No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Hukum & Kriminal Kriminal

Amarah Keluarga MUF: Siswa Dikejar Guru Sabit di Jambi

Hendra by Hendra
19 Januari 2026 - 13:05
in Kriminal
0

Keluarga Siswa MUF Desak Proses Hukum Dugaan Kekerasan di SMK Negeri Tanjung Jabung Timur

Keluarga siswa kelas 2 ATP berinisial MUF di SMK Negeri Tanjung Jabung Timur, Jambi, telah menempuh jalur hukum terkait dugaan kekerasan yang menimpa anggota keluarga mereka. Pihak keluarga secara tegas mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian dan meminta agar proses hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Kakak kandung MUF, Muhammad Ardi, menyampaikan kekecewaan mendalam atas tindakan yang dialami adiknya. Ia menyoroti secara khusus insiden pengejaran terhadap MUF menggunakan dua bilah sabit. Menurut Muhammad Ardi, adiknya hanya datang ke sekolah dengan niat untuk belajar dan menimba ilmu, bukan untuk terlibat dalam permasalahan atau konflik.

“Intinya kita percaya kepada Kapolri dan kepada pihak kepolisian supaya permasalahan ini ditindaklanjuti,” ujar Muhammad Ardi, menekankan keyakinannya pada institusi penegak hukum.

Ia menambahkan, “Saya tidak berkenan adik saya dikejar pakai dua sabit seolah-olah mau dibunuh. Padahal adik saya datang ke sekolah cuma ingin belajar, menimba ilmu.”

Meskipun demikian, Muhammad Ardi menyatakan bahwa pihak keluarga tidak akan menutup mata jika adiknya terbukti bersalah. Namun, ia berkeras agar proses hukum tetap berjalan dengan adil bagi semua pihak.

“Kalau memang adik saya bersalah silakan, kalau memang sebaliknya juga bersalah, silakan dihukum sesuai hukum yang ada di Indonesia,” tegasnya.

Terkait kemungkinan mediasi kekeluargaan, Muhammad Ardi tidak menutup pintu. Namun, ia menekankan bahwa mediasi tersebut harus berjalan beriringan dengan proses hukum yang sedang berlangsung.

“Kalau untuk berdamai ya berdamai. Tapi untuk hukum, saya mohon hukum tetap berjalan. Perdamaian jalan, hukum juga jalan,” jelasnya.

Pihak keluarga telah secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Berbak. Laporan ini dibuat untuk menindaklanjuti insiden yang terjadi.

Baca Juga  Tewas di Tapos: Brutalitas TNI AL dan Warga

“Kemarin baru kami masukkan laporan ke Polsek Berbak. Kita lapor yang terdekat dulu,” kata Muhammad Ardi. Ia menambahkan bahwa keluarga akan kooperatif mengikuti seluruh tahapan proses hukum.

Kronologi Versi Guru: Teguran Tak Sopan Berujung Aksi Balik

Di sisi lain, seorang guru bernama Agus Saputra yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, telah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi pada Rabu, 14 Januari 2026. Agus Saputra mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika ia mendapat teguran dari seorang siswa di kelasnya saat proses belajar mengajar berlangsung, sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.

Menurut Agus, teguran tersebut disampaikan dengan nada yang tidak sopan dan tidak hormat, bahkan sempat direkam olehnya.

“Dia menegur dengan tidak sopan dan tidak hormat kepada saya dengan meneriakan kata yang tidak pantas saat dia belajar,” ungkapnya.

Merasa terusik, Agus Saputra kemudian mendatangi kelas siswa tersebut untuk menanyakan siapa yang memanggilnya dengan cara yang tidak pantas.

“Kemudian, saya masuk ke kelas saya tanyakan siapa yang memanggil saya seperti itu,” tuturnya. “Dia langsung menantang saya, katanya seperti itu. Akhirnya saya refleks satu kali menampar muka dia itulah kejadiannya awal.”

Agus Saputra menjelaskan bahwa pada jam istirahat, siswa yang bersangkutan kembali menantangnya. Situasi ini kemudian berlanjut hingga sore hari, sekitar pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.

“Terjadi mediasi sebelum ada pengeroyokan terhadap saya. Saya sudah berusaha tenang. Pada saat itu saya masih berada di dalam kantor dengan ada CCTV sebagai pembuktian,” jelasnya.

Selama proses mediasi, Agus Saputra sempat menanyakan keinginan siswa tersebut. Ia menyatakan bahwa para siswa meminta dirinya meminta maaf atas sesuatu yang tidak ia lakukan. Sebagai alternatif, ia menawarkan pembuatan petisi.

Baca Juga  Mahasiswa Palu Tewas: Kekasih Jadi Tersangka

“Membuat petisi, kalau seandainya mereka tidak menginginkan saya lagi untuk mengajar di sana. Atau, mereka mengubah perangai (perilaku) mereka menjadi lebih baik lagi dari sekarang,” ujarnya.

Agus Saputra menambahkan, setelah mediasi, ia diajak oleh komite sekolah untuk masuk ke ruang kantor. Di saat itulah, ia mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh siswa dari berbagai tingkatan kelas.

“Saya diajak komite masuk ke ruang kantor, di saat itulah terjadi pengeroyokan oleh anak kelas 1, kelas 2, kelas 3,” ucapnya. Ia juga menyebutkan bahwa ada rekaman video kejadian tersebut yang telah beredar luas, bahkan menunjukkan adanya siswa yang membawa senjata.

“Ada videonya, ini sudah viral mungkin. Kemudian juga setelah itu, ini kan banyak nih yang viral di video itu, ada juga yang bawa senjata kita jadinya,” pungkasnya.

Menanggapi video yang beredar di mana dirinya terlihat mengejar siswa dengan senjata tajam, Agus Saputra memberikan penjelasan. Ia menyatakan bahwa SMK tempatnya mengajar adalah SMK Pertanian, sehingga peralatan pertanian seperti cangkul dan sejenisnya memang tersedia dan tersimpan rapi di kantor.

“Kebetulan SMK kami itu SMK Pertanian, jadi peralatan pertanian. Kayak cangkul dan sebagainya itu memang sudah tersedia di dalam kantor, memang tersimpan rapi,” katanya.

Agus Saputra beralasan menggunakan celurit dan mengejar pelaku pengeroyokan hanya sebagai upaya gertakan agar para siswa bubar. Ia menegaskan bahwa tindakannya tersebut murni untuk membela diri.

“Saya tidak berniat untuk melakukan kejahatan terbukti videonya saya hanya mengejar mereka agar bubar. Pada kenyataannya mereka tidak bubar juga,” ucapnya. “Kemudian kalau tidak seperti itu mungkin ada kejadian buruk lagi yang menimpa saya seandainya saya tidak melakukan hal tersebut.”

Baca Juga  Eksibisionis di Taman Literasi Blok M: Polisi Imbau Korban Melapor

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya dilempari batu dan benda-benda lain yang bersifat anarkis saat peristiwa tersebut terjadi.

“Mereka malah melempari saya dengan banyak-banyak hal yang anarkis seperti batuan, batu bata dan sebagainya,” katanya.

Agus Saputra membenarkan bahwa dirinya melontarkan kata-kata yang diduga menyinggung perasaan siswa. Ia mengklarifikasi bahwa ucapannya bersifat umum dan dimaksudkan sebagai motivasi bagi siswa dari kalangan kurang mampu agar tidak bertingkah macam-macam.

“Saya menceritakan secara umum, saya mengatakan kalau kita orangnya kurang mampu itu kalau bisa jangan bertingkah macam-macam itu secara motivasi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia berharap agar kasus ini dapat dimediasi oleh pihak yang berwenang.

“Kalau seandainya ini tambah viral dimanapun, saya berharap ini ada yang menengahkan khususnya dinas pendidikan atau juga pihak yang berwenang untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak berlarut-larut,” harapnya.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Pencuri Kabel Listrik di Jambi Tertangkap, Nyawa Selamat Tapi Ancaman Penjara Mengintai
Kriminal

Pencuri Kabel Listrik di Jambi Tertangkap, Nyawa Selamat Tapi Ancaman Penjara Mengintai

6 April 2026 - 19:29
Kasus KM 50 dan Pembunuhan Vina Diungkit Pimpinan Al Barkah Surya
Kriminal

Kasus KM 50 dan Pembunuhan Vina Diungkit Pimpinan Al Barkah Surya

6 April 2026 - 12:09
Ibu dan Anak Dibakar Hidup-Hidup di Rumah, Luka Bakar 90 Persen, Pelaku Orang Terdekat
Kriminal

Ibu dan Anak Dibakar Hidup-Hidup di Rumah, Luka Bakar 90 Persen, Pelaku Orang Terdekat

6 April 2026 - 06:36
Tolong Makamkan Anakku Syalwa: Misteri Bayi Ditemukan di Masjid Sambas, Polisi Buru Orangtuanya
Kriminal

Tolong Makamkan Anakku Syalwa: Misteri Bayi Ditemukan di Masjid Sambas, Polisi Buru Orangtuanya

6 April 2026 - 05:10
Profil dan Perjalanan Karier Agus Mustofa: Mantan Bupati Klaten yang Pernah Jadi Tersangka Korupsi
Hukum

Profil dan Perjalanan Karier Agus Mustofa: Mantan Bupati Klaten yang Pernah Jadi Tersangka Korupsi

5 April 2026 - 16:39
Ketua Kesthuri Diduga Beri Rp406 Juta ke Stafsus Menteri Agama
Kriminal

Ketua Kesthuri Diduga Beri Rp406 Juta ke Stafsus Menteri Agama

4 April 2026 - 15:41
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Lepas JCH ke Tanah Suci dan Dibekali Sambal Bilis hingga Rendang, Amsakar-Li Claudia Titip Doa untuk Batam

Lepas JCH ke Tanah Suci dan Dibekali Sambal Bilis hingga Rendang, Amsakar-Li Claudia Titip Doa untuk Batam

21 April 2026 - 20:00
Li Claudia Siapkan Langkah Penataan 60 Pasar di Batam, Soroti Standar Pengelolaan Sampah

Li Claudia Siapkan Langkah Penataan 60 Pasar di Batam, Soroti Standar Pengelolaan Sampah

21 April 2026 - 19:01
Pansus Ranperda PSU Perumahan Gelar Lanjutan, Bahas Substansi dan Sinkronisasi

Pansus Ranperda PSU Perumahan Gelar Lanjutan, Bahas Substansi dan Sinkronisasi

21 April 2026 - 19:01
Wakil Ketua II DPRD Kota Batam Terima Kunker Banmus DPRD Yogyakarta, Bahas Penguatan Peran dalam Penjadwalan Propemperda

Wakil Ketua II DPRD Kota Batam Terima Kunker Banmus DPRD Yogyakarta, Bahas Penguatan Peran dalam Penjadwalan Propemperda

21 April 2026 - 19:01
Ketua DPRD Kota Batam Hadiri Upacara Peringatan Hari Kartini dan HUT Satpol PP, Satlinmas, serta Damkar 2026

Ketua DPRD Kota Batam Hadiri Upacara Peringatan Hari Kartini dan HUT Satpol PP, Satlinmas, serta Damkar 2026

21 April 2026 - 19:01

Pilihan Redaksi

Lepas JCH ke Tanah Suci dan Dibekali Sambal Bilis hingga Rendang, Amsakar-Li Claudia Titip Doa untuk Batam

Lepas JCH ke Tanah Suci dan Dibekali Sambal Bilis hingga Rendang, Amsakar-Li Claudia Titip Doa untuk Batam

21 April 2026 - 20:00
Li Claudia Siapkan Langkah Penataan 60 Pasar di Batam, Soroti Standar Pengelolaan Sampah

Li Claudia Siapkan Langkah Penataan 60 Pasar di Batam, Soroti Standar Pengelolaan Sampah

21 April 2026 - 19:01
Pansus Ranperda PSU Perumahan Gelar Lanjutan, Bahas Substansi dan Sinkronisasi

Pansus Ranperda PSU Perumahan Gelar Lanjutan, Bahas Substansi dan Sinkronisasi

21 April 2026 - 19:01
Wakil Ketua II DPRD Kota Batam Terima Kunker Banmus DPRD Yogyakarta, Bahas Penguatan Peran dalam Penjadwalan Propemperda

Wakil Ketua II DPRD Kota Batam Terima Kunker Banmus DPRD Yogyakarta, Bahas Penguatan Peran dalam Penjadwalan Propemperda

21 April 2026 - 19:01
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.