Universitas Sahid Membantah Keterkaitan dengan Kasus Tumbler Tuku di KRL
Universitas Sahid (Usahid) turut terlibat dalam kontroversi viral mengenai hilangnya tumbler Tuku di Kereta Rel Listrik (KRL). Banyak netizen menyebut bahwa Anita, pemilik akun Threads @anitadwdl, merupakan mahasiswa atau lulusan kampus tersebut. Namun, pihak kampus segera memberikan klarifikasi resmi untuk menepis isu tersebut.
Pihak Universitas Sahid secara tegas membantah adanya hubungan kelembagaan antara institusi dan individu yang memicu kegaduhan di media sosial. Melalui akun Instagram resmi mereka, Usahid menjelaskan bahwa Anita bukanlah bagian dari civitas akademika kampus.
Pernyataan Resmi Universitas Sahid
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui akun @universitas.sahid, universitas menegaskan bahwa Anita De Wi Lestari tidak tercatat sebagai mahasiswa aktif atau alumni. Berdasarkan data internal, Anita hanya terdaftar sebagai mahasiswa selama beberapa semester, namun tidak menyelesaikan studinya. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Sahid Nomor: 109/USJ-01/A-50/2022 tentang Pemberhentian Mahasiswa Habis Masa Studi dan yang Tidak Memenuhi Ketentuan Akademik Semester Genap T.A. 2021/2022.
Universitas Sahid juga menegaskan bahwa mereka tidak memiliki keterkaitan dengan aktivitas atau kejadian yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut. Kampus meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan kasus ini dengan institusi mereka demi menjaga akurasi informasi dan menghindari kesalahpahaman publik.
Kronologi Singkat Kasus Tumbler Tuku Viral
Kasus ini bermula ketika Anita (@anitadwdl) mengaku kehilangan tasnya yang berisi tumbler Tuku di KRL. Meskipun petugas keamanan KAI sempat menemukan tasnya, tumbler di dalamnya diklaim hilang saat Anita mengambilnya keesokan hari.
Anita kemudian mengunggah pesan yang menyebutkan bahwa tumbler miliknya hilang karena ketidak tanggung jawab petugas PT KAI. Ucapan tersebut menjadi viral dan menyeret petugas layanan penumpang Stasiun Rangkasbitung, Argi. Argi, yang dituding terlibat, bahkan sempat mengaku terancam dipecat. Ia menawarkan ganti rugi, namun ditolak.
Petugas KAI Tidak Dipecat, Kasus Berakhir Damai
Akhir dari drama hilangnya tumbler Tuku ini berujung manis. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan bahwa petugas Argi tidak dipecat dan tetap bertugas. Kedua belah pihak yang terlibat dalam insiden ini telah mencapai kesepakatan damai secara kekeluargaan melalui mediasi.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan komitmen perusahaan untuk melindungi karyawannya. “Setiap Insan KAI berkomitmen melayani pelanggan dengan dedikasi yang tinggi. Pada saat yang sama, perusahaan berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja dalam menjalankan peran mereka,” ujar Bobby.
Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, juga menegaskan bahwa penyelesaian secara kekeluargaan ini merupakan bentuk keterbukaan KAI. “KAI memastikan seluruh proses pelayanan pelanggan berjalan sesuai ketentuan. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap petugas terkait sebagaimana isu yang sebelumnya beredar,” jelas Anne.
Penutup
Klarifikasi dari Universitas Sahid ini menutup satu babak dari drama viral ini, sekaligus meluruskan informasi mengenai status netizen yang memicu polemik tersebut. Dengan adanya pernyataan resmi, kampus berharap masyarakat dapat lebih waspada dalam menyebarkan informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum tentu benar.



















