Pengalaman Tak Terlupakan dalam Persalinan Darurat di Jalan Tol
Pada dini hari Senin (11/5/2026), sebuah mobil penumpang jenis JRG melaju kencang di ruas tol Sibanceh (Sigli-Banda Aceh) seksi Indrapuri. Di dalam mobil tersebut, Handayani SE, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Aceh Tenggara yang sedang dalam perjalanan menuju Banda Aceh untuk menghadiri rapat kerja, tertidur lelap. Namun, tiba-tiba dia terbangun karena mendengar suara erangan dari penumpang di belakang kursinya.
Ternyata, erangan itu berasal dari Syarifah Maryam, seorang perempuan yang sedang hamil besar dan mengalami kontraksi hebat. Dengan kondisi yang sangat darurat, para penumpang di dalam mobil serta sopir langsung panik. Saat itu, jarak dengan Gerbang Tol Indrapuri masih jauh, sehingga situasi semakin memprihatinkan.
Handayani, yang tidak memiliki pengalaman medis sebagai bidan atau dokter, langsung bertindak cepat. Ia meminta bantuan penumpang lainnya untuk menghubungi temannya yang merupakan seorang dokter di Aceh Tenggara. Meski awalnya panggilan tidak diangkat akibat jaringan yang kurang baik, akhirnya dr Yetti Ferulina berhasil dihubungi.
Dalam percakapan via telepon, dr Yetti memberikan instruksi kepada Handayani agar membantu Syarifah dengan cara mengatur napas dan mendorongnya untuk ngeden secara perlahan. Saat mobil masih melaju kencang, Handayani terus memberi semangat dan arahan kepada Syarifah.
Bayi Pertama Lahir di Tengah Perjalanan
Dengan kondisi yang sangat genting, bayi pertama lahir di dalam mobil saat sedang berjalan. Handayani langsung mengangkat bayi tersebut dan meminta penumpang laki-laki untuk menarik tali pusatnya. Namun, ia merasa ragu dan kembali menghubungi dr Yetti untuk memastikan langkah yang tepat. Dokter tersebut memberi izin bahwa tali pusat bisa ditahan sementara.
Setelah itu, bayi kedua juga lahir. Awalnya Handayani mengira itu adalah ari-ari, namun ketika melihat kepala bayi, ia langsung bersorak bahwa Syarifah melahirkan bayi kembar berjenis kelamin perempuan. Kebahagiaan pun meliputi semua penumpang di dalam mobil.
Proses Darurat hingga Tiba di Rumah Sakit
Mobil tetap melaju kencang untuk mencari rumah sakit terdekat. Setelah tiba di Puskesmas Indrapuri, mereka langsung dirujuk ke RSUD Satelit Aceh Besar. Di sana, petugas kesehatan segera memotong tali pusat bayi dan memberikan perawatan kepada ibu serta bayi-bayi tersebut.
Handayani juga meminta HP Syarifah untuk menghubungi pihak keluarga. Karena sang suami sedang pergi melaut, ia diarahkan untuk menghubungi temannya bernama Ndut di kotak panggilan HP. Ndut kemudian memberikan informasi ke keluarga bahwa Syarifah telah melahirkan dalam perjalanan ke Banda Aceh.
Pengalaman yang Mengubah Hidup
Peristiwa ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Handayani. Menurutnya, hal tersebut adalah karunia dari Allah SWT yang tidak bisa didustakan. “Yang seharusnya ini ditangani oleh orang profesional, alhamdulillah atas izin Allah SWT dapat saya hadapi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur karena diberi kesempatan untuk menolong orang lain. “Saya sangat bersyukur, karena dikasih kesempatan ini. Mungkin ini jawaban atas masalah yang saya hadapi. Karena selama perjalanan saya zikir aja sampai tidur. Alhamdulillah Allah SWT tunjukkan saya agar lebih percaya diri menolong orang,” tambahnya.
Niat untuk Menjadi Orang Tua Angkat
Atas peristiwa tersebut, Handayani juga berharap agar Bos JRG memberikan sesuatu yang spesial kepada bayi kembar yang lahir di mobil tersebut. Pasalnya, hal itu seperti karunia dari Allah SWT. “Karena ini juga membawa berkah juga, apalagi kembar,” katanya.
Handayani juga mengusulkan nama Rahayu untuk bayi kembar tersebut, sesuai dengan mobil JRG tempat mereka lahir. Ia meminta izin kepada Syarifah untuk menjadikan bayi kembar tersebut sebagai anak angkat, dan diizinkan.
Kronologi Peristiwa
- Mobil penumpang JRG melaju di ruas Tol Sibanceh dini hari, Senin (11/5/2026).
- Penumpang bernama Syarifah Maryam mengalami kontraksi hebat sekitar pukul 03.00 WIB.
- Situasi panik karena jarak ke gerbang tol dan fasilitas kesehatan masih jauh.
- Handayani, ASN asal Aceh Tenggara, terbangun dari tidur karena mendengar erangan Syarifah.
- Tidak memiliki pengalaman medis, namun berinisiatif menolong.
- Dia menghubungi temannya, dr Yetti Ferulina di RSUD Sahudin Kutacane, untuk panduan via telepon.
- Sang dokter memberi instruksi pernapasan dan semangat kepada Syarifah.
- Bayi pertama lahir di dalam mobil saat melaju di tol.
- Disusul bayi kedua, ternyata kembar perempuan.
- Handayani bersama penumpang lain membantu proses darurat hingga mobil tiba di Puskesmas Indrapuri, lalu dirujuk ke RSUD Satelit Aceh Besar.
- Petugas RSUD Satelit Aceh Besar kemudian memotong tali pusat dan merawat ibu serta bayi.
- Handayani mengusulkan nama Rahayu untuk bayi kembar, sesuai mobil JRG tempat lahir.
- Ia meminta izin kepada Syarifah untuk menjadikan bayi kembar tersebut sebagai anak angkat, dan diizinkan.



















