Kepergian selebgram Lula Lahfah yang mendadak pada Jumat, 23 Januari 2026, di apartemennya di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Berbagai cerita tentang sosoknya pun perlahan mulai terungkap, salah satunya mengenai keputusan pribadinya untuk menghapus tato di tubuhnya sebelum meninggal dunia.
Keputusan Lula untuk menghapus tato ini ternyata menjadi perhatian khusus bagi orang-orang terdekatnya. Sahabatnya, Dara Arafah, membenarkan bahwa Lula memang sempat menjalani proses penghapusan tato. Alasan di balik keputusan tersebut pun seringkali Lula sampaikan kepada teman-temannya.
Menurut penuturan Dara Arafah, alasan Lula menghapus tato terbilang sederhana, yaitu karena ia ingin tubuhnya terlihat bersih.
“Kalau misalnya ditanya, ‘Lul kenapa hapus tato?’ Misalkan gitu,” ungkap Dara Arafah. “Aku tanya terus dia selalu jawab, ‘Enggak apa-apa, pengin hapus aja,’ kata dia gitu. ‘Pengin bersih badannya,’ dia selalu ngomong gitu,” beber Dara.
Keinginan Lula untuk memiliki tubuh yang bersih kini terasa semakin bermakna setelah kepergiannya. Bagi para sahabat, keputusan tersebut menjadi salah satu bagian cerita pribadi Lula yang baru sepenuhnya dipahami setelah ia tiada.
Selain Dara Arafah, sahabat Lula lainnya, Sarah Gibson, juga turut mengenang sosok Lula Lahfah semasa hidup. Sarah menggambarkan Lula sebagai pribadi yang hangat, penuh perhatian, dan selalu memberikan dukungan kepada orang-orang di sekitarnya.
“Lula di mata kita teman yang baik banget yang selalu support,” kata Sarah. “Dan selalu sayang sama teman-temannya. Jadi kepergiannya ya kita terpukul bangetlah,” sambungnya.
Kenangan-kenangan kecil tentang Lula Lahfah kini menjadi pengingat akan sosoknya yang tulus, peduli, dan meninggalkan jejak mendalam di hati para sahabat serta orang-orang terdekatnya.
Kondisi Lula Lahfah Sebelum Meninggal
Ayahanda Lula Lahfah, Muhammad Feros, mengungkapkan kondisi putrinya sebelum meninggal dunia. Jenazah Lula telah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Setelah pemakaman, Muhammad Feros menceritakan bahwa Lula sempat jatuh sakit karena GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan sudah lama menderita pembengkakan usus.
“Kita tahu waktu tahun baru dia sempat masuk rumah sakit beberapa hari. Dia punya GERD, itu sering kambuh,” ungkap Muhammad Feros di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur. “Terus ada pembengkakan di usus,” lanjutnya.
Feros mengakui bahwa keluarga sangat terpukul karena Lula ternyata menyimpan rasa sakitnya sendiri dan tidak banyak bercerita kepada orang tuanya.
“Itu yang sering dia keluhin, tapi dia enggak keluh ke keluarga,” kata Muhammad Feros. “Dia keluhnya sama teman-temannya. Dia bilang sakit banget,” lanjutnya.
Feros menyesalkan bahwa keluarga tidak mengetahui kondisi putrinya secara lebih mendalam. Ia menduga penyebab kepergian Lula berkaitan dengan kondisi kesehatan yang selama ini dideritanya.
“Kalau kita tahu mungkin kita suruh dia berobat, mungkin kita bawa dia. Tapi kenapa dia enggak gitu (bilang). Mungkin dia tahan, dia tahan, dia tahan akhirnya mungkin komplikasi dari situ,” ujarnya lirih.
“Enggak pernah curhat. Kita tahunya dari teman-temannya, teman dekat dia aja. Itu aja yang kita sesalin,” tambah Feros.
Luka Mendalam Bagi Keluarga dan Sahabat
Kepergian Lula Lahfah meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan sahabat. Sosoknya yang ceria, perhatian, dan selalu memberikan dukungan akan selalu dikenang. Kisah tentang keputusannya menghapus tato, serta perjuangannya melawan penyakit yang dideritanya, menjadi pengingat akan betapa berharganya hidup dan pentingnya saling berbagi dengan orang-orang terdekat.
Berikut adalah poin-poin penting terkait kepergian Lula Lahfah:
- Waktu dan Tempat Meninggal: Jumat, 23 Januari 2026, di apartemennya di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
- Penyebab Meninggal (Diduga): Komplikasi dari penyakit GERD dan pembengkakan usus yang dideritanya.
- Keputusan Pribadi yang Terungkap: Menghapus tato di tubuhnya sebelum meninggal.
- Alasan Penghapusan Tato: Ingin memiliki tubuh yang bersih.
- Kenangan Sahabat: Lula dikenang sebagai sosok yang hangat, perhatian, dan selalu memberikan dukungan.
- Keterangan Ayahanda: Lula sempat dirawat di rumah sakit karena GERD dan pembengkakan usus, namun tidak banyak bercerita kepada keluarga mengenai rasa sakitnya.
- Tempat Pemakaman: TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu, 24 Januari 2026.




