Banjir dan Dampaknya di Makassar: Ratusan Warga Mengungsi Akibat Luapan Sungai
Kota Makassar menghadapi situasi darurat menyusul peningkatan tajam jumlah pengungsi yang mencapai ratusan orang. Fenomena ini disebabkan oleh luapan air sungai yang terus meninggi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda kota selama dua hari terakhir, tepatnya pada tanggal 10 hingga 11 Januari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Fadli Tahir, menjelaskan bahwa curah hujan yang ekstrem ini tidak hanya menyebabkan banjir, tetapi juga dampak lanjutan yang signifikan, terutama di Kecamatan Biringkanaya. Akibatnya, sebagian besar warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari lokasi yang lebih aman untuk mengungsi.
“Saat ini, tercatat ada 97 Kepala Keluarga (KK) dengan total 356 jiwa yang telah mengungsi di lima titik lokasi pengungsian yang telah ditentukan,” ujar Fadli Tahir.
Penanganan Pengungsi dan Kebutuhan Dasar
Dalam upaya penanganan para pengungsi, BPBD Kota Makassar bekerja sama secara erat dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar. Sinergi ini difokuskan pada penyediaan dan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, yang meliputi logistik makanan, minuman, serta layanan sosial lainnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar juga telah berperan aktif dalam memberikan layanan kesehatan kepada para pengungsi. Tim medis dikerahkan untuk memantau kondisi kesehatan mereka, memastikan tidak ada penyebaran penyakit dan memberikan perawatan yang diperlukan.
BPBD terus melakukan pemantauan intensif di lapangan, meningkatkan kesiapsiagaan personel, serta memperkuat koordinasi antarlembaga dan lintas sektor. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penanganan bencana berjalan dengan cepat, terpadu, dan yang terpenting, mengutamakan keselamatan seluruh masyarakat yang terdampak.
Bencana Hidrometeorologi Lainnya: Angin Kencang dan Pohon Tumbang
Selain banjir, bencana hidrometeorologi lainnya juga dilaporkan terjadi di Kota Makassar. Angin kencang melanda di 29 titik lokasi berbeda, mengakibatkan tumbangnya sejumlah pohon di berbagai ruas jalan dan kawasan permukiman warga. Kejadian ini sempat mengganggu aktivitas lalu lintas dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Fadli Tahir juga menyebutkan bahwa terdapat satu unit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat kejadian pohon tumbang tersebut. Penanganan terhadap dampak angin kencang ini dilakukan secara terpadu oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar.
Tim ini bekerja sama dengan berbagai dinas terkait, antara lain:
- Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat)
- Dinas Pekerjaan Umum (PU)
- TNI/Polri
- Pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat
Kegiatan penanganan meliputi evakuasi material pohon yang tumbang, pembersihan akses jalan yang terhalang, serta pengamanan lokasi kejadian untuk mencegah insiden susulan.
Imbauan dan Peningkatan Kewaspadaan
Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahir, mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujar Fadli.
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:
- Menghindari area-area yang diketahui rawan terhadap pohon tumbang.
- Menghindari genangan air yang dalam atau area yang berpotensi tergenang banjir.
- Segera melaporkan setiap kejadian darurat yang dialami melalui kanal resmi yang telah disediakan oleh BPBD Kota Makassar.
Peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat sangat penting dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana secara efektif.




















