No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Lokal

Cabuk Wonogiri: Sempurna Rasa, Tak Sempurna Warna

Hidayat by Hidayat
19 Maret 2026 - 10:46
in Lokal
0

Cabuk Wonogiri: Warisan Kuliner Tradisional Berbahan Wijen Hitam yang Tak Lekang oleh Waktu

Di Dusun Pengkol, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri Kota, Jawa Tengah, tersembunyi sebuah kekayaan kuliner yang telah bertahan lintas generasi. Di tengah kepulan asap kayu bakar yang menari dari dapur tradisional, tersimpan kisah tentang cabuk, sebuah hidangan unik berbahan dasar biji wijen hitam yang memiliki cita rasa mendalam dan tekstur lembut. Kuliner ini bukan sekadar makanan, melainkan sebuah warisan budaya yang terus dijaga kelestariannya oleh para pengrajinnya.

Proses pembuatan cabuk di dusun ini telah berlangsung turun-temurun, diperkirakan sejak era 1930-an, jauh sebelum Indonesia merdeka. Salah satu penjaga api tradisi ini adalah Sarmin, seorang pria berusia 75 tahun yang kini menjadi generasi kelima dalam keluarga yang meneruskan usaha pembuatan cabuk. Baginya, cabuk adalah lebih dari sekadar mata pencaharian; ia adalah pengingat akan sejarah keluarga dan identitas Wonogiri.

Keunikan Cabuk Wonogiri: Dari Biji Wijen Menjadi Hidangan Spesial

Cabuk Wonogiri memiliki ciri khas yang sangat membedakannya dari kuliner lain, bahkan dari “cabuk rambak” yang populer di Solo. Perbedaan paling mencolok terletak pada tampilannya yang hitam pekat, sebuah visual yang langsung menarik perhatian. Warna hitam ini berasal dari biji wijen pilihan yang diolah melalui serangkaian proses panjang dan teliti.

Pada dasarnya, cabuk masih dalam kondisi mentah, mirip dengan tempe. Namun, keajaiban sesungguhnya terletak pada proses pengolahannya lebih lanjut yang mengubah biji wijen menjadi hidangan lezat. Cabuk dapat dinikmati sebagai lauk utama yang gurih atau sebagai pendamping nasi, seringkali dalam sajian khas seperti nasi bancakan.

Sejarah Panjang: Dari Makanan Sehari-hari Menjadi Oleh-Oleh Khas

Rumah produksi cabuk di Dusun Pengkol memiliki jejak sejarah yang panjang. Sarmin menceritakan bahwa usaha ini sudah dimulai sejak masa “wareng” atau generasi buyut buyutnya. Ia memperkirakan, tradisi ini telah dimulai sekitar tahun 1930-an.

Baca Juga  Jadwal Mati Listrik Serang Banten, 9-13 Maret 2026: Lokasi Terdampak

Di masa lalu, sambal cabuk merupakan makanan yang sangat umum dan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Seringkali menjadi pelengkap hidangan tradisional seperti gudangan atau daun-daunan rebus. Keunggulan cabuk pada masa itu adalah ketahanannya yang bisa berhari-hari, menjadikannya pilihan praktis untuk lauk yang awet. “Kalau zaman dulu, sambal cabuk itu penting. Dulu kan makannya daun-daunan, gudangan itu. Cabuk itu tahan beberapa hari,” kenang Sarmin.

Meskipun permintaan cabuk tetap tinggi hingga kini, Sarmin menyayangkan bahwa banyak generasi muda yang kurang mengenal atau bahkan belum pernah mencicipi kuliner tradisional ini. Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pelestarian warisan kuliner.

Cita Rasa Kaya dan Tekstur Lembut: Magnet Bagi Penikmat Kuliner

Terlepas dari tampilannya yang mungkin tidak semenarik makanan modern, cabuk Wonogiri menawarkan pengalaman rasa yang istimewa dan kaya. Perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit sentuhan pahit menciptakan harmoni yang unik di lidah. Teksturnya yang lembut dan halus membuatnya sangat nikmat saat disantap.

Sarmin menjelaskan bahwa dirinya lebih berfokus pada produksi bahan dasar cabuk, yaitu biji wijen yang telah diolah. Proses selanjutnya, seperti pembuatan sambal cabuk, biasanya dikerjakan oleh anggota keluarga lain, seperti anak atau menantunya yang juga turut berjualan di pasar.

Produksi dan Permintaan: Puncak Saat Momen Spesial

Produksi cabuk di rumah Sarmin cukup signifikan. Pada hari-hari biasa, ia bisa mengolah sekitar 10 kilogram biji wijen. Namun, saat menjelang dan setelah hari raya Idulfitri, permintaan melonjak drastis. Produksi bisa mencapai 30 kilogram biji wijen dalam satu kali masak. “Kalau hari biasa sekali masak 10 kilogram wijen mungkin. Tapi kalau jelang lebaran dan setelah hari lebaran bisa sampai 30 kilogram. Ada terus yang ambil kalau lebaran,” ungkapnya.

Baca Juga  Perayaan dan Peristiwa Penting yang Terjadi pada 3 April Setiap Tahun

Jangkauan Pelanggan: Melampaui Batas Wilayah

Eksistensi cabuk Wonogiri terbukti kuat, bahkan di tengah gempuran kuliner-kuliner kekinian yang bermunculan. Kuliner tradisional ini tetap menjadi primadona oleh-oleh khas Wonogiri. Keistimewaan rasa dan kualitasnya membuat cabuk memiliki pelanggan setia yang tidak hanya berasal dari Kota Wonogiri.

Sarmin bangga menuturkan bahwa pembelinya datang dari berbagai kecamatan di Wonogiri, bahkan merambah ke luar kabupaten. “Pelanggan saya itu bukan hanya Wonogiri saja, bahkan ada yang dari Kota Solo dan Karanganyar,” ujarnya, menunjukkan betapa luasnya jangkauan daya tarik cabuk Wonogiri.

Cabuk Wonogiri bukan hanya sekadar makanan, ia adalah cerminan dari kearifan lokal, ketekunan para pengrajin, dan kekayaan cita rasa yang patut dilestarikan. Melalui tangan-tangan terampil seperti Sarmin, warisan kuliner ini terus hidup dan memberikan kebanggaan bagi masyarakat Wonogiri.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Cara Kreatif RW 06 Jakut Menangkap Ikan Sapu-sapu, Bayaran Rp5.000 per Kg
Lokal

Cara Kreatif RW 06 Jakut Menangkap Ikan Sapu-sapu, Bayaran Rp5.000 per Kg

18 April 2026 - 16:24
Pemuda Tangerang Ditemukan Tewas di Sungai Setelah Hilang Saat Memancing
Lokal

Pemuda Tangerang Ditemukan Tewas di Sungai Setelah Hilang Saat Memancing

18 April 2026 - 14:53
Dengung DJ Ganggu Warga, Pedagang Kuliner Malam Ditegur
Lokal

Dengung DJ Ganggu Warga, Pedagang Kuliner Malam Ditegur

18 April 2026 - 13:40
Program Pengelolaan Sampah Berhasil, Matraman Jadi Terbaik di Jakarta Timur
Lokal

Program Pengelolaan Sampah Berhasil, Matraman Jadi Terbaik di Jakarta Timur

18 April 2026 - 12:45
Biak Numfor Siap Jadi Tuan Rumah Youth Camp GPdI Se-Tanah Papua dengan Ribuan Pemuda
Lokal

Biak Numfor Siap Jadi Tuan Rumah Youth Camp GPdI Se-Tanah Papua dengan Ribuan Pemuda

18 April 2026 - 12:27
SIM Keliling Tangerang Selatan 13 April 2026, 2 Lokasi Disiapkan
Lokal

SIM Keliling Tangerang Selatan 13 April 2026, 2 Lokasi Disiapkan

18 April 2026 - 11:50
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Denada Bercerita Detik-Detik Haru Bertemu Ressa Rossano sebagai Ibu dan Anak

Denada Bercerita Detik-Detik Haru Bertemu Ressa Rossano sebagai Ibu dan Anak

18 April 2026 - 17:00
Jika Anda Menilai Orang dari 7 Hal Kecil di Meja Makan, Anda Punya Kesadaran Sosial Tinggi

Jika Anda Menilai Orang dari 7 Hal Kecil di Meja Makan, Anda Punya Kesadaran Sosial Tinggi

18 April 2026 - 16:42
Cara Kreatif RW 06 Jakut Menangkap Ikan Sapu-sapu, Bayaran Rp5.000 per Kg

Cara Kreatif RW 06 Jakut Menangkap Ikan Sapu-sapu, Bayaran Rp5.000 per Kg

18 April 2026 - 16:24
Australia Kalahkan Kamboja, Indonesia Dekati Semifinal ASEAN Cup U-17 2026

Australia Kalahkan Kamboja, Indonesia Dekati Semifinal ASEAN Cup U-17 2026

18 April 2026 - 16:06
Andre Taulany Dikhianati Mantan Suami Boiyen, Terbongkar Usai Digugat Cerai

Andre Taulany Dikhianati Mantan Suami Boiyen, Terbongkar Usai Digugat Cerai

18 April 2026 - 15:47

Pilihan Redaksi

Denada Bercerita Detik-Detik Haru Bertemu Ressa Rossano sebagai Ibu dan Anak

Denada Bercerita Detik-Detik Haru Bertemu Ressa Rossano sebagai Ibu dan Anak

18 April 2026 - 17:00
Jika Anda Menilai Orang dari 7 Hal Kecil di Meja Makan, Anda Punya Kesadaran Sosial Tinggi

Jika Anda Menilai Orang dari 7 Hal Kecil di Meja Makan, Anda Punya Kesadaran Sosial Tinggi

18 April 2026 - 16:42
Cara Kreatif RW 06 Jakut Menangkap Ikan Sapu-sapu, Bayaran Rp5.000 per Kg

Cara Kreatif RW 06 Jakut Menangkap Ikan Sapu-sapu, Bayaran Rp5.000 per Kg

18 April 2026 - 16:24
Australia Kalahkan Kamboja, Indonesia Dekati Semifinal ASEAN Cup U-17 2026

Australia Kalahkan Kamboja, Indonesia Dekati Semifinal ASEAN Cup U-17 2026

18 April 2026 - 16:06
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.