Stok LPG 3 Kg di Lombok Terjamin, Pertamina Atasi Kelangkaan Jelang Hari Raya
Mataram – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memberikan jaminan bahwa pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram di wilayah Lombok kini berjalan lancar. Penegasan ini disampaikan menyusul adanya keluhan dari masyarakat terkait kelangkaan dan kenaikan harga LPG 3 kg di beberapa daerah, terutama di Lombok Timur, yang sempat terjadi menjelang dan selama periode hari besar keagamaan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa secara umum stok LPG subsidi dalam kondisi aman dan terkendali. “Terjadi peningkatan konsumsi karena masyarakat cenderung melakukan pembelian lebih awal untuk kebutuhan hari raya,” ujar Ahad. Ia menambahkan bahwa kekosongan yang sempat terjadi di beberapa pangkalan bersifat sementara dan disebabkan oleh stok yang tersedia telah tersalurkan sesuai jadwal distribusi.
Hasil Pengecekan Lapangan Menunjukkan Ketersediaan Stok
Berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan yang dilakukan pada Minggu (22/3/2026), stok LPG 3 kg terpantau masih tersedia di beberapa titik. Di Desa Ketangga, Lombok Timur, salah satu pangkalan tercatat memiliki stok hingga 200 tabung. Sementara itu, di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, stok di sejumlah pangkalan berkisar antara 100 hingga 140 tabung.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasanya terjadi menjelang Hari Raya Nyepi, Idulfitri, hingga Lebaran Ketupat, Pertamina telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan penambahan pasokan atau extra dropping selama bulan Maret 2026. Di Kabupaten Lombok Tengah, tambahan pasokan mencapai 89.600 tabung, yang setara dengan 13,2 persen dari alokasi bulanan. Sementara di Lombok Timur, tambahan pasokan mencapai 110.320 tabung, juga sebesar 13,2 persen dari alokasi bulan Maret.
“Pertamina secara rutin menyalurkan LPG 3 kilogram sesuai kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kami juga melakukan pemantauan distribusi secara berkala untuk memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat,” jelas Ahad. Selain itu, Pertamina juga memperkuat pengawasan terhadap rantai distribusi, termasuk memastikan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan melakukan pembinaan terhadap para penyalur yang tidak mematuhi ketentuan yang berlaku.
Warga Mengeluhkan Kelangkaan dan Kenaikan Harga
Sebelumnya, keluhan mengenai sulitnya mendapatkan LPG 3 kg telah muncul dari sejumlah warga di Lombok Timur, bahkan sejak beberapa hari sebelum Idulfitri 1447 Hijriah. Tidak hanya langka, harga gas subsidi ini juga dilaporkan telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung.
Solihan (45), seorang warga Desa Ketangga, Kecamatan Suela, mengaku mengalami kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak selama perayaan Idulfitri. “Dari sebelum lebaran sudah langka dan ya sekitar tiga hari atau empat hari sebelum lebaran tidak ada di pangkalan hingga pengecer. Mau pakai gas 12 kg harganya mahal, sementara untuk Lebaran kan masaknya banyak,” keluhnya. Ia menduga adanya praktik distribusi yang tidak merata serta perbedaan harga di tingkat pangkalan. “Ya saya dengar informasi, sering dia ngasih orang luar dari sini dan saat datang di pangkalan harganya tidak sama dikasih kami, dari harga Rp22 ribu hingga Rp19 ribu,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Kusuma, warga Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji. Ia mengaku telah berusaha mencari LPG hingga ke Kecamatan Wanasaba namun tidak menemukan stok. “Dari sebelum lebaran sampai hari ini saya cari hingga ke pangkalan di Kecamatan Wanasaba saya cari tidak ada tabung gas subsidi 3kg,” tuturnya.
Menariknya, salah seorang pemilik pangkalan di Desa Ketangga mengakui bahwa pasokan yang mereka peroleh berasal dari pihak lain, yang kemudian berdampak pada harga jual kepada konsumen. “Kita ambil dari lain, jadinya kita kasih warga harga Rp22 ribu,” ungkapnya.
Imbauan Pertamina kepada Masyarakat
Menyikapi situasi ini, Pertamina mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan. Perlu diingat bahwa LPG 3 kg merupakan energi bersubsidi yang ditujukan khusus bagi rumah tangga kurang mampu dan para pelaku usaha mikro.
Masyarakat juga dihimbau untuk selalu membeli LPG di pangkalan resmi. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh tabung gas dengan harga yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, serta memastikan ketersediaan pasokan yang merata. Upaya pengawasan dan penambahan stok terus dilakukan oleh Pertamina untuk menjamin kelancaran pasokan energi bagi seluruh lapisan masyarakat.



















