Api Melalap Ruko di Jayawijaya, 11 Tewas dan Kerugian Miliaran Rupiah
Wamena, Papua Pegunungan – Ketenangan malam di pusat Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, mendadak pecah oleh kobaran api yang ganas. Sebuah insiden kebakaran hebat melanda deretan rumah toko (ruko) di Jalan Sulawesi, pada Kamis malam, 02 April 2026. Peristiwa tragis ini tidak hanya menghanguskan bangunan dan harta benda senilai miliaran rupiah, tetapi juga merenggut nyawa 11 orang warga.
Kebakaran dilaporkan pertama kali oleh warga sekitar pada pukul 01.00 Waktu Indonesia Timur (WIT). Api dengan cepat membesar dan menjalar, menciptakan pemandangan mengerikan di tengah malam. Saksi mata, Rafi, yang merupakan penjaga toko di area tersebut, menceritakan bagaimana ia terbangun oleh keramaian. Saat keluar untuk memeriksa, ia melihat api sudah berkobar hebat dan merembet ke tiga unit ruko.
Kondisi ruko yang sebagian besar berisi barang dagangan tekstil, seperti pakaian, menjadi faktor utama kecepatan penyebaran api. Bahan-bahan yang mudah terbakar ini membuat api semakin ganas dan sulit dikendalikan.
Upaya pemadaman segera dilakukan. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, dibantu oleh satu unit mobil tangki air dari Hotel Grand Baliem dan satu unit mobil tangki air dari CV. Pikeyro Verhos. Tidak hanya itu, semangat gotong royong masyarakat setempat turut berperan penting. Aparat keamanan dan warga bahu-membahu berusaha memadamkan api. Berkat kerja keras bersama, api akhirnya berhasil dijinakkan pada pukul 03.40 WIT, dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa.
Korban Jiwa dan Kerugian Materiil yang Menghancurkan
Di balik kobaran api yang padam, tersimpan duka mendalam. Sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa nahas ini. Para korban terjebak di dalam bangunan ketika api membesar dengan cepat. Berdasarkan laporan evakuasi, para korban ditemukan di dua lokasi berbeda di dalam kompleks ruko yang terbakar.
- Ruko Milik Haji Arman: Di lokasi ini, tiga jenazah ditemukan, yaitu Haji Arman, Haji Hasma, dan Akila Almirah. Diduga kuat, ketiga korban ini meninggal akibat keracunan asap yang pekat.
- Ruko Milik Haji Faizal: Ruko ini menjadi lokasi penemuan tujuh jenazah lainnya dengan kondisi luka bakar serius. Selain itu, satu korban atas nama Saldi sempat berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Seluruh korban yang meninggal dunia dalam tragedi ini diketahui merupakan warga suku Bugis. Kehilangan sebelas nyawa sekaligus meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan komunitas mereka.
Daftar korban meninggal dunia adalah sebagai berikut:
- Haji Arman (50 tahun)
- Haji Hasma (35 tahun)
- Akila Almirah (9 tahun)
- Semma (60 tahun)
- Amirah (14 tahun)
- Hairani (11 tahun)
- Malika (7 tahun)
- Najiha (2 tahun)
- Saldi (29 tahun)
- Faisal (40 tahun)
- Mirna (36 tahun)
Selain korban jiwa, kebakaran ini juga menghanguskan empat unit ruko yang merupakan milik Haji Leman, Haji Arman, Haji Samsudin, dan Haji Faizal. Kerugian materiil akibat kejadian ini ditaksir mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp6 miliar. Nilai ini mencakup bangunan ruko, seluruh isi dagangan, serta aset lainnya yang ikut ludes terbakar.
Penyelidikan Penyebab Kebakaran
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti dari munculnya api yang begitu cepat membesar dan meluluhlantakkan sebagian pusat pertokoan di Jalan Sulawesi tersebut. Berbagai kemungkinan sedang ditelusuri untuk memastikan kejadian ini tidak terulang kembali di masa mendatang.
Jenazah para korban telah dievakuasi ke RSUD Wamena untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh pihak medis. Setelah semua proses administrasi selesai, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan adat dan kepercayaan masing-masing.
Tragedi kebakaran di Jalan Sulawesi, Jayawijaya, ini tercatat sebagai salah satu insiden kebakaran paling mematikan yang pernah terjadi di wilayah Wamena dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di area yang padat permukiman dan perdagangan, serta perlunya mitigasi risiko yang lebih baik untuk melindungi masyarakat dan aset berharga. Duka mendalam menyelimuti komunitas warga di Jalan Sulawesi, meninggalkan luka yang mungkin akan sulit terhapuskan.



















