Kasus Pemukulan di Kantor Firma Hukum MPP Kembali Memanas
Insiden dugaan pemukulan terhadap Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A Sinaga alias Bro Ron, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kembali memicu perdebatan. Seorang terduga pelaku berinisial MRB akhirnya muncul dan memberikan pengakuan yang berbeda mengenai kejadian tersebut.
MRB melaporkan balik Bro Ron ke Polsek Menteng pada Senin (4/5/2026) atas dugaan penganiayaan dengan pasal 466 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Dalam keterangannya, MRB mengklaim bahwa dirinya lebih dulu menerima kekerasan verbal hingga fisik sebelum aksi pemukulan terhadap Bro Ron terjadi.
Klaim Ada Ucapan Rasis
Menurut MRB, kejadian bermula ketika Bro Ron datang ke kantor firma hukum MPP dan melontarkan ucapan bernada kasar hingga rasis. Ia menyebutkan bahwa Bro Ron mengatakan, “(Disebutkan) Kamu ang-nya siapa, kamu babu nya siapa, kamu babu nya siapa kamu itu bo*ek dasar An kamu,” ujar MRB dikutip dari Kompas.com, Kamis (7/5/2026).
Selain itu, MRB juga mengklaim mendapat pukulan di bagian ulu hati. Menurutnya, dirinya berada di lokasi karena diminta saudaranya yang merasa ketakutan akibat banyak orang berada di kantor tersebut.
“Ada sudara yang bekerja di sana. Saudara saya menelpon bahwa mereka takut, karena banyak orang di kantor mereka,” jelasnya.
Emosi dan Pemukulan Balasan
MRB mengatakan dirinya sempat mencoba menahan emosi dan mempertanyakan alasan Bro Ron melakukan kekerasan fisik. Ia mengatakan, “Saya bilang ‘Silakan abang ngomong-ngomong aja, abang tidak usah main tangan, saya salah apa?’ gitu. Langsung dia tarik di sini lagi (memegang kepala belakang),” ujar MRB Selasa (5/5/2026) dilansir dari Kompas TV.
Perselisihan tersebut sempat dilerai pihak kepolisian. Setelah dipisahkan, MRB mengaku turun ke lantai bawah. Namun, emosi yang belum mereda membuat dirinya kembali naik dan melayangkan pukulan kepada Bro Ron.
“Sempat dipisahin, saya turun ke bawah, karena saya masih enggak terima, saya balas pukul dia itu. Itu pemukulan balasan, bukan tiba-tiba saya pukul duluan,” jelasnya.
“Jadi karena dia pukul duluan dari ulu hati saya, ditambah dia caci maki saya,” tutur MRB.
MRB juga menyinggung adanya aksi balasan dari pihak Bro Ron dalam keributan tersebut. “Mereka balas ke kita lagi, mereka mukul adik saya ini mukul pakai bangku,” ungkapnya.
Bro Ron Bantah Semua Tuduhan
Di sisi lain, Ronald membantah seluruh tuduhan yang disampaikan MRB. Ia menegaskan tidak pernah melakukan pemukulan lebih dulu maupun melontarkan ucapan rasis.
“Tidak ada pernyataan rasis dan tidak ada pemukulan duluan dari saya. Kalau saya pukul duluan, silakan proses hukum,” ujar Ronald lewat pesan singkat kepada Kompas.com, Selasa (5/5/2026).
Ronald juga menepis tudingan soal ucapan bernada rasis. “Pernyataan rasis tidak mungkin ada. Sopir saya ada di lokasi dan dari suku yang sama dengan mereka,” tambahnya.
Menurut Ronald, keributan terjadi ketika pihak terduga pelaku ingin mengamankan kantor firma hukum MPP. Saat itu, dirinya bersama sejumlah karyawan PT SPS tengah berada di lokasi untuk melakukan audiensi terkait persoalan gaji yang belum dibayarkan.
“Kita tidak larang mereka mengamankan kantor, tetapi teman-teman SKS keberatan meninggalkan lantai 4 gedung,” tambah Ronald.




















