Jakarta Barat dilanda genangan air akibat tanggul Kali Angke yang jebol di beberapa titik. Peristiwa ini menyebabkan Jalan Pangeran Tubagus Angke terendam banjir pada hari Kamis (29 Januari 2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, setidaknya terdapat empat titik kebocoran pada tanggul Kali Angke. Kondisi ini mengakibatkan air kali meluap dan menggenangi jalan dengan ketinggian mencapai 30 sentimeter.
Titik genangan air tertinggi terpantau berada di sekitar Rumah Pompa Tubagus Angke. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dengan sigap berjaga di lokasi untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Upaya Penanganan Banjir
Para petugas PPSU terlihat aktif membantu mengurai kemacetan lalu lintas yang terjadi akibat banjir. Mereka juga membantu mengevakuasi pengendara sepeda motor yang mengalami mogok setelah mencoba menerobos genangan air.
Selain petugas PPSU, petugas dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) juga turut hadir di lokasi kejadian. Mereka bertugas memantau kondisi tanggul dan mencari solusi untuk mengatasi kebocoran yang terjadi.
Dampak Banjir Terhadap Lalu Lintas
Banjir yang melanda Jalan Pangeran Tubagus Angke menyebabkan arus lalu lintas menjadi tersendat. Banyak pengendara, baik sepeda motor maupun mobil, yang terpaksa melaju dengan kecepatan rendah untuk menghindari genangan air yang cukup tinggi.
Kondisi ini menyebabkan kepadatan lalu lintas tidak terhindarkan. Bunyi klakson kendaraan pun terdengar sesekali sebagai akibat dari kemacetan yang terjadi.
Keterangan Petugas PPSU
Ecang (37), seorang petugas PPSU yang bertugas di lokasi, mengungkapkan bahwa jalan tersebut mulai tergenang air sekitar pukul 07.00 WIB.
“Saya sudah menyapu dari pukul 05.00 WIB di sini. Eh sekarang banjir lagi,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ecang menambahkan bahwa banjir ini disebabkan oleh luapan air kali ke arah jalan. Meskipun demikian, ia menilai bahwa banjir kali ini tidak separah banjir yang terjadi pada pekan sebelumnya.
“Enggak separah pekan lalu kalau sekarang. Ini tinggal nunggu luapan dari Bogor aja,” tuturnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa banjir kiriman dari wilayah Bogor juga menjadi perhatian utama dalam penanganan banjir di Jakarta.
Faktor-faktor Penyebab Banjir
Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab terjadinya banjir di Jalan Pangeran Tubagus Angke antara lain:
- Kebocoran Tanggul Kali Angke: Tanggul yang bocor di beberapa titik menjadi penyebab utama meluapnya air kali ke jalan.
- Curah Hujan Tinggi: Curah hujan yang tinggi di wilayah Jakarta dan sekitarnya dapat meningkatkan debit air Kali Angke.
- Kiriman Air dari Bogor: Air kiriman dari wilayah Bogor juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan debit air Kali Angke, terutama saat curah hujan di wilayah tersebut tinggi.
- Pendangkalan Kali Angke: Pendangkalan kali dapat mengurangi kapasitas tampung air, sehingga air lebih mudah meluap saat debit meningkat.
- Sistem Drainase yang Kurang Optimal: Sistem drainase yang kurang optimal dapat memperlambat proses pembuangan air, sehingga genangan air lebih lama bertahan.
Upaya Pencegahan Banjir
Untuk mencegah terjadinya banjir di Jalan Pangeran Tubagus Angke dan wilayah Jakarta lainnya, beberapa upaya yang perlu dilakukan antara lain:
- Perbaikan dan Pemeliharaan Tanggul: Tanggul-tanggul yang bocor atau rusak harus segera diperbaiki dan dipelihara secara rutin.
- Normalisasi Kali Angke: Kali Angke perlu dinormalisasi untuk meningkatkan kapasitas tampung air dan memperlancar aliran air.
- Peningkatan Sistem Drainase: Sistem drainase perlu ditingkatkan untuk mempercepat proses pembuangan air.
- Pengendalian Tata Ruang: Tata ruang perlu dikendalikan untuk mencegah pembangunan di daerah resapan air.
- Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.
Dengan upaya pencegahan yang komprehensif, diharapkan banjir di Jalan Pangeran Tubagus Angke dan wilayah Jakarta lainnya dapat diminimalisir.



















