Proses perceraian antara Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi masih berlangsung di pengadilan. Meskipun hubungan mereka kini terus menuju akhir, Mawa memilih untuk tetap menjaga kepentingan anak-anak mereka sebagai prioritas utama.
Meski hubungan suami istri telah memasuki fase perpisahan, komunikasi antara anak dan ayah tidak sepenuhnya diputus. Mawa justru memberikan ruang bagi anaknya untuk tetap mengenal sosok ayah secara penuh. Hal ini menunjukkan bahwa ia berusaha menjaga keseimbangan antara keputusan hukum dengan perasaan emosional yang mungkin timbul dari konflik tersebut.
Pernikahan yang dibangun sejak tahun 2019 itu kini memasuki tahap akhir setelah diterpa berbagai masalah. Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan perselingkuhan yang memperburuk hubungan antara keduanya. Gugatan cerai akhirnya resmi diajukan oleh Mawa ke Pengadilan Agama Lubuk Pakam pada Februari 2026. Sejak saat itu, proses hukum terus berjalan tanpa adanya kesepakatan final antara kedua belah pihak.
Di tengah situasi ini, Insanul diketahui beberapa kali datang ke rumah untuk bertemu dengan anaknya. Kehadirannya tidak dihalangi oleh Mawa meskipun hubungan personal mereka sudah tidak lagi harmonis. Namun, Mawa memilih untuk menjaga jarak secara langsung dengan mantan pasangan hidupnya tersebut. Ia lebih sering menghindar dan tidak melakukan komunikasi tatap muka ketika Insanul datang.
“Memang dia sempat datang, biasanya setelah salat Jumat, tapi aku memilih tetap di kamar,” ujar Mawa dalam wawancara melalui YouTube Intens Investigasi, Minggu (19/4/2026).
“Aku tidak ingin ada interaksi langsung dulu, biar semuanya lebih tenang,” tambahnya.
Untuk urusan komunikasi dengan anak, Mawa menyerahkan sepenuhnya kepada pengasuh. Hal ini dilakukan agar interaksi tetap berjalan tanpa harus mempertemukan kedua orang tua secara langsung.
“Selama ini komunikasinya lewat pengasuh saja,” katanya singkat.
“Yang penting anak tetap bisa berhubungan dengan ayahnya tanpa hambatan,” tambah Mawa.
Mawa menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat membatasi akses Insanul sebagai ayah. Baginya, peran ayah tetap penting bagi tumbuh kembang sang anak.
“Silakan saja kalau mau datang, pintu rumah tetap terbuka,” ucapnya.
“Yang penting anakku tidak kehilangan sosok ayah,” imbuhnya tegas.
Di sisi lain, persoalan nafkah masih menjadi perdebatan dalam proses perceraian ini. Hingga kini, Insanul belum menyetujui nominal tuntutan yang diajukan Mawa dan hal tersebut akan diputuskan dalam sidang lanjutan.




















