Penunjukan Muhammad Fadlansyah sebagai Plh Sekda Sultra
Muhammad Fadlansyah resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra), menggantikan Asrun Lio. Penunjukan ini dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) yang diserahkan langsung oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, di ruang pola Kantor Gubernur Sultra, Kompleks Bumi Praja, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, pada Senin (20/4/2026).
Penyerahan SK ini berlangsung bersamaan dengan pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV. Sebelumnya, Fadlansyah menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sultra. Di hari yang sama, ia juga dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra.
Jabatan Plh biasanya diisi selama 3 hingga 30 hari hingga ada pejabat definitif. Gubernur Andi Sumangerukka menyatakan bahwa nama Fadlansyah telah diajukan ke kementerian untuk menjabat sebagai Penjabat (Pj) atau Sekda.
“Fadlansyah diusulkan namanya karena selama berkomunikasi, ia menunjukkan sikap yang baik,” ujar Gubernur Sultra.
Perpindahan Asrun Lio ke Dunia Akademik
Sebelumnya, Asrun Lio telah mengajukan permohonan mutasi dari jabatan Sekda Sultra untuk kembali menjadi dosen di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Permohonan tersebut diajukan secara pribadi sebagai bagian dari rencana melanjutkan pengabdian di dunia pendidikan perguruan tinggi.
Asrun Lio mengatakan surat pengajuan mutasi tersebut telah dikirim sejak pertengahan Maret 2026. Melalui Rektor UHO kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek) sesuai mekanisme yang berlaku.
“Saya mengajukan diri untuk kembali mengajar sebagai dosen dengan jabatan Lektor Kepala di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo,” ujar Asrun, Sabtu (4/4/2026) lalu.
Proses Mutasi yang Terjadi
Proses mutasi ini dilakukan dengan memperhatikan aturan yang berlaku. Asrun Lio memilih untuk kembali ke dunia akademik setelah menjalani tugas sebagai Sekda Sultra. Ia merasa bahwa pengabdian di bidang pendidikan lebih sesuai dengan minat dan keahliannya.
Permohonan mutasi ini juga didukung oleh rektorat UHO, yang menyetujui pengajuan Asrun Lio untuk kembali menjadi dosen. Hal ini menunjukkan bahwa perpindahan tersebut tidak hanya merupakan keinginan pribadi, tetapi juga mendapat dukungan institusi.
Peran Fadlansyah dalam Pemerintahan Sultra
Fadlansyah memiliki pengalaman yang cukup luas dalam pemerintahan. Sebagai mantan Kepala Dinas Dukcapil Sultra, ia memahami dinamika kerja di lingkup pemerintahan daerah. Selain itu, ia juga dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan, yang menunjukkan bahwa pemerintah daerah percaya padanya untuk menjalankan berbagai tanggung jawab.
Dengan penunjukan Fadlansyah sebagai Plh Sekda, pemerintahan Sultra akan terus berjalan meskipun sedang mencari pejabat definitif. Ia diharapkan mampu menjaga stabilitas dan efisiensi pemerintahan daerah.
Tantangan dan Harapan
Meski posisinya sementara, Fadlansyah dihadapkan pada tantangan besar dalam menjalankan tugas sebagai Plh Sekda. Ia harus mampu memimpin sekaligus mengkoordinasi berbagai dinas dan instansi pemerintahan.
Harapan besar ditempatkan pada Fadlansyah, termasuk dari masyarakat dan para pemangku kepentingan. Ia diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Sultra.




















