Prestasi SMAN 1 Sambas di Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR
SMA Negeri 1 Sambas berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat. Keberhasilan ini membuat sekolah tersebut berhak mewakili provinsi dalam ajang nasional. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi seluruh komponen sekolah, termasuk para siswa dan guru.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sambas, Syafaruddin, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh 10 siswanya. Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya menjadi hasil kerja keras siswa, tetapi juga didukung oleh doa dan semangat yang kuat. Ia menekankan bahwa pihak sekolah tidak memberikan tekanan berlebihan kepada siswa untuk mencapai posisi juara.
“Saya tidak banyak memberikan tekanan seperti harus begini, harus begitu, atau harus juara. Saya percaya mereka adalah siswa-siswa terbaik yang dimiliki sekolah. Saya hanya berpesan agar lomba ini jangan menjadi beban,” ujar Syafaruddin.
SMA Negeri 1 Sambas berhasil mengalahkan beberapa sekolah lainnya, termasuk SMAN 1 Pontianak. Meski demikian, Syafaruddin mengaku tidak menyangka tim dari sekolahnya bisa keluar sebagai juara pertama. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para guru pembimbing yang telah mendampingi siswa selama persiapan lomba.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada tim LCC Empat Pilar MPR RI 2026 di bawah bimbingan Ibu Niswi dan Pak Erwis,” katanya.
Menurut Syafaruddin, keberhasilan ini menjadi kebanggaan besar bagi SMAN 1 Sambas. Namun, ia menilai para siswa masih memerlukan banyak bimbingan dan persiapan yang lebih matang untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional.
“Persiapan kami sebenarnya cukup mendadak, sehingga anak-anak masih perlu banyak pembinaan dan penguatan,” ungkapnya.
Pihak sekolah tetap memberikan dukungan penuh sejak mengetahui bahwa SMAN 1 Sambas ditunjuk mewakili Kabupaten Sambas di tingkat provinsi. Sebelum keberangkatan, pihak sekolah juga mengumpulkan para siswa untuk memberikan motivasi dan penguatan mental agar tampil percaya diri selama perlombaan.
“Yang penting kalian harus semangat berjuang dan jangan lupa berdoa. Doa menjadi kekuatan yang mendukung mental dan psikologi anak-anak,” ujarnya.
Syafaruddin menjelaskan bahwa sekolah selalu menanamkan pentingnya ibadah dan doa sebagai bagian dari pembentukan mental siswa. Para siswa Muslim diminta tetap menjaga salat lima waktu, salat tahajud, dan salat duha, sementara siswa non-Muslim juga diimbau tetap berdoa sesuai keyakinan masing-masing.
Meski berhasil meraih juara pertama, Syafaruddin menegaskan bahwa pihak sekolah sejak awal tidak membebani siswa dengan target wajib juara. Ia lebih menekankan pentingnya usaha maksimal dan sikap tawakal kepada Tuhan.
“Saya tidak menargetkan mereka harus juara. Yang terpenting adalah berusaha semaksimal mungkin dan berdoa,” tuturnya.
Kunci Sukses dalam Persiapan Lomba
-
Mental dan Semangat:
Kepala Sekolah menekankan pentingnya mental dan semangat dalam menghadapi lomba. Ia percaya bahwa siswa yang memiliki semangat tinggi akan lebih mudah menghadapi tantangan. -
Doa dan Ibadah:
Sekolah menekankan pentingnya doa dan ibadah sebagai bentuk pengokohan mental. Siswa diberi kesempatan untuk menjaga kepercayaan dan ketaatan terhadap agama masing-masing. -
Dukungan Guru:
Para guru pembimbing memainkan peran penting dalam membantu siswa mempersiapkan diri secara akademis maupun mental. -
Persiapan Mendadak:
Meskipun persiapan tergolong mendadak, siswa tetap menunjukkan performa yang luar biasa. Hal ini menunjukkan kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan.



















