No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home berita

Siklon Mengintai: Hindari Kesalahan Lalu!

Hendra by Hendra
13 Desember 2025 - 05:56
in berita
0

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan penting terkait perkembangan bibit siklon tropis 91S yang terpantau di Samudera Hindia, sebelah barat Lampung. Keberadaan bibit siklon ini berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di beberapa wilayah Sumatera. Peringatan ini dikeluarkan setelah pengamatan terbaru menunjukkan penguatan pola atmosfer yang dapat memicu peningkatan intensitas curah hujan.

Erma Yulihastin, seorang ahli Klimatologi dan Perubahan Iklim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), turut memberikan tanggapannya terkait serangkaian bencana banjir bandang dan badai siklon yang melanda berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, tanpa perubahan strategi mitigasi dan pengelolaan lingkungan yang lebih serius, Indonesia berpotensi mengulangi kesalahan yang sama setiap tahun.

Erma berpendapat bahwa fase tanggap darurat yang berkepanjangan di banyak wilayah adalah indikasi bahwa tragedi utama telah memicu krisis lanjutan, termasuk keterbatasan akses pangan dan ancaman kesehatan masyarakat. Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa tragedi ini dapat melahirkan tragedi lainnya, yang ditandai dengan munculnya kelaparan dan kondisi psikososial warga yang semakin memburuk.

Antisipasi dan Mitigasi Bencana

Erma menekankan bahwa berdasarkan pengalaman bencana sebelumnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, beberapa lokasi yang terdampak banjir bandang sudah tidak layak lagi untuk dihuni. Tingginya sedimentasi lumpur akibat penanganan yang lambat menyebabkan perubahan morfologi sungai dan hilangnya daya dukung lingkungan, sehingga rekonstruksi di lokasi awal menjadi hampir tidak mungkin. Ia menegaskan bahwa jika suatu daerah sudah sulit dipulihkan, relokasi harus menjadi pilihan yang serius.

BRIN telah melakukan kajian di Daerah Aliran Sungai (DAS) Pesangan, salah satu wilayah yang terdampak paling parah. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa terjadi penurunan tutupan hutan hingga 30 persen pada periode 2006–2015 di kawasan hulu. Angka ini muncul jauh sebelum bencana besar terjadi. Erma memperkirakan bahwa jika tren ini berlanjut, penurunan tutupan hutan pada tahun terjadinya bencana bisa mencapai 60 persen. Bahkan pada tahun 2015, ketika banjir bandang sudah mulai terjadi, hutan di hulu sudah berkurang 30 persen.

Baca Juga  Gunung Ile Lewotolok Mengamuk: 182 Letusan, Warga Pasrah pada Alam

Tiga Faktor Penyebab Bencana

Menurut Erma, perdebatan mengenai apakah suatu bencana tergolong hidrometeorologi atau ekologis hanyalah diskusi yang menyesatkan. Ia menekankan pentingnya melihat permasalahan ini sebagai sebuah sistem yang utuh, di mana tiga faktor saling terkait dan memperkuat dampak bencana, yaitu:

  • Cuaca Ekstrem: Perubahan iklim menyebabkan peningkatan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi dan badai.

  • Minimnya Mitigasi: Kurangnya persiapan dan tindakan pencegahan yang memadai meningkatkan kerentanan terhadap bencana.

  • Degradasi Lingkungan: Kerusakan lingkungan, seperti deforestasi dan alih fungsi lahan, memperburuk dampak bencana.

Ia mencontohkan siklon tropis Seroja yang menghantam Nusa Tenggara Timur (NTT) pada April 2021, menyebabkan kerusakan parah berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang, serta mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerugian materiil yang signifikan. Badai ini tidak lazim karena pusatnya masuk ke daratan, sebuah kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia. Meski badai terjadi, dampaknya berbeda dibandingkan kejadian di wilayah Sumatera saat ini. Faktor kepadatan penduduk dan kondisi geografi menjadi pembeda signifikan. NTT relatif datar dan populasinya tidak sepadat Sumatera. Ketika badai sebesar ini mengenai wilayah berhutan rapat, curam, dan padat penduduk seperti Sumatera, dampaknya pasti berlipat.

Ancaman Siklon yang Semakin Sering

Erma kembali menekankan bahwa badai siklon bukanlah fenomena langka. Frekuensinya justru semakin meningkat akibat krisis iklim. Hal ini terjadi setiap tahun, dan dampaknya semakin besar. Rentang musim siklon di Indonesia sudah jelas, yakni November hingga April, dengan potensi tumbuhnya badai pada periode tersebut setiap tahun. Indonesia telah mengalami dua kejadian besar, Siklon Seroja pada April, dan badai siklon terkini pada November.

Ia mengatakan bahwa setiap tahun Indonesia memiliki potensi mengalami kejadian serupa, sehingga perlu adanya pola mitigasi yang jelas, misalnya tindakan yang harus dilakukan enam bulan sebelumnya, satu bulan sebelumnya, dan seminggu sebelumnya. Negara lain sudah menerapkan pola mitigasi seperti ini.

Baca Juga  SIM Keliling, Satpas, Gerai Polres Metro Bekasi Buka Kembali

Sementara itu, BMKG mencatat bahwa bibit siklon tersebut berpotensi meningkatkan curah hujan di sebagian wilayah Sumatera. Kepala BMKG menuturkan bahwa dinamika atmosfer aktif yang berlangsung saat ini dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung. Namun, BMKG menegaskan bahwa potensi bibit siklon 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dan masuk ke daratan masih tergolong rendah. Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan terus memantau pembaruan cuaca dari kanal resmi BMKG.

BMKG memprediksi bahwa bibit siklon 91S akan bergerak ke selatan hingga barat daya mulai siang atau sore hari, dan selanjutnya diperkirakan akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia. BMKG telah berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD di wilayah terdampak untuk memastikan langkah mitigasi berjalan optimal sesuai kondisi potensi cuaca yang dipengaruhi oleh keberadaan 91S.

Peringatan dan Prediksi BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap ancaman hujan deras dan gelombang tinggi di wilayah pesisir. Masyarakat juga harus waspada terhadap potensi peningkatan tinggi gelombang di Samudera Hindia, mulai dari sebelah barat Nias hingga selatan Banten, serta di perairan Selat Sunda bagian Selatan.

BMKG mengingatkan masyarakat di pesisir barat–selatan Sumatera hingga Banten untuk mewaspadai hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Sektor pelayaran, perikanan, dan transportasi laut diminta untuk menyesuaikan aktivitas sesuai peringatan gelombang tinggi yang dikeluarkan BMKG. Pemerintah daerah melalui BPBD diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan gangguan cuaca lain. Sinergi ini memastikan informasi ancaman diterima dengan cepat dan ditindaklanjuti secara efektif oleh semua pihak, sehingga mampu memitigasi risiko dan mencapai keselamatan masyarakat secara maksimal.

Peringatan Dini yang Tidak Efektif

Salah satu sorotan Erma adalah lemahnya sistem peringatan dini. Informasi yang hanya disampaikan lewat rilis lembaga dinilai tidak cukup. Menurutnya, peringatan dini harus muncul di televisi, di radio, dan di semua kanal, serta diputar berulang-ulang. Jika hanya rilis pers, itu adalah informasi awal, bukan peringatan dini. Ia menyebut bahwa Indonesia telah “kecolongan” karena sinyal bahaya seharusnya sudah terdeteksi dari hasil pemodelan iklim lima tahun terakhir.

Baca Juga  Merapi Hari Ini: 8 Guguran Lava Teramati

Perlunya Badan Khusus Mitigasi Siklon Tropis

Erma menekankan rekomendasi strategis yang mendesak dilakukan pemerintah pusat agar dampak bencana ke depannya bisa diminimalisir. Dia menyarankan pembentukan tim mitigasi siklon tropis yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Tim ini harus berdiri secara independen dan berisi para pakar lintas disiplin. Tugasnya bukan hanya merumuskan kebijakan mitigasi, tetapi juga memiliki kekuatan untuk menentukan respons cepat saat ancaman siklon meningkat.

Menurutnya, tim tersebut juga wajib memastikan daerah memiliki SOP mitigasi siklon, sistem peringatan dini yang efektif, serta skema evakuasi yang bisa dijalankan bahkan sejak enam bulan sebelum musim siklon berlangsung. Erma juga mendesak pemerintah membentuk tim khusus setingkat nasional yang langsung berada di bawah Presiden. Tim ini harus bersifat independen dan berisi para ahli dari berbagai disiplin, dengan fokus utama mitigasi badai siklon.

BNPB tidak mungkin menangani semua bencana sekaligus karena memikul terlalu banyak beban. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan institusi yang fokus hanya pada ancaman siklon tropis, sebuah unit darurat nasional untuk krisis iklim. Selain unit struktural, ia juga mengusulkan program “Siklon Ready Nation”, yang membentuk komunitas-komunitas siaga siklon di tingkat lokal, mirip dengan konsep Tsunami Ready Community yang telah diterapkan di beberapa daerah.

Erma menilai bahwa isu mitigasi dan dampak ekonomi justru tenggelam di tengah ramainya wacana penyelidikan penyebab bencana. Padahal, kerusakan ekonomi akibat badai siklon sangat besar dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menegaskan pentingnya menghindari pengulangan bencana yang sama setiap tahun, karena kajian sudah ada, datanya tersedia, dan ancamannya jelas. Yang dibutuhkan adalah kemauan politik untuk mengambil tindakan strategis.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi
berita

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Pentingnya Pelestarian Ekosistem Laut dalam Konservasi Lautan
berita

Pentingnya Pelestarian Ekosistem Laut dalam Konservasi Lautan

17 April 2026 - 13:56
Cerita Ini Menarik Perhatian Banyak Orang: Mengapa Jadi Viral?
berita

Cerita Ini Menarik Perhatian Banyak Orang: Mengapa Jadi Viral?

15 April 2026 - 23:59
Banyak Dibahas Hari Ini, Ini Penjelasan Lengkapnya
berita

Banyak Dibahas Hari Ini, Ini Penjelasan Lengkapnya

15 April 2026 - 22:28
Dunia Internasional Menyoroti Peristiwa Ini: Analisis Terkini dan Dampaknya
berita

Dunia Internasional Menyoroti Peristiwa Ini: Analisis Terkini dan Dampaknya

15 April 2026 - 21:57
Fakta Terbaru yang Sedang Dibahas Publik: Apa Saja Isinya?
berita

Fakta Terbaru yang Sedang Dibahas Publik: Apa Saja Isinya?

15 April 2026 - 20:56
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

20 April 2026 - 03:04
Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

20 April 2026 - 02:19
Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

20 April 2026 - 01:01
IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

19 April 2026 - 20:42
Pacu Waktu, Pansus DPRD Batam Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Meski di Hari Libur

Pacu Waktu, Pansus DPRD Batam Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Meski di Hari Libur

19 April 2026 - 16:01

Pilihan Redaksi

Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

20 April 2026 - 03:04
Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

20 April 2026 - 02:19
Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

20 April 2026 - 01:01
IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

19 April 2026 - 20:42
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.