Indah Permatasari Rayakan Lebaran di Kampung Halaman Arie Kriting
Indah Permatasari merayakan Hari Raya Idul Fitri pada tahun 2026 di kampung halaman suaminya, Arie Kriting, yaitu Baubau, Sulawesi Tenggara. Menyambut momen spesial ini, ia tampak sibuk mulai dari belanja bahan ke pasar hingga memasak berbagai hidangan khas daerah. Bersama suami, ibu mertua, dan kerabat lainnya, Indah melakukan persiapan matang sehari sebelum lebaran.
Salah satu menu yang disiapkan oleh Indah adalah buras dan coto makassar, dua hidangan khas Timur yang menjadi favorit dalam perayaan lebaran. Meski belum tahu pasti rasanya, Indah sudah cukup mahir dalam membuat kedua masakan tersebut. Ia menghabiskan tenaga penuh saat memasak di dapur.
Indah menggunakan dua tangan sekaligus untuk mengaduk buras yang dimasak di atas kompor tradisional. Semakin lama, semakin berat proses pengadukan tersebut
H-1 lebaran, Indah terlihat sibuk memasak berbagai menu. Ia sudah terbiasa dengan waktu yang mepet karena ini menjadi rutinitasnya

Potret Indah sedang memasak terlihat cukup sederhana. Ia tidak keberatan duduk lesehan saat membungkus buras di daun pisang. Terlihat jago dalam memasak

Arie Kriting juga ikut membantu membungkus buras di dapur bersama Indah. Ia tampak tidak sabar menunggu saat makan

Selain buras, Indah juga akan membuat coto makassar. Semua bahan telah disiapkannya sendiri, termasuk memotong bawang

Sebelum digiling campur, Indah menyangrai beberapa rempah terlebih dahulu. Semua langkah sudah sangat dikuasainya

Hampir setiap tahun, Indah mudik lebaran ke rumah mertuanya di Baubau. Ia selalu ikut serta membantu orang rumah dalam mempersiapkan hidangan lebaran

Indah merayakan lebaran pada hari Sabtu sesuai hasil sidang isbat Kementerian Agama RI. Ia merasa lega karena memiliki waktu cukup untuk memasak dengan tenang

Saat puasa, Indah belum bisa mencicipi rasa coto yang dibuatnya. Rasanya bakalan diungkap setelah lebaran tiba

Indah Permatasari turut serta dalam memasak buras dan coto makassar untuk hidangan lebaran di rumah mertuanya. Meskipun mengaduk buras cukup lama, ia tetap semangat dalam menyiapkan coto makassar sendiri, mulai dari menyiapkan bumbu-bumbu. Ia sendiri penasaran bagaimana rasanya karena belum bisa mencicipi karena masih dalam masa puasa.

























