Strategi Pertukaran Pasangan yang Efektif dalam Pertandingan Grup Thomas dan Uber Cup 2026
Strategi pertukaran pasangan di sektor ganda oleh tim pelatih bulu tangkis Indonesia terbukti sangat efektif selama fase grup Thomas dan Uber Cup 2026. Dengan perubahan yang dilakukan, baik tim putra maupun putri mampu meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal.

Tim bulu tangkis putra Indonesia berhasil mengalahkan Aljazair dan Thailand, sementara tim putri mampu menaklukkan Kanada dan Australia. Perubahan strategi ini dimulai dari sektor ganda putra, yang menjadi titik fokus utama dalam penyesuaian taktik.
Perubahan di Sektor Ganda Putra
Fajar Alfian, yang biasanya berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri, digantikan oleh Nikolaus Joaquin. Duet Fajar/Joaquin menunjukkan performa yang luar biasa setelah mengalahkan wakil Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul. Pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho, menjelaskan alasan perubahan ini.
“Kami menurunkan pemain yang paling siap untuk menghadapi pertandingan melawan Thailand,” ujar Anton. “Kondisi Fikri saat ini tidak dalam keadaan optimal, sehingga kami memutuskan untuk memasangkan Fajar dengan Joaquin sebagai ganda kedua.”
Menurut Anton, pemilihan Fajar bukan hanya didasarkan pada kemampuan teknis, tetapi juga karakter permainannya yang sesuai dengan laju shuttlecock yang cepat. Selain itu, pengalaman Fajar dinilai sangat membantu Joaquin dalam situasi penting.
“Pemilihan Fajar didasarkan pada karakter permainannya yang dinilai sangat sesuai dengan laju shuttlecock yang cepat di sini,” ucap Anton. “Selain itu, dari segi pengalaman dan jam terbang, kami meyakini bahwa Fajar mampu membantu Joaquin untuk tampil secara optimal, terutama apabila pertandingan menjadi penentu kemenangan.”
Anton juga menambahkan bahwa pergantian pasangan bukanlah hal baru bagi tim pelatih. “Dalam sesi latihan sehari-hari, kami telah cukup sering melakukan berbagai variasi kombinasi pasangan, sehingga proses adaptasi bukan menjadi hal yang kami khawatirkan.”
Performa Apik Fajar/Joaquin
Penampilan Fajar/Joaquin terbukti mampu menyamakan kedudukan 2-2 melawan Thailand. Setelah itu, Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed menjadi penentu kemenangan 3-2 atas Thailand. Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang diambil oleh tim pelatih memberikan hasil yang maksimal.
Perubahan di Sektor Ganda Putri
Tidak hanya di sektor ganda putra, tim putri juga melakukan perubahan komposisi pasangan. Pergantian ini terjadi ketika Indonesia melawan Australia pada laga kedua Grup C Uber Cup 2026. Febriana Dwipuji Kusuma, yang biasanya berpasangan dengan Meilysa Trias Puspitasari, diganti oleh Rachel Allessya Rose.
Perubahan ini memberikan hasil positif, karena Ana/Rachel mampu mengalahkan Jesslyn Carrisia/Victoria Tjonadi dengan skor 21-7, 21-12. Kepala pelatih ganda putri, Karel Mainaky, menjelaskan alasan perubahan ini.
“Keputusan untuk menurunkan Febriana dan Rachel pada pertandingan melawan Australia sudah kami pertimbangkan secara matang,” ujar Karel. “Kami melihat kondisi keduanya saat ini dalam keadaan paling siap.”
Karel menambahkan bahwa pola permainan Febriana dan Rachel cocok untuk dipasangkan dan menghadapi karakter permainan lawan. Di sisi lain, tim pelatih juga berupaya menjaga kondisi Rachel Febi dan Trias agar lebih prima pada pertandingan melawan Thailand.
“Sementara itu, untuk Febi dan Trias, kami memutuskan untuk mengistirahatkan mereka pada laga kali ini,” ujar Karel. “Kami ingin menjaga kondisi mereka agar tetap prima untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.”
Persiapan untuk Pertandingan Terakhir Fase Grup
Baik tim putra maupun putri akan menjalani pertandingan terakhir fase grup pada hari ini, Selasa (28/4/2026). Tim putri akan menghadapi Taiwan untuk menentukan juara Grup C, sedangkan tim putra akan menantang juara Eropa, Prancis. Dengan strategi yang telah terbukti efektif, Indonesia berharap bisa meraih hasil maksimal di pertandingan terakhir ini.


















