Kecelakaan di Batam: Dua Bocah Tewas Tenggelam Saat Bermain di Waduk
Di kawasan Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terjadi kecelakaan yang menyebabkan dua anak laki-laki meninggal dunia akibat tenggelam. Kejadian tersebut terjadi pada Senin (11/5/2026) siang saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Korban diketahui berinisial Ara (11) dan Aap (8). Sementara itu, seorang anak lainnya, ZAQ (12), berhasil selamat setelah mencoba menolong kedua temannya. Kapolsek Sei Beduk, Alex, menjelaskan bahwa ketiga bocah tersebut sedang bermain di sekitar waduk saat terpeleset dan tercebur ke dalam air. “Anak-anak ini bermain di dekat waduk pas hujan deras tadi siang. Mereka tergelincir dekat kolam itu. Tiga orang tercebur, satu selamat dan dua lainnya tidak tertolong,” ujar Alex.
Peristiwa ini menimbulkan duka bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kini, kasus ini sedang ditangani oleh pihak berwajib untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian tersebut.
Razia Lalu Lintas di Batam: 198 Kendaraan Knalpot Brong Ditindak
Selain kecelakaan di waduk, di wilayah Batam juga dilakukan razia lalu lintas yang menghasilkan penindakan terhadap sejumlah kendaraan bermotor yang melanggar aturan. Polresta Barelang melakukan pengamanan terhadap 198 sepeda motor berknalpot brong selama tiga pekan terakhir, yaitu dari tanggal 20 April hingga 9 Mei 2026.
Kendaraan-kendaraan tersebut kini memenuhi halaman Mapolresta Barelang, yang tampak ramai dengan ratusan motor hasil razia. Jenis kendaraan yang diamankan beragam, mulai dari motor sport, bebek hingga skuter matik. Banyak dari kendaraan tersebut telah dimodifikasi, terutama bagian knalpot yang mengeluarkan suara bising.
Razia Gabungan di Batam: Menjaring Banyak Pelanggar Lalu Lintas
Razia gabungan yang digelar di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Jalan Sudirman, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (11/5/2026) sore, juga menjaring banyak kendaraan yang melakukan pelanggaran administrasi maupun keselamatan berkendara.
Petugas gabungan dari Dishub Kota Batam, BPTD Kepri, Satlantas Polresta Barelang, Bapenda Provinsi Kepri, Bapenda Kota Batam, hingga Jasa Raharja menghentikan kendaraan roda dua, roda empat, bahkan angkutan barang yang melintas. Seluruh kendaraan diarahkan masuk ke jalur lambat dan halaman Kantor Dishub untuk menjalani pemeriksaan.
Suasana razia sempat memanas saat sejumlah pengendara dan sopir angkutan barang terlihat menolak diperiksa. Namun, petugas tetap menjalankan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab.

Kasus WNA Tiongkok di Bintan: Mengurus Paspor RI dengan Data Palsu
Di Bintan, seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berinisial Yx ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana keimigrasian. Langkah tegas ini diambil setelah pria 33 tahun ini mengajukan permohonan pengurusan paspor Republik Indonesia (RI) dengan identitas palsu.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban, Adi Hari Pianto, menyampaikan bahwa Yx mendaftar melalui aplikasi M-Paspor pada 9 April 2026 dengan KTP Papua Tengah, Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran atas nama pria berinisial Ap. “NIK data kependudukan dan M-Paspor terintegrasi sehingga dia bisa mendaftar,” ujar Adi.
Imigrasi Tanjunguban mulai curiga setelah wawancara dan pengambilan foto. Kini, kasus ini sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Dua Bocah Tewas Tenggelam di Waduk Batam
Kejadian serupa juga terjadi di kawasan Perumahan Oleana Park, Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (11/5/2026) siang. Suasana hujan deras berubah menjadi duka setelah dua bocah laki-laki dilaporkan tenggelam di waduk setempat.
Korban diketahui berinisial ARA (11) dan AAP (8). Sementara itu, seorang anak lainnya, ZAQ (12), berhasil selamat setelah mencoba menolong kedua temannya. Kapolsek Sei Beduk, Alex, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Menurut keterangan yang diterima polisi, ketiga bocah itu bermain di sekitar waduk sebelum akhirnya terpeleset dan tercebur ke dalam air. “Anak-anak ini bermain di dekat waduk pas hujan deras tadi siang. Mereka tergelincir dekat kolam itu. Tiga orang tercebur, satu selamat dan dua lainnya tidak tertolong,” ujar Alex.

Kecelakaan Maut di Tanjungpinang: Anggota TNI AL Tewas
Fakta baru terungkap dari kasus kecelakaan maut di Tanjungpinang yang merenggut nyawa seorang anggota TNI AL, Muhammad Maulana Sidik. Anggota TNI AL yang berdinas di Lanudal Tanjungpinang tewas dalam kecelakaan maut di Tanjungpinang, tepatnya di jalan Nusantara, KM 12, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (8/5/2026).
Pria yang mengendarai motor Honda Beat Hitam dengan nomor polisi BP 3612 QM dilaporkan tewas di lokasi kejadian, setelah satu unit Toyota Fortuner hitam dengan nomor polisi BK 1271 OH yang dikemudikan seorang WNA China berinisial Ct (32). Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta, S.I.K., M.Si melalui Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Iptu Wery Wilson Marbun, mengungkap jika polisi menahan sementara WNA China yang terlibat lakalantas di Tanjungpinang itu.
Hanya saja, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus kecelakaan di Tanjungpinang tersebut.

Pelarian Jaka Berakhir Dramatis di Bus Antarkota
Pelarian Zakaria alias Jaka (43), pelaku pembunuhan terhadap istri sirinya di Kabupaten Lingga, akhirnya berakhir dramatis di dalam sebuah bus antarkota di wilayah Lumajang, Jawa Timur. Namun, siapa yang menyangka, pelarian Jaka ke pulau Jawa ternyata memiliki maksud.
Dia sengaja ke sana untuk menemui dukun di sebuah hutan pedalaman. Disana dia berencana menuntut ilmu hitam. Namun pergerakan polisi lebih cepat, pelaku akhirnya ditangkap ketika sedang berada di atas bus. Pelaku yang sempat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat berhasil diringkus tim gabungan setelah polisi melacak pergerakan sinyal telepon selulernya.

Fakta Baru dalam Kasus Pembunuhan Syafitri Yana
Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan Syafitri Yana (20), perempuan muda yang tewas diduga dibunuh suami sirinya sendiri di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Kapolres Lingga, AKBP Dr. Pahala Martua Nababan, mengungkapkan bahwa tersangka Zakaria alias Jaka (43) ternyata telah beberapa kali menikah dan korban merupakan istri ketujuhnya.
“Pelaku ini punya banyak istri. Pengakuannya, korban ini istri yang ketujuh,” ungkap AKBP Pahala saat konferensi pers di lobi Ditreskrimum Polda Kepri, Senin (11/5/2026). Jaka diketahui berstatus duda, sedangkan Yana masih gadis saat menikah siri dengan pelaku sekitar tahun 2024 lalu. Selama ini, keduanya tinggal bersama di wilayah Kabupaten Lingga.
Kapolres menyebut, pelaku dikenal kerap berpindah-pindah pulau dan menjalin hubungan dengan beberapa perempuan di lokasi berbeda.





