Teknologi Baru dalam Pengangkutan Tambang Bawah Tanah
Para pekerja tambang di bawah tanah sudah menyadari bahwa profesinya menghadapi risiko yang tinggi. Untuk menekan risiko tersebut, teknologi operasi underground hauling di tambang bawah tanah harus terus melakukan inovasi. Terlebih lagi, material tambang yang diangkut melewati terowongan sempit dengan lebar hanya 5,6 meter. Hal ini membutuhkan ketelitian tingkat tinggi dalam setiap pergerakan.
Inovasi dalam bidang ini dilakukan oleh PT Sanggar Sarana Baja (SSB), yang berhasil mengembangkan road train sebagai solusi atas kompleksitas underground hauling. Teknologi dari anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) ini mendapatkan pasar tersendiri karena bekerja sama dengan MSM Mongolia, selaku pemegang lisensi Mercedes di Mongolia.
Dua perusahaan ini berhasil menciptakan terobosan rekayasa yang mendefinisikan ulang standar kendaraan angkut pertambangan. Direktur PT SSB, Johan Budisusetija, menjelaskan bahwa keunggulan inovasi road train dari PT SSB terletak pada kemampuan meningkatkan kapasitas muatan secara signifikan, mereduksi jumlah ritase, serta tetap menjamin faktor keselamatan di medan operasional yang menantang.
Tidak hanya sekadar memproduksi, anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) itu juga menyediakan layanan perbaikan dan perawatan alat berat untuk menghadapi kompleksitas underground hauling. “Inovasi ini tidak hanya memiliki nilai kebaruan, tetapi juga menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan solusi yang relevan terhadap kebutuhan pasar,” jelas Johan Budisusetija.
Untuk diketahui, road train dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan di tambang bawah tanah karena memiliki daya angkut lebih besar dibandingkan dump truck konvensional. Selain peningkatan efisiensi, road train juga berkontribusi pada pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi. Hal ini sejalan dengan praktik pertambangan berkelanjutan yang dijalankan perusahaan.
“Di tambang bawah tanah itu berisiko tinggi karena terowongannya sempit, lebarnya hanya sekitar 5,6 meter. Tentu saja ini memerlukan ketelitian karena juga terkait faktor keselamatan,” lanjut Johan.
Berbagai fitur keselamatan juga disematkan agar para pekerja tetap merasa aman. Road train dibekali fitur-fitur steering axle untuk menyesuaikan di terowongan sempit. Kendaraan tambang ini juga dilengkapi sistem berbasis radar dan kamera, serta sistem yang memastikan muatan tetap terkontrol.
“Road train yang merupakan inovasi engineering yang lahir dari Indonesia mampu menjawab kebutuhan nyata industri tambang global dan menciptakan nilai bisnis yang terukur. Ke depan kami akan terus membuka peluang ekspansi serta kolaborasi yang lebih luas,” tutup Johan.
Sejak dikembangkan tiga tahun lalu, SSB telah mengekspor road train ke Mongolia berkat kerja sama join development dengan MSM sebagai truck dealer di Mongolia.



















