribusi gas.

Selain itu, sinergi yang lebih kuat dengan Grup Pertamina juga akan memberikan keuntungan signifikan bagi PGAS. Sinergi ini dapat berupa akses pasar yang lebih luas, ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai, hingga potensi peningkatan efisiensi bisnis secara keseluruhan.

Melihat potensi tersebut, Nafan Aji Gusta memberikan rekomendasi add untuk saham PGAS dengan target harga Rp 2.630 per saham. Rekomendasi ini mencerminkan optimisme analis terhadap fundamental perusahaan dan prospek pertumbuhan di masa mendatang.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

IHSG Melaju Kencang, 7 Saham Ini Wajib Diperhatikan
Bisnis

IHSG Melaju Kencang, 7 Saham Ini Wajib Diperhatikan

23 April 2026 - 03:50
Harga beras dan minyak goreng melonjak, daya beli masyarakat menurun
Bisnis

Harga beras dan minyak goreng melonjak, daya beli masyarakat menurun

23 April 2026 - 02:14
Rupiah melemah, cek kurs dolar hari ini di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI
Bisnis

Rupiah melemah, cek kurs dolar hari ini di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI

23 April 2026 - 01:16
5 ciri produk Eiger asli, jangan sampai tertipu!
Bisnis

5 ciri produk Eiger asli, jangan sampai tertipu!

23 April 2026 - 00:00
5 jenis aset ideal untuk dana pensiun
Bisnis

5 jenis aset ideal untuk dana pensiun

22 April 2026 - 23:06
Bank Kembalikan Rp 28 M Dana Gereja, Martin Manurung Minta OJK Perkuat Sistem Dini
Bisnis

Bank Kembalikan Rp 28 M Dana Gereja, Martin Manurung Minta OJK Perkuat Sistem Dini

22 April 2026 - 17:46
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

10 Desember 2025 - 23:01
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
AI Bantu Kuliah, Tapi Jangan Matikan Nalar, Siapkah Kita?

AI Bantu Kuliah, Tapi Jangan Matikan Nalar, Siapkah Kita?

23 April 2026 - 06:09
Kunjungi PCNU Indramayu, Nusron Wahid Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf

Kunjungi PCNU Indramayu, Nusron Wahid Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf

23 April 2026 - 06:05
Tekan Kenaikan Harga Bahan Pokok, DPRD Dorong Pemkot Ajukan Permohonan ke Pusat

Tekan Kenaikan Harga Bahan Pokok, DPRD Dorong Pemkot Ajukan Permohonan ke Pusat

23 April 2026 - 05:46
Aksi Horor Fadly Alberto di Piala Dunia U-17 2025 Ancam Hukuman Seumur Hidup PSSI

Aksi Horor Fadly Alberto di Piala Dunia U-17 2025 Ancam Hukuman Seumur Hidup PSSI

23 April 2026 - 05:32
Kabin Truk Hancur, Muatan Baja Jatuh, Sopir Selamat Tak Terduga

Kabin Truk Hancur, Muatan Baja Jatuh, Sopir Selamat Tak Terduga

23 April 2026 - 05:26

Pilihan Redaksi

AI Bantu Kuliah, Tapi Jangan Matikan Nalar, Siapkah Kita?

AI Bantu Kuliah, Tapi Jangan Matikan Nalar, Siapkah Kita?

23 April 2026 - 06:09
Kunjungi PCNU Indramayu, Nusron Wahid Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf

Kunjungi PCNU Indramayu, Nusron Wahid Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf

23 April 2026 - 06:05
Tekan Kenaikan Harga Bahan Pokok, DPRD Dorong Pemkot Ajukan Permohonan ke Pusat

Tekan Kenaikan Harga Bahan Pokok, DPRD Dorong Pemkot Ajukan Permohonan ke Pusat

23 April 2026 - 05:46
Aksi Horor Fadly Alberto di Piala Dunia U-17 2025 Ancam Hukuman Seumur Hidup PSSI

Aksi Horor Fadly Alberto di Piala Dunia U-17 2025 Ancam Hukuman Seumur Hidup PSSI

23 April 2026 - 05:32
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.