Daihatsu Espass Ludes Terbakar di Ponorogo, Diduga Akibat Kebocoran Bahan Bakar
Sebuah insiden kebakaran tragis menimpa sebuah mobil Daihatsu Espass tahun 1995 di Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat pagi (27/3/2026). Mobil berwarna abu-abu tersebut dilaporkan terbakar hebat di depan rumah pemiliknya, Subardi. Akibat kejadian ini, sang pemilik, Sunardi, harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Yasyfin Darussalam Gontor di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut keterangan Kapolsek Siman, AKP Nanang Budianto, insiden bermula ketika pemilik mobil mencoba menyalakan kendaraannya. Saat mesin mobil dinyalakan, tiba-tiba muncul percikan api yang berasal dari area bawah jok belakang. Pemilik yang panik berusaha memadamkan api tersebut. Namun, api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian mobil. Dalam upaya menyelamatkan diri dan mencegah api merambat lebih jauh ke rumah, pemilik mobil nekat mendorong kendaraannya keluar dari pekarangan rumah.
“Tangan pemilik sempat melepuh saat mendorong mobil keluar dari area rumah. Kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Kejadiannya tadi pagi,” ujar AKP Nanang Budianto pada Jumat (27/3/2026).
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh pihak kepolisian, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah adanya kebocoran pada sistem bahan bakar, khususnya di area dinamo starter. Kebocoran ini diduga menjadi pemicu utama cepatnya api membesar dan menghanguskan seluruh bodi mobil produksi tahun 1995 tersebut.
“Hasil penyelidikan, jelasnya, dugaannya ada kebocoran bahan bakar dari dinamostater. Sehingga mempercepat api membesar dan menghanguskan mobil produksi tahun 1995 ini,” jelas AKP Nanang Budianto.
Upaya pemadaman api yang dilakukan oleh pemilik mobil juga menimbulkan luka bakar ringan pada tangan kanannya akibat terkena kobaran api. Peristiwa kebakaran ini diperkirakan menimbulkan kerugian materiil senilai Rp 20 juta.
Kronologi Kejadian:
- Pagi Hari: Pemilik mobil, Sunardi, menyalakan Daihatsu Espass miliknya.
- Muncul Percikan Api: Api terlihat menyala di bawah jok belakang mobil.
- Upaya Pemadaman: Pemilik berusaha memadamkan api secara manual.
- Api Membesar: Api dengan cepat membesar dan tidak terkendali.
- Evakuasi Mobil: Pemilik mendorong mobil keluar dari rumah untuk mencegah kerugian yang lebih besar.
- Cedera Pemilik: Tangan kanan pemilik mengalami luka bakar ringan akibat terkena kobaran api saat mendorong mobil.
- Laporan Polisi: Pihak kepolisian menerima laporan dan melakukan olah TKP.
- Dugaan Penyebab: Kebocoran bahan bakar dari dinamo starter diduga menjadi penyebab utama.
- Kerugian: Diperkirakan mencapai Rp 20 juta.
Imbauan Keselamatan Berkendara:
Insiden kebakaran mobil seperti ini menjadi pengingat pentingnya perawatan rutin kendaraan, terutama pada sistem kelistrikan dan bahan bakar. Kebocoran pada komponen-komponen vital ini dapat berujung pada bencana yang tidak diinginkan.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan pemilik kendaraan antara lain:
- Periksa Sistem Bahan Bakar Secara Berkala: Pastikan tidak ada kebocoran pada selang, tangki, maupun injektor bahan bakar. Bau bensin yang menyengat di dalam kabin bisa menjadi indikasi awal adanya kebocoran.
- Periksa Sistem Kelistrikan: Komponen seperti dinamo starter, kabel-kabel, dan aki perlu diperiksa kondisinya secara rutin untuk menghindari korsleting yang dapat menimbulkan percikan api.
- Lakukan Servis Berkala: Manfaatkan jadwal servis rutin di bengkel terpercaya untuk memastikan semua komponen kendaraan berfungsi optimal dan mendeteksi dini potensi masalah.
- Perhatikan Indikator di Dashboard: Segala indikator yang menyala di dashboard mobil, seperti lampu peringatan mesin atau aki, sebaiknya segera diperiksa.
- Hindari Modifikasi yang Tidak Sesuai Standar: Modifikasi pada sistem kelistrikan atau bahan bakar yang tidak dilakukan oleh profesional dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Dengan menjaga kondisi kendaraan secara optimal, risiko terjadinya insiden kebakaran dapat diminimalisir, sehingga keselamatan pengendara dan penumpang dapat lebih terjamin.



















