Pada setiap kendaraan bermotor, speedometer tidak hanya berfungsi sebagai alat pengukur kecepatan. Tidak jarang, speedometer juga dilengkapi dengan berbagai indikator lain yang berguna untuk memantau kondisi kendaraan secara keseluruhan. Salah satu indikator yang sering ditemukan adalah indikator bensin, yang biasanya menampilkan tanda huruf “F” dan “E”.
Meskipun sebagian orang mengira bahwa tanda “E” berarti bensin di tangki habis, kenyataannya tidak sepenuhnya demikian. Banyak orang memahami bahwa huruf “F” berasal dari kata “full” atau penuh, sedangkan “E” diartikan sebagai “empty” atau kosong. Namun, hal ini tidak sepenuhnya akurat dalam konteks indikator bensin pada kendaraan.
Menurut Tri Haryanto, seorang mekanik sekaligus pemilik bengkel Mekanik Otodidak, indikator bensin yang menunjukkan huruf “E” bukan berarti bensin benar-benar habis. Ia menjelaskan bahwa masih terdapat sisa bensin di dalam tangki, meskipun jumlahnya relatif kecil.
“Jika kapasitas tangki bensin kendaraan adalah 5 liter, maka saat indikator menunjukkan huruf ‘E’, artinya masih tersisa sekitar 10 hingga 15 persen dari kapasitas total,” ujarnya. Dengan demikian, jika kapasitas tangki mencapai 5 liter, maka sisa bensin yang tersisa adalah sekitar 500 mililiter atau 0,5 liter.
Tri Haryanto, yang akrab disapa TH, menambahkan bahwa tanda “E” dan “F” dapat ditemukan pada semua jenis indikator bensin, baik yang analog maupun digital. Hal ini memberi informasi kepada pengendara tentang kondisi bensin di dalam tangki.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa sistem indikator bensin bekerja melalui sebuah alat yang disebut pelampung indikator BBM. Pelampung ini berada di dalam tangki bensin dan berfungsi sebagai sensor yang mengirimkan sinyal ke panel indikator. Dengan demikian, pengemudi dapat mengetahui jumlah bensin yang tersisa di dalam tangki tanpa harus membuka tutup tangki.
Beberapa orang mungkin merasa khawatir ketika indikator menunjukkan tanda “E”, karena mereka mengira bensin telah habis. Namun, menurut TH, hal ini justru menjadi peringatan awal agar pengemudi segera mengisi bensin. Meskipun masih tersisa 10 hingga 15 persen, pengisian bensin sebaiknya dilakukan sebelum indikator mencapai titik yang lebih parah.
Adapun untuk indikator digital, biasanya akan menampilkan angka atau garis yang menunjukkan tingkat bensin secara akurat. Sementara itu, pada indikator analog, tanda “E” dan “F” tetap menjadi acuan utama.
Dengan memahami arti dari tanda “E” dan “F” pada indikator bensin, pengemudi dapat lebih bijak dalam mengatur penggunaan bensin. Selain itu, pemahaman ini juga bisa mencegah kerusakan pada mesin akibat kehabisan bensin yang terlalu mendadak.
Sebagai catatan tambahan, pengemudi sebaiknya tidak mengandalkan indikator bensin sepenuhnya. Jika memungkinkan, selalu periksa jumlah bensin secara manual dengan menggunakan meteran bensin yang terpasang di tangki. Dengan begitu, risiko kehabisan bensin bisa diminimalkan.




















