Kisah Asmara Desy Ratnasari: 23 Tahun Menjanda dan Kriteria Calon Suami Idaman
Kehidupan pribadi Desy Ratnasari, aktris dan penyanyi ternama, selalu menarik perhatian publik. Lika-liku perjalanan asmaranya tak pernah luput dari sorotan. Setelah dua kali menelan pil pahit perceraian, Desy Ratnasari kini telah 23 tahun menyandang status janda.
Pernikahan pertamanya dengan Trenady Pramudya yang dilangsungkan pada tahun 1999, harus berakhir kandas pada tahun 2000. Belum genap setahun, Desy kembali mencoba membangun biduk rumah tangga. Namun, pernikahan keduanya dengan Sammy Hamzah yang digelar pada 19 Desember 2001, juga tidak bertahan lama dan berakhir dengan perceraian pada 16 Maret 2003.
Sejak perceraian keduanya, Desy Ratnasari memilih untuk fokus pada karier dan membesarkan buah hatinya. Selama 23 tahun menjanda, Desy sempat dikabarkan dekat dengan beberapa figur publik, termasuk pengusaha Irwan Mussry dan presenter Ruben Onsu. Namun, hubungan-hubungan tersebut tidak pernah berlanjut ke jenjang yang lebih serius.
Pengalaman Menjadi Perempuan Independen dan Kriteria Calon Pasangan
Baru-baru ini, dalam sebuah kesempatan di podcast bersama Ivan Gunawan, Desy Ratnasari secara blak-blakan membeberkan kriteria calon suami idaman yang ia impikan. Saat ditanya mengenai tantangan mencari pasangan sebagai perempuan yang mandiri dan telah lama sendiri, Desy mengaku bahwa di usianya saat ini, ia justru lebih cepat dalam mengambil keputusan.
“Teh sebagai perempuan yang independen, lama sendiri gitu, sebenarnya semakin sulit enggak sih cari pasangan?” tanya Ivan Gunawan.
Desy Ratnasari menjawab, “Lebih cepat aja ngambil keputusan ya. Kalau dulu kan mungkin ‘siapa tahu ah coba dulu ah mungkin saja. Siapa tahu nanti kalau ini dia mengerti’ kalau sekarang begitu enggak enak bye gitu.”
Pengalaman pribadi Desy juga sempat disinggung, di mana ia pernah didekati oleh pria yang sudah beristri. Dalam situasi seperti itu, Desy punya cara unik untuk menghadapinya, yaitu dengan melibatkan putrinya, Nasywa. Desy menceritakan bagaimana Nasywa dengan tegas akan menanyakan langsung kepada pria tersebut, bahkan mengundang istrinya untuk ikut bertemu.
“Anakku dong keren. Gimana kamu kalau misalnya ada yang datang kamu jawab pertanyaannya?” tanya Desy pada sang putri.
“Iya. Kalau gitu ketemu juga sama istrinya dibawa ke sini,” ujar Nasywa.
“Jadi kalau mau nikahin ibu saya ya udah ajak aja istrinya ke om ke sini,” ujar Desy menirukan ucapan anaknya.

Kriteria Spesifik Calon Suami Idaman Desy Ratnasari
Mendengar cerita tersebut, Ivan Gunawan pun semakin penasaran dengan kriteria spesifik yang dicari Desy Ratnasari untuk pendamping hidupnya di masa tua. Setelah 23 tahun menjanda, Desy rupanya memiliki beberapa syarat yang cukup jelas.
Salah satu kriteria utama yang diungkapkan Desy adalah ia lebih menginginkan pasangan yang berkebangsaan Indonesia. Ia memiliki alasan tersendiri terkait hal ini, terutama dengan kondisi politik global yang semakin kompleks.
“Iya. Saya sih lebih suka orang Indonesia ya. Kalau orang bule kayaknya (nggak). Lagi repot sekarang global politik global repot K. Lu mau ke Indonesia apa ikut lekong gitu. Orang Indonesia aja kita cari. Nanti long ini apa namanya disebutnya LDR entar politik global. Ribet lagi,” jelas Desy Ratnasari.
Selain itu, Desy juga menekankan pentingnya kesetiaan dan dukungan dari calon pasangannya. Ia mengaku selalu menyematkan kriteria calon suami idaman dalam setiap doa-doanya. Harapannya adalah sosok yang tidak hanya memiliki paras tampan dan saleh, tetapi juga memiliki ilmu pengetahuan yang baik, serta memiliki hati yang baik dan pengertian.
“Jadi minta jodoh yang baik, wajahnya tampan, ada apa saleh gitu ya. Punya ilmu baik kasarnya baik rupa dan baik hatinya gitulah.”
Lebih lanjut, Desy mengungkapkan pandangannya tentang kebahagiaan dalam sebuah hubungan. Ia menyadari bahwa materi bukanlah satu-satunya penentu kebahagiaan.
“Untuk menyenangkan hati mah susah ya. kasarnya begini lu happy kalau gue kaya raya terus gue kasih apapun yang lu butuhin kan belum tentu juga mungkin ternyata kebahagiaannya kita itu adalah dia membuat waktu untuk kita bersama,” ungkap Desy.
Di akhir perbincangannya, Desy Ratnasari menunjukkan sikap legawa dan penuh keyakinan. Ia percaya bahwa apapun takdir yang diberikan Tuhan, baik itu menemukan pendamping hidup di akhir usianya maupun tetap sendiri, akan menjadi yang terbaik baginya.
“Kalau sekarang mah saya selalu berpikir gini aja kalau Allah berikan yang terbaik dan itu memang yang terbaik saya punya suami di akhir masa hidup saya ini pasti mudah. Kalau memang ternyata Allah takdirkan saya juga sendiri pasti juga itu mudah untuk berjalan,” tutup Desy Ratnasari dengan senyum penuh ketenangan.

















