🔥 TERKINI

Selain atap Terminal 3 Jebol, 31 Penerbangan Terkena Dampak Cuaca Buruk di Bandara Soekarno-Hatta

Hidayat Oleh: Hidayat
6 dilihat
Senin, 13 April 2026 - 03:59 WIB • Waktu baca: 2 menit
Iklan Atas Artikel (Before Content)

Dampak Jebolnya Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Penerbangan

Insiden jebolnya atap Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang viral di media sosial berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan. Hal ini menyebabkan sejumlah penerbangan dialihkan ke bandara lain atau melakukan divert karena tidak dapat mendarat di bandara terbesar di Indonesia tersebut.

Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan menjelaskan bahwa cuaca buruk yang melanda wilayah Kota Tangerang memengaruhi sekitar 31 lalu lintas penerbangan di bandara tersebut. Akibatnya, sebanyak 10 penerbangan harus dialihkan ke bandara lain.

Daftar Bandara Tujuan untuk Penerbangan Domestik

Beberapa bandara yang menjadi tujuan penerbangan domestik yang dialihkan antara lain:

  • Bandara Yogyakarta
  • Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang
  • Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang
  • Bandara Internasional Radin Inten II Lampung

Sementara itu, penerbangan internasional dialihkan ke Bandara Changi Singapura. Di sana juga terdapat satu pesawat yang melakukan Return To Base karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk mendarat.

Strategi Pengaturan Pendaratan Pesawat

Selama menunggu kondisi cuaca membaik, setiap pilot diminta untuk melakukan putar-putar (holding) terlebih dahulu. Angkasa Pura bekerja sama dengan Airport Operation Control Center (AOCC) untuk menerapkan strategi holding di 8 lokasi di atas langit Jabodetabek secara berkala.

Dalam satu waktu, terdapat hingga 35 pesawat yang sedang berputar-putar selama 30 menit menanti arahan untuk mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

Yudis menjelaskan bahwa strategi yang diterapkan adalah pre-departure clearance (DPC). Awalnya, durasi DPC hanya 10 menit, tetapi jika semakin padat, pesawat diberikan kesempatan 20 menit sekali untuk berangkat. Hal ini bertujuan agar pesawat yang sedang berputar di atas langit Jakarta bisa mendarat dengan aman.

Peran Petugas Pengatur Lalu Lintas Udara

General Manager Airnav Indonesia Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), Widodo mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan petugas pengatur lalu lintas udara (air traffic controllers) guna melayani pesawat yang berangkat maupun tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Petugas yang bekerja di area titik tertinggi di Bandara Soetta bekerja secara bergantian tanpa henti. Mereka terus berkomunikasi dengan setiap pilot maskapai penerbangan untuk memastikan kelancaran lalu lintas pesawat.

“Alhamdulillah kehandalan teman-teman kami petugas ATC bisa memberikan pelayanan dengan sebaik mungkin dengan didukung peralatan yang sangat canggih dan prima demi memastikan keselamatan penumpang pesawat,” ujarnya.


Tinggalkan Tanggapan

Indeks Berita →