Peresmian Rumah Maggot Terbesar di Tanah Papua
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya resmi meresmikan rumah maggot terbesar di Tanah Papua, yang berlokasi di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong. Peresmian dilakukan pada 30 April 2026. Fasilitas ini memiliki kemampuan mengolah hingga 500 kilogram sampah organik per hari menjadi pakan ternak berprotein tinggi dan pupuk organik yang bernilai ekonomi.
Tujuan dan Manfaat Rumah Maggot
Fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam menerapkan ekonomi sirkular dan menekan emisi gas metana di wilayah tersebut. Selain itu, program ini juga menjadi solusi konkret untuk mengatasi masalah limbah sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, menjelaskan bahwa pembangunan rumah maggot tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. “Ini merupakan rumah maggot terbesar di Tanah Papua saat ini. Kami ingin menjadikannya sebagai percontohan dalam pengolahan sampah organik,” ujarnya.
Rumah maggot ini dibangun dengan ukuran sekitar 15 x 9 meter dan memiliki kapasitas pengolahan sampah organik mencapai 400 hingga 500 kilogram per hari. Dari proses tersebut, fasilitas ini mampu menghasilkan sekitar 50 kilogram maggot setiap harinya.
Keunggulan Teknologi Maggot
Menurut Julian, maggot menjadi solusi efektif dalam mengurai sampah organik, seperti limbah dapur rumah tangga, hotel, pasar, hingga rumah sakit. Selain mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, hasil olahan maggot juga memiliki nilai ekonomi.
“Hasilnya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan pakan ternak dengan kandungan protein tinggi,” katanya. Ia menambahkan, pemanfaatan maggot tidak hanya berdampak pada pengurangan sampah, tetapi juga mendukung sektor pertanian dan peternakan.
Pupuk organik dari maggot dapat meningkatkan kualitas hasil panen, sementara maggot menjadi alternatif pakan ternak yang lebih efisien dan terjangkau. Lebih jauh, pengolahan sampah organik dengan metode ini juga berkontribusi dalam menekan emisi gas metana yang berpotensi mempercepat pemanasan global dan perubahan iklim.
Strategi Pengembangan Masa Depan
Saat ini, pasokan sampah organik masih berasal dari wilayah sekitar dengan jangkauan terbatas. Namun ke depan, pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pihak untuk memperluas cakupan pengolahan.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya juga berencana mengembangkan rumah maggot serupa di berbagai wilayah sebagai bagian dari strategi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. “Kami akan dorong pengembangan ini di seluruh Papua Barat Daya, terutama di daerah dengan persoalan sampah tinggi,” kata Kelly Kambu.
Prioritas Pembangunan Daerah
Pengelolaan sampah juga akan menjadi salah satu program prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah, termasuk dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2027. Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menjadi fondasi untuk pembangunan yang lebih berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.














