Aksi “Mimbar Rakyat” Memperingati Satu Tahun Isu Ijazah Palsu Jokowi
Massa dari berbagai kelompok menggelar aksi yang diberi nama “Mimbar Rakyat” di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada hari Kamis (16/4/2026). Aksi ini digelar untuk memperingati satu tahun isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Massa membawa berbagai atribut seperti spanduk dan poster besar yang berisi tuntutan keras terhadap pemerintahan saat ini.
Aksi ini juga diwarnai kritik terhadap kepemimpinan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, orasi dari tokoh-tokoh seperti Roy Suryo turut memperkuat pesan yang disampaikan oleh massa. Dalam orasinya, Roy Suryo menyerukan agar Presiden Jokowi menunjukkan ijazahnya.
Beberapa spanduk utama yang dibentangkan oleh massa mencolok dan jelas terlihat. Salah satunya bertuliskan “TANGKAP dan ADILI JOKOWI!” sedangkan yang lainnya memiliki warna merah jambu dengan tulisan “MAKZULKAN GIBRAN”. Aksi ini juga memperingati “1 Tahun Membongkar Ijazah Palsu Jokowi”, sehingga isu tersebut kembali muncul dalam peringatan ini.
Selain isu ijazah, massa aksi juga menyoroti berbagai masalah nasional yang dinilai serius. Beberapa poin penting yang mereka sampaikan antara lain:
- Kerusakan sumber daya alam yang dinilai parah.
- Massa menyatakan bahwa kerusakan lingkungan semakin memburuk dan tidak ada upaya nyata dari pemerintah untuk memperbaikinya.
- Peraturan yang dibuat berdasarkan kebutuhan kekuasaan.
- Mereka mengkritik adanya regulasi yang dianggap hanya menguntungkan pihak tertentu.
- Pelemahan KPK.
- Massa menilai KPK sebagai lembaga anti-korupsi yang semakin melemah akibat intervensi dari pihak eksternal.
- Masalah pendidikan anak bangsa yang terpinggirkan.
- Mereka menyoroti kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah.
- Isu perpecahan bangsa melalui penggunaan buzzer.
- Massa mengkhawatirkan adanya penyebaran informasi yang bisa memicu polarisasi masyarakat.
Massa aksi yang hadir berasal dari berbagai elemen, termasuk Gerakan Aksi Ummat Melawan Ketidakadilan dan kelompok UI Watch. Selain itu, beberapa kelompok purnawirawan TNI juga turut serta dalam aksi ini. Mereka menunjukkan dukungan terhadap langkah-langkah yang diambil oleh pihak oposisi.
Di atas mobil komando, para tokoh yang hadir memberikan orasi dengan menggunakan pengeras suara besar. Salah satu dari mereka, Rizal Fadillah, juga menyampaikan pandangan tentang pentingnya transparansi dalam pemerintahan. Orasi-orasi ini dilengkapi dengan baliho yang dipasang di atas mobil komando, menjelaskan poin-poin keberatan massa secara rinci.
Aksi ini menunjukkan bahwa isu-isu yang disampaikan oleh massa tidak hanya berkaitan dengan ijazah, tetapi juga berbagai masalah struktural yang dianggap mengganggu stabilitas negara. Massa berharap pemerintahan saat ini dapat segera menangani masalah-masalah tersebut dengan lebih baik.



















