Kebakaran Hebat Landa Pasangkayu, Satu Unit Rumah Ludes Dilalap Api
Pasangkayu, Sulawesi Barat – Malam yang mencekam terjadi di Dusun Duriabiro, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, pada Kamis, 19 Maret 2026. Sebuah bangunan rumah warga dilalap si jago merah dalam peristiwa kebakaran yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.20 Wita. Kejadian ini baru dikonfirmasi secara resmi pada Jumat malam, 20 Maret 2026, setelah petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan menyelesaikan penanganan di lapangan.
Laporan awal mengenai kebakaran datang dari Suherman, seorang anggota Kepolisian Resor Pasangkayu, yang segera menginformasikan kejadian tersebut. Menanggapi laporan darurat ini, satu unit armada pemadam kebakaran langsung dikerahkan menuju lokasi pada pukul 22.26 Wita. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 22.40 Wita, petugas pemadam mendapati api telah membesar dan menguasai sebagian besar struktur bangunan rumah.
Rumah yang menjadi korban amukan api diketahui milik seorang warga bernama Ahmadi, berusia 35 tahun. Ironisnya, saat peristiwa nahas itu terjadi, Ahmadi tidak berada di rumah. Ia dilaporkan sedang berada di Kota Pasangkayu untuk urusan lain. Ketika petugas tiba, api sudah dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan, menunjukkan bahwa kobaran api telah berlangsung cukup lama sebelum laporan diterima.
Keluarga Berhasil Selamat, Kerugian Material Signifikan
Meskipun api telah membesar, keberuntungan masih menyertai penghuni rumah tersebut. Fatmawati (32), istri dari pemilik rumah, berhasil menyelamatkan diri bersama ketiga buah hatinya. Anak-anaknya, Zaim (13 tahun), Ikka (11 tahun), dan Algifari (1 tahun), juga berhasil dievakuasi dari kobaran api dalam keadaan selamat. Kejadian ini menegaskan betapa pentingnya kesigapan dalam menghadapi situasi darurat.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan cukup signifikan. Selain bangunan rumah yang rata dengan tanah, berbagai harta benda yang berada di dalam rumah ikut hangus terbakar. Kerugian yang paling terasa adalah hilangnya satu unit kendaraan roda dua yang juga terparkir di dalam atau dekat dengan area yang dilalap api. Nilai kerugian secara keseluruhan masih dalam perhitungan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Dugaan Awal Korsleting Listrik Menjadi Pemicu
Perwira piket pada saat penanganan, Nursalam, memberikan keterangan pada Jumat malam mengenai dugaan awal penyebab kebakaran. Berdasarkan hasil observasi dan investigasi awal di lapangan, petugas meyakini bahwa korsleting listrik menjadi biang keladi dari kebakaran hebat ini.
“Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, dugaan awal kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Saat petugas tiba, api sudah dalam kondisi membesar sehingga proses pemadaman cukup menantang,” ujar Nursalam.
Ia menambahkan bahwa respon cepat yang ditunjukkan oleh tim pemadam kebakaran menjadi faktor krusial dalam mencegah api meluas lebih jauh. Keberhasilan tim dalam mengendalikan situasi sangat berarti, terutama untuk menghindari kerugian yang lebih besar dan melindungi rumah-rumah warga lain yang berdekatan.
“Kami langsung menurunkan satu unit armada begitu menerima laporan. Alhamdulillah api berhasil dikendalikan dan tidak merambat ke bangunan lain. Situasi di lokasi saat ini sudah aman dan terkendali,” tambahnya, mengapresiasi kerja keras timnya.
Proses pemadaman api tidak hanya melibatkan petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan. Anggota Kepolisian Resor Pasangkayu juga turut berada di lokasi untuk membantu mengamankan area dan mengatur lalu lintas. Komandan Regu (Danru) Sumarno memimpin langsung upaya pemadaman hingga api benar-benar berhasil dijinakkan dan padam sepenuhnya.
Imbauan Waspada Terhadap Risiko Kebakaran
Menyikapi berbagai insiden kebakaran yang kerap terjadi, pihak terkait melalui petugas pemadam kebakaran mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan adalah kunci utama untuk menghindari kerugian harta benda dan potensi korban.
Salah satu fokus utama imbauan adalah terhadap potensi bahaya dari instalasi listrik yang tidak memadai atau sudah tua. Masyarakat diminta untuk secara rutin memeriksa kondisi kabel dan peralatan listrik di rumah mereka. Pemeliharaan yang baik dan penggunaan peralatan yang sesuai standar dapat meminimalisir risiko korsleting listrik, yang seringkali menjadi penyebab utama kebakaran.
Selain korsleting listrik, masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati dalam penggunaan kompor, lilin, puntung rokok yang tidak terpadamkan dengan sempurna, serta sumber api lainnya yang dapat memicu kebakaran. Memastikan tidak ada barang-barang mudah terbakar yang diletakkan terlalu dekat dengan sumber panas juga merupakan langkah pencegahan yang sederhana namun efektif. Dengan kesadaran dan tindakan pencegahan yang tepat, diharapkan kejadian serupa dapat terhindarkan di masa mendatang.




















