Anggota DPRD Jember Dikeroyok Saat Mengungkap Dugaan Penyelewengan BBM Ilegal
JEMBER – Sebuah insiden dramatis terjadi di Jember, Jawa Timur, pada Sabtu dini hari, 14 Maret 2026. David Handoko Seto, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember, mengalami aksi pengeroyokan oleh belasan pemuda saat berusaha menghentikan sebuah truk yang diduga mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal. Tak hanya itu, mobil yang dikendarai David pun nyaris tercebur ke sungai setelah ditabrak oleh truk tersebut di kawasan Pasar Ambulu. Kejadian ini berujung pada laporan resmi David ke Polres Jember dengan tuduhan penyelewengan BBM bersubsidi dan percobaan pembunuhan.
Kronologi Penangkapan yang Berujung Kekerasan
Peristiwa ini bermula ketika David Handoko, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi C DPRD Jember dan Ketua Baret Rescue Jember, menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi jenis solar. Laporan tersebut mengarah pada sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tegal Besar, Kabupaten Jember.
Menindaklanjuti aduan warga, David segera mendatangi SPBU tersebut. Di lokasi, ia menemukan sebuah truk yang membawa empat tandon berkapasitas masing-masing 1.000 liter. Aktivitas pengisian BBM ke dalam tandon tersebut sedang berlangsung, bahkan salah satu tandon sudah terisi penuh.
Menyadari adanya potensi pelanggaran, David segera menghubungi Ketua Hiswana Migas, Muhammad Iqbal, serta Polsek Sumbersari untuk meminta bantuan pengamanan dan verifikasi. Tak lama berselang, petugas kepolisian dan perwakilan Hiswana Migas tiba di lokasi.
Pemeriksaan awal terhadap petugas SPBU dan temuan transaksi pembelian BBM yang mencurigakan melalui ponsel semakin memperkuat dugaan penyelewengan. Saat petugas kepolisian dan Hiswana Migas sedang fokus melakukan pemeriksaan terhadap staf SPBU, situasi berubah drastis. Sopir truk yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut tiba-tiba mengambil alih kemudi dan tancap gas, meninggalkan SPBU dengan kecepatan tinggi.
Pengejaran Dramatis dan Aksi Kekerasan
Melihat truk tersebut melarikan diri, David Handoko bersama rekannya di Baret Rescue segera melakukan pengejaran menggunakan mobil mereka. Anggota kepolisian juga turut serta dalam upaya mengejar truk yang membawa muatan BBM ilegal tersebut.
“Aku langsung menyalakan mobil. langsung saya uber truk,” ujar David saat memberikan keterangan di Mapolres Jember.
Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Menurut David, truk BBM ilegal tersebut saat melarikan diri dikawal oleh sebuah mobil misterius. Upaya pelarian truk ini bahkan sampai berputar-putar di area perkampungan warga untuk menghindari kejaran.
Puncak ketegangan terjadi saat truk tersebut memasuki kawasan Pasar Ambulu. Di lokasi ini, sopir truk diduga sengaja memepet mobil yang dikendarai David. Manuver berbahaya tersebut membuat mobil David terdorong hingga nyaris jatuh ke sungai.
“Truk itu sengaja mengarahkan dan memepet mobil saya agar nyemplung ke sungai,” ungkap David dengan nada prihatin.
Akibat aksi nekat sopir truk, mobil David terpaksa menabrak pagar jembatan yang terbuat dari besi. Pada saat yang bersamaan, kebetulan di lokasi tersebut terdapat sekelompok pemuda yang sedang menggunakan beberapa sepeda motor. Diduga kuat, para pemuda ini memiliki kaitan dengan komplotan yang menjalankan bisnis BBM ilegal tersebut.
Begitu David keluar dari mobilnya untuk melihat kondisi, para pemuda tersebut langsung menyerang dan mengeroyoknya. Akibat kejadian ini, David Handoko Seto memutuskan untuk melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian.
“Pemilik truk akan saya laporkan dengan pasal percobaan pembunuhan,” tegas David, menunjukkan keseriusannya dalam menindaklanjuti kasus ini.
SPBU Disegel untuk Penyelidikan Lanjutan
Menanggapi laporan dan temuan di lapangan, pihak kepolisian bergerak cepat. SPBU yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Tegal Besar, Jember, langsung disegel.
Wakapolres Jember, Kompol Ferry Dharmawan, menjelaskan bahwa penyegelan dilakukan karena SPBU tersebut terindikasi kuat terlibat dalam aksi penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar.
“Kami sepakat untuk sementara SPBU ini akan kita segel dulu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kompol Ferry.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap semua pihak yang terlibat dalam jaringan penyelewengan BBM bersubsidi tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kembali praktik ilegal serupa di masa mendatang.















