Kekalahan Arsenal dari Manchester City, Arteta Mengakui Kesempatan yang Terlewat
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara kedua tim dalam pertandingan melawan Manchester City di Stadion Etihad. Meski kalah dengan skor 1-2, Arteta menilai bahwa pertandingan tersebut berjalan seimbang dan penuh ketegangan.
Pertandingan ini menjadi salah satu laga penting dalam persaingan gelar Liga Inggris. Kemenangan Manchester City berhasil memangkas selisih poin dengan Arsenal menjadi hanya tiga poin. Tim asuhan Pep Guardiola akan bertandang ke Burnley pada Rabu malam mendatang. Jika bisa meraih kemenangan, mereka akan menggantikan posisi Arsenal sebagai pemimpin klasemen.
Dalam pertandingan tersebut, Manchester City unggul lebih dulu lewat gol individu Rayan Cherki pada menit ke-16. Namun, Arsenal mampu menyamakan skor melalui Kai Havertz dua menit kemudian. Pada menit ke-65, Erling Haaland mencetak gol penentu kemenangan bagi tim tuan rumah.
Meskipun memiliki beberapa peluang emas, Arsenal gagal memanfaatkannya secara maksimal. Arteta mengakui bahwa para pemainnya tidak cukup tenang dalam situasi kritis. Ia menilai bahwa Manchester City lebih mampu memanfaatkan peluang yang mereka miliki.
“Ketika Anda tidak memanfaatkan peluang dan mereka memiliki kualitas individu, itulah risikonya. Karena Anda akan kalah dalam pertandingan,” ujar Arteta kepada Sky Sports. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara kedua tim.
Arteta menyebutkan bahwa ada faktor keberuntungan dalam pertandingan ini. Gol kedua Arsenal dibelokkan dan jatuh ke kaki Haaland. Selain itu, kualitas individu Manchester City juga turut memengaruhi hasil pertandingan.
“Ada juga kualitas individu, untuk tetap tenang, tepat, dan tanpa ampun. Anda harus berada di sana,” tambahnya. Arteta menilai bahwa timnya sudah melakukan yang terbaik dalam pertandingan tersebut. Meski begitu, ia mengakui bahwa kesempatan besar yang didapat tidak dimanfaatkan secara optimal.
- Di babak kedua, Eberechi Eze membentur tiang gawang.
- Gabriel juga membentur tiang gawang dengan sundulan di akhir pertandingan.
- Arteta menganggap kekalahan ini disebabkan oleh selisih tipis yang terjadi.
“Kami menciptakan situasi yang kami rasa bisa kami ciptakan,” lanjut Arteta. Ia menilai bahwa ada satu situasi di mana Kai Havertz berada di posisi onside di garis tengah lapangan, benar-benar bebas untuk berduel satu lawan satu. “Kami berhasil melakukannya.”
Arteta juga menegaskan bahwa timnya telah membawa Arsenal ke level yang sangat kompetitif. “Itulah level yang harus Anda capai untuk memenangkannya.” Ia menilai bahwa Arsenal memiliki peluang besar untuk menang, tetapi gagal memanfaatkannya.
“Ada beberapa peluang besar di depan gawang, seperti yang kami miliki saat melawan mereka, di mana Anda perlu memanfaatkannya untuk pulang dari Etihad dengan tiga poin.”
Pertandingan ini juga memiliki kesamaan dengan 28 menit pertama final piala. Arteta menyebutkan bahwa Arsenal memiliki dua peluang besar untuk unggul, tetapi gagal memanfaatkannya. Hal ini mengubah jalannya pertandingan.
“Kami menjalani pertandingan demi pertandingan. Kami memiliki momen-momen yang sangat bagus beberapa hari yang lalu di Liga Champions melawan Sporting. Kami memainkan begitu banyak pertandingan.”
Arteta mengatakan bahwa Arsenal adalah satu-satunya tim yang terus bermain, bermain, bermain, dan bermain. Namun, ia yakin bahwa timnya mampu menghadapi Manchester City dan bahkan melakukan yang lebih baik.
“Masih ada lima pertandingan tersisa, tetapi kami akan berusaha semaksimal mungkin. Kami sangat yakin kami bisa melakukannya. Hari ini kami telah menunjukkan kepada tim bahwa kami mampu. Ini masih di tangan kami, dan kemenangan bisa diraih.”


















