Serangan terhadap kapal pengangkut minyak mentah Thailand, Mayuree Naree, di Selat Hormuz pada Rabu, 11 Maret 2026, telah menempatkan keluarga Shah, pemilik kapal tersebut, di bawah sorotan publik. Keluarga ini dikenal sebagai salah satu dinasti bisnis terkaya di Thailand, dengan kerajaan bisnis yang luas bernama GP Group. Keberadaan mereka dalam daftar 50 keluarga terkaya di Thailand versi Forbes semakin menegaskan posisi mereka di kancah ekonomi negara tersebut.
Kapal Mayuree Naree merupakan bagian dari armada “Naree” yang dioperasikan oleh Precious Shipping (PSL). PSL adalah perusahaan pelayaran kargo curah kering terkemuka yang terdaftar di Bursa Efek Thailand. Lebih dari sekadar perusahaan pelayaran, PSL adalah bagian integral dari GP Group, sebuah konglomerat investasi multinasional yang memiliki sejarah gemilang lebih dari 157 tahun dan hingga kini masih berada di bawah kendali erat keluarga Shah.
Dari Pedagang Beras India Hingga “Shah Bangkok”
Jejak sejarah GP Group dapat ditelusuri kembali ke tahun 1860. Berawal dari Khetsee Khinsi Harbham, salah satu leluhur awal keluarga, yang memutuskan untuk meninggalkan sebuah desa kecil di India demi mencari peruntungan dalam bisnis perdagangan beras di Mumbai. Langkah berani ini menjadi fondasi bagi dinasti bisnis yang kelak akan berkembang pesat.
Pada tahun 1868, Khetsee bersama putranya mendirikan Devjee Khetsee & Company. Perusahaan ini tidak hanya beroperasi di India, tetapi juga merambah ke Yangon, Myanmar. Pada masa itu, Yangon adalah salah satu pusat ekspor beras terbesar di dunia, memberikan peluang bisnis yang sangat menjanjikan.
Ekspansi keluarga ini terus berlanjut hingga mencapai Thailand, yang pada waktu itu masih dikenal sebagai Siam. Pada tahun 1918, mereka mendirikan Gangjee Premjee & Company di negeri gajah putih.
Titik balik signifikan terjadi setelah Perang Dunia II. Keluarga ini memantapkan Bangkok sebagai basis operasional utama bisnis mereka. Pada tahun 1950, nama keluarga Shah secara resmi diadopsi, menandai identitas baru bagi kerajaan bisnis mereka. Di era tersebut, Chimanlal Shivjee Shah, seorang anggota keluarga generasi keempat, menjadi sosok yang sangat dikenal. Julukan “Shah Bangkok” melekat padanya berkat perannya yang menonjol dalam komunitas India di Thailand serta jaringan bisnisnya yang luas dan kuat.
Transformasi Bisnis dan Filosofi “Pilih dan Percaya”
Perubahan besar dalam arah bisnis GP Group terjadi pada dekade 1970-an dan 1980-an, ketika Kirit Shah, pewaris generasi berikutnya, mengambil alih tampuk kepemimpinan. Di bawah kepemimpinannya yang visioner, kelompok usaha ini bertransformasi dari sekadar perdagangan komoditas pertanian tradisional menjadi sebuah entitas yang melakukan diversifikasi investasi di berbagai sektor industri. Filosofi bisnis yang mendasari transformasi ini dikenal sebagai “Pilih dan Percaya” (Choose and Believe), sebuah prinsip yang menekankan pada pemilihan peluang investasi yang cermat dan keyakinan pada potensi pengembangannya.
Saat ini, GP Group memiliki portofolio bisnis yang sangat beragam, mencakup beberapa pilar utama:
- Precious Shipping (PSL): Didirikan pada tahun 1980-an, perusahaan ini adalah tulang punggung bisnis pelayaran curah kering keluarga Shah. Ciri khas armada mereka adalah semua kapal memiliki nama yang berakhiran “Naree”, sebuah identitas yang kuat dan mudah dikenali.
- Mega Lifesciences: Sektor farmasi dan nutrasetika menjadi salah satu aset paling berharga dalam portofolio GP Group. Mega Lifesciences berperan sebagai produsen produk kesehatan yang inovatif.
Selain kedua pilar utama tersebut, GP Group juga memiliki lini bisnis lain yang signifikan, antara lain:
- Pertambangan Golden Lime: Berkontribusi dalam industri sumber daya alam.
- Konstruksi: Berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur.
- Investasi Energi: Menggarap sektor energi yang dinamis.
- Perusahaan Rintisan Teknologi Eka: Menjelajahi inovasi di bidang teknologi.
- Perusahaan Penerbangan Swasta MJets: Menyediakan layanan penerbangan eksklusif.
Salah Satu Keluarga Terkaya di Thailand
Pengaruh dan kekayaan keluarga Shah tidak hanya terbatas pada ranah bisnis, tetapi juga diakui secara luas. Pada tahun 2025, majalah Forbes Thailand menempatkan keluarga Shah pada peringkat ke-34 dalam daftar keluarga terkaya di Thailand. Perkiraan kekayaan bersih mereka saat itu mencapai US$945 juta, sebuah angka yang mencerminkan skala dan kesuksesan bisnis mereka selama bertahun-tahun.
Kini, estafet kepemimpinan dan warisan bisnis keluarga Shah diteruskan oleh generasi selanjutnya. Nishita Shah, putri sulung Kirit Shah, telah muncul sebagai tokoh sentral dalam GP Group. Ia mewakili generasi ketiga keluarga yang dengan gigih melanjutkan tradisi bisnis yang telah dibangun oleh para pendahulunya.
Selain kiprahnya di dunia bisnis, Nishita Shah juga dikenal luas oleh publik sebagai salah satu juri atau “Shark” dalam program televisi populer “Shark Tank Thailand”. Kehadirannya di layar kaca tidak hanya memperkuat citra keluarga Shah sebagai pengusaha sukses, tetapi juga menginspirasi banyak individu untuk mengejar impian kewirausahaan mereka. Serangan terhadap kapal Mayuree Naree mungkin telah membawa sorotan negatif sesaat, namun hal tersebut juga secara tidak langsung mengungkap kisah panjang dan gemilang sebuah dinasti bisnis yang telah membentuk lanskap ekonomi Thailand selama lebih dari satu abad.



















