Mikel Arteta, pelatih Arsenal, menunjukkan rasa frustrasinya setelah timnya hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Atletico Madrid dalam leg pertama semifinal Liga Champions UEFA. Pertandingan yang berlangsung di ibu kota Spanyol tersebut menjadi sorotan karena adanya kontroversi terkait keputusan wasit dan penggunaan VAR.
Pertandingan dimulai dengan tensi tinggi sejak menit awal. Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti Viktor Gyokeres pada menit ke-44. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama karena Julian Alvarez mencetak gol penyama kedudukan lewat penalti 12 menit kemudian.
Kontroversi muncul ketika Arsenal merasa layak mendapatkan penalti kedua. Insiden terjadi saat pemain pengganti Eberechi Eze dijatuhkan oleh bek Atletico, David Hancko, di dalam kotak penalti. Wasit asal Belanda, Danny Makkelie, awalnya memberikan penalti sebelum akhirnya memutuskan untuk meninjau ulang melalui VAR atas rekomendasi Dennis Higler.
Setelah melihat tayangan ulang beberapa kali, Makkelie membatalkan keputusannya. Keputusan ini memicu protes dari pihak Arsenal, sementara tim tuan rumah yang dilatih oleh Diego Simeone tampak aktif memberikan tekanan dari pinggir lapangan.
Arteta mengaku sangat kecewa dengan keputusan tersebut. Menurutnya, tidak ada kesalahan yang jelas dan nyata sehingga keputusan awal seharusnya tidak dibatalkan. “Saya sangat marah dengan bagaimana penalti terhadap Eze bisa dibatalkan seperti itu, padahal tidak ada kesalahan yang jelas dan nyata. Ini mengubah jalannya pertandingan dan di level seperti ini hal itu tidak bisa terjadi,” ujar Arteta dikutip dari ESPN.
Pelatih berusia 44 tahun ini juga menegaskan bahwa terdapat kontak yang cukup jelas saat insiden tersebut. Ia mempertanyakan alasan perubahan keputusan setelah peninjauan yang berulang-ulang. Menurut Arteta, momen itu sangat krusial mengingat perjuangan panjang timnya untuk mencapai semifinal.
Di sisi lain, Simeone memiliki pandangan berbeda. Ia menilai keputusan-keputusan yang diambil selama pertandingan sudah menjadi bagian dari dinamika permainan. Termasuk peran VAR yang bisa memberikan keuntungan maupun kerugian. “Untuk penalti pertama, menurut saya ada dorongan dari belakang. Lalu untuk handball, itu diberikan berkat VAR, dan penalti kedua tidak diberikan juga karena VAR. Terkadang VAR memberi, terkadang juga mengambil,” ujar Simeone.
Hasil imbang 1-1 membuat peluang kedua tim untuk melangkah ke final masih terbuka lebar. Namun, Arsenal dinilai memiliki keuntungan karena akan menjadi tuan rumah pada leg kedua pekan depan. Klub asal London itu berpeluang besar untuk melangkah ke final Liga Champions pertama mereka dalam dua dekade terakhir.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pertandingan
- VAR sebagai Penentu: Penggunaan VAR dalam pertandingan ini menjadi titik kritis. Meski awalnya memberikan penalti, keputusan akhirnya dibatalkan, yang memengaruhi jalannya pertandingan.
- Kontroversi Keputusan Wasit: Kritik terhadap wasit dan keputusan VAR datang dari sisi Arsenal, sementara Atletico dan pelatih Simeone melihatnya sebagai bagian dari dinamika pertandingan.
- Tensi Permainan: Pertandingan berjalan sengit sejak awal, dengan kedua tim saling menekan dan menciptakan peluang.
- Strategi Tim: Performa tim dan strategi pelatih memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan skor hingga akhir babak pertama.
Peluang di Leg Kedua
Leg kedua akan menjadi pertandingan krusial bagi Arsenal. Sebagai tuan rumah, mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki situasi dan mengamankan tiket ke final. Dengan performa yang stabil dan dukungan dari pendukung, tim asal London berpotensi meraih kemenangan yang akan membawa mereka ke final Liga Champions.




















