Merajut Silaturahmi dan Ukhuwah di Momen Idulfitri: Antusiasme Ribuan Jemaah di Masjid Raya Tsamaratul Insan
JAMBI – Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti Masjid Raya Tsamaratul Insan, yang berlokasi di Islamic Center Jambi, pada Sabtu (21/3/2026). Ribuan jemaah memadati masjid untuk melaksanakan salat Idulfitri berjamaah, sebuah momen sakral yang menjadi puncak dari rangkaian ibadah di bulan Ramadan. Kehadiran ratusan hingga ribuan umat yang menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kerinduan akan silaturahmi.
Acara salat Idulfitri ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi Pemerintah Provinsi Jambi, termasuk Gubernur Jambi, Ketua DPRD Provinsi Jambi, serta para pejabat dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jambi. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam merayakan hari besar keagamaan bersama masyarakat.
Gubernur Jambi, Al Haris, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme masyarakat yang luar biasa dalam memadati masjid. Beliau menekankan bahwa momen Idulfitri ini lebih dari sekadar perayaan, melainkan merupakan ajang yang sangat berharga untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama.
“Alhamdulillah, ini luar biasa, masyarakat yang hadir pada hari ini cukup banyak sekali dan saya bangga. Artinya momen Idulfitri ini memang menjadi ajang masyarakat untuk bersilaturahmi,” ujar Gubernur Al Haris, disambut tepuk tangan meriah dari para jemaah.
Lebih lanjut, Gubernur Al Haris menggarisbawahi esensi Idulfitri yang sesungguhnya. Perayaan ini bukan hanya tentang berkumpul dan bersantap, melainkan tentang membuka pintu hati, memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang, serta memperkuat ikatan ukhuwah Islamiah.
“Mulai dari salat Ied bersama-sama, habis ini mungkin mereka akan berkunjung ke rumah-rumah, saling memaafkan, bersalam-salaman, esensinya adalah saling memaafkan,” jelasnya. Ia menambahkan, “Mari kita buka pintu hati kita, membangun kembali silaturahmi dan ukhuwah Islamiah yang mungkin selama ini renggang.”
Gubernur Al Haris meyakini bahwa dengan semangat saling memaafkan dan memperbaiki hubungan, keberkahan akan senantiasa menyertai kehidupan masyarakat. “Jika kita saling memaafkan keberkahan akan terus menyertai,” tuturnya dengan penuh keyakinan.
Pesan Moral dari Sang Khatib
Selain pelaksanaan salat Idulfitri yang khidmat, jemaah juga mendapatkan pencerahan spiritual melalui khutbah yang disampaikan oleh Ustad Arifin. Dalam ceramahnya, Ustad Arifin menyampaikan pesan-pesan moral yang mendalam, mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa menjaga sikap dan hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau menguraikan tiga prinsip penting yang patut direnungkan dan diamalkan:
- Memberikan Manfaat, Bukan Mudharat: Ustad Arifin mengingatkan bahwa jika seseorang tidak mampu memberikan manfaat kepada orang lain, maka setidaknya jangan sampai ia memberikan mudharat atau kerugian. Hal ini menekankan pentingnya menjaga interaksi sosial agar tidak merugikan sesama.
- Menghargai, Bukan Menghina: Prinsip kedua yang disampaikan adalah tentang pentingnya menghargai orang lain. Apabila seseorang tidak mampu memberikan pujian atau apresiasi, maka ia tidak seharusnya menghina atau merendahkan martabat orang lain. Sikap saling menghargai adalah pondasi penting dalam masyarakat yang harmonis.
- Membawa Kebahagiaan, Bukan Kesedihan: Terakhir, Ustad Arifin berpesan agar setiap individu berusaha untuk membawa kebahagiaan bagi orang lain. Jika tidak mampu membuat orang lain bahagia, maka janganlah sampai membuat mereka sedih. Pesan ini mengajak kita untuk lebih peka terhadap perasaan orang lain dan berupaya menjadi sumber kebaikan.
“Kalau kita tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain, maka jangan berikan mudharat kepada orang lain. Kedua, apabila kita tidak mampu memuji, maka janganlah menghina orang lain. Yang terakhir, kalau kita tidak bisa membuat bahagia orang lain, maka jangan membuat sedih orang lain,” pungkas Ustad Arifin, menutup khutbahnya dengan penuh makna.
Pelaksanaan salat Idulfitri di Masjid Raya Tsamaratul Insan ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga sebuah perayaan kebersamaan yang memperkuat nilai-nilai luhur seperti saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan menjaga kerukunan sosial. Antusiasme masyarakat yang hadir menjadi cerminan betapa pentingnya momen seperti ini dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat di Provinsi Jambi. Momen ini menjadi pengingat untuk terus merajut kebaikan dan menebar kedamaian dalam setiap interaksi.



















