Menguak Kedalaman Hubungan Ibu dan Anak dalam “Senin Harga Naik”
Liburan Lebaran 2026 menjadi momen yang tepat untuk menikmati berbagai sajian sinematik yang menghibur sekaligus menyentuh. Salah satu film yang patut dipertimbangkan adalah “Senin Harga Naik”, sebuah karya yang menggali secara mendalam dinamika hubungan emosional antara seorang ibu dan anak perempuannya. Dibintangi oleh aktris senior Meriam Bellina sebagai sang ibu dan aktris muda berbakat Nadya Arina sebagai putri, film ini menjanjikan sebuah narasi yang kaya akan konflik batin dan pelajaran hidup.
Perjuangan Meraih Sukses dan Dilema yang Menguji Hati
Kisah “Senin Harga Naik” berpusat pada sosok Mutia, diperankan oleh Nadya Arina. Mutia digambarkan sebagai seorang perempuan muda yang penuh ambisi dan memiliki tekad kuat untuk membuktikan diri. Keputusannya untuk meninggalkan rumah dan meniti karier tanpa campur tangan keluarga menjadi titik awal dari perjalanan hidupnya yang penuh tantangan. Ia ingin membuktikan bahwa kesuksesan dapat diraih melalui usaha dan kerja kerasnya sendiri.
Tiga tahun berlalu, Mutia berhasil menorehkan jejak kesuksesan di dunia profesional, khususnya dalam industri properti. Ia dipercaya memegang sebuah proyek penting yang berpotensi membawa namanya semakin dikenal. Namun, di balik gemerlap pencapaiannya, sebuah dilema besar mulai menghantuinya. Proyek yang ia tangani ternyata berujung pada rencana penggusuran sebuah toko roti legendaris yang bernama Mercusuar.
Lebih dari sekadar sebuah bangunan bisnis, toko roti Mercusuar memiliki makna yang sangat mendalam bagi Mutia. Toko tersebut bukan hanya tempat ibunya mencari nafkah, tetapi juga merupakan simbol dari seluruh kenangan masa kecilnya, perjalanan hidup keluarganya, dan warisan berharga yang telah dibangun oleh ibunya, Retno, yang diperankan oleh Meriam Bellina.
Dalam situasi yang serba sulit ini, Mutia akhirnya memutuskan untuk kembali pulang ke pangkuan ibunya. Ia berhadapan langsung dengan Retno, berusaha membujuknya agar bersedia melepaskan toko roti tersebut demi kelancaran proyek yang sedang ia kerjakan. Pertemuan kembali ini tak pelak membuka luka lama dan membangkitkan kembali berbagai kenangan pahit manis yang sempat terkubur.
Pilihan Berat di Persimpangan Jalan
Di titik krusial ini, Mutia dihadapkan pada sebuah pilihan yang sangat berat. Ia harus menentukan apakah akan tetap mempertahankan karier cemerlang yang telah ia bangun dengan susah payah, ataukah ia akan memilih untuk menjaga warisan keluarga yang begitu kaya akan makna dan nilai historis. Keputusan ini tidak hanya akan memengaruhi masa depannya, tetapi juga akan menentukan arah hubungan kembali dengan sang ibu.
Film ini secara apik menggambarkan bagaimana ambisi pribadi terkadang dapat berbenturan dengan nilai-nilai kekeluargaan. “Senin Harga Naik” mengajak penonton untuk merenungkan pentingnya keseimbangan antara pencapaian profesional dan ikatan emosional dengan orang-orang terkasih.
Disutradarai oleh Dinna Jasanti dan diproduksi oleh rumah produksi Starvision, film ini didukung oleh jajaran aktor dan aktris berbakat lainnya. Selain Meriam Bellina dan Nadya Arina yang memegang peran sentral, film ini juga turut dibintangi oleh Andri Mashadi, Nayla Purnama, Givina Lukita Dewi, dan Brandon Salim, yang masing-masing memberikan kontribusi signifikan dalam menghidupkan karakter-karakter dalam cerita.
“Senin Harga Naik” telah resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia sejak tanggal 18 Maret 2026. Film ini menjadi salah satu rekomendasi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu memberikan perspektif baru mengenai arti keluarga, pengorbanan, dan pentingnya menjaga akar budaya serta warisan leluhur.




















