• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Nasional Kesehatan

Apa Itu Mikroplastik? Bahaya, Dampak Kesehatan, dan Cara Mengurangi Paparannya

Hendra by Hendra
30 April 2026 - 22:43
in Kesehatan
0

, JAKARTA — Mikroplastik kian menjadi ancaman tersembunyi yang sulit dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Partikel plastik berukuran sangat kecil ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga telah masuk ke dalam rantai makanan manusia sehingga memunculkan kekhawatiran baru terhadap dampaknya bagi kesehatan.

Penelitian dalam jurnal Environmental Research yang dipublikasikan pada Februari 2024 mengungkapkan bahwa berbagai produk protein dan sayuran bahkan telah terkontaminasi mikroplastik. Lantas, apa sebenarnya mikroplastik dan bagaimana dampak serta bahayanya bagi kesehatan? Bagaimana pula cara menghindari partikel plastik tak kasat mata ini?

Sampah mikroplastik merupakan fragmen kecil plastik dengan ukuran kurang dari 5 milimeter. Mikroplastik umumnya terbagi dalam dua jenis, yaitu mikroplastik primer dan sekunder. Mikroplastik primer adalah mikroplastik yang sengaja diproduksi dalam bentuk kecil (mikro), sedangkan mikroplastik sekunder merupakan hasil degradasi dari plastik yang lebih besar yang tercecer di lingkungan dan kemudian berubah bentuk. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu tinggi, sinar matahari, limpasan air, angin, dan organisme pendegradasi plastik.

Adapun, mikroplastik umumnya dilepaskan selama produksi, penggunaan, dan pembuangan produk-produk plastik, sehingga bisa dikatakan tidak ada satu tempat pun yang terbebas dari partikel mikroplastik yang sangat kecil. Sampah mikroplastik berasal dari berbagai sumber, termasuk limbah industri, pembuangan sampah yang tidak sesuai, dan degradasi plastik yang lebih besar. Dengan ukurannya yang super kecil, membuat sampah jenis ini lebih mudah menyebar ke berbagai lingkungan, termasuk perairan dan tanah di Indonesia.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa setiap harinya kehidupan dan aktivitas manusia menghasilkan volume timbunan sampah sebanyak 71.688,84 ton, dengan volume sampah plastik menduduki peringkat kedua terbanyak setelah sampah sisa makanan.

Sebuah studi pada tahun 2024 menemukan adanya mikroplastik di dalam sumbatan arteri pembuluh darah yang bisa berdampak pada kesehatan manusia. Dari studi yang dilakukan para peneliti di China melaporkan bahwa ditemukan mikroplastik dalam gumpalan darah yang diangkat melalui pembedahan dari arteri di jantung dan otak, serta vena dalam di kaki bagian bawah. Penelitian yang telah dipublikasikan di eBioMedicine tersebut berskala kecil, yang hanya melibatkan 30 pasien. Namun, temuan itu serupa dengan penelitian yang dilakukan di Italia, yang menemukan keberadaan mikroplastik dalam plak meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.

Baca Juga  Konflik Timur Tengah Mengancam Rute Perdagangan Dunia: Dampak dan Solusi

Tim peneliti di China juga menemukan hubungan potensial antara tingkat mikroplastik dalam pembekuan darah dan tingkat keparahan penyakit. Mikroplastik dengan berbagai bentuk dan ukuran dideteksi menggunakan teknik analisis kimia pada 24 dari 30 bekuan darah yang diteliti, pada konsentrasi yang bervariasi. Pengujian juga mengidentifikasi jenis plastik yang sama seperti yang terdeteksi dalam penelitian plak arteri yang dipimpin Italia, yakni polivinil klorida (PVC) dan polietilen (PE). Hal ini tidak mengherankan karena PVC (sering digunakan dalam konstruksi) dan PE yang umumnya digunakan dalam botol dan tas belanja, adalah dua plastik yang paling umum diproduksi.

Dengan mikroplastik yang sebelumnya terdeteksi di jaringan paru-paru dan sampel darah manusia, mudah untuk membayangkan bagaimana potongan-potongan plastik mikroskopis ini berpindah dari lingkungan ke dalam tubuh. Karena keberadaan mikroplastik di lingkungan dan produk sehari-hari, paparan manusia terhadap anggota parlemen tidak dapat dihindari. “Oleh karena itu, polutan mikroplastik telah memicu kekhawatiran karena keberadaannya yang tersebar luas dan potensi implikasinya terhadap kesehatan,” kata Tingting Wang, seorang ilmuwan klinis di First Affiliated Hospital of Shantou University Medical College di China, yang turut melakukan penelitian.

Riset tahun 2024 juga menemukan plastik mikro dalam hampir semua bagian tubuh manusia. Terbukti bahwa adanya plastik mikro dalam tubuh dalam jumlah tinggi, risiko masalah jantung dan sistem reproduksi juga meningkat. Beberapa pasien penyakit jantung dalam studi tersebut ditemukan memiliki plastik mikro dalam pembuluh darah mereka. Pasien yang mengalami hal ini, terutama di pembuluh darah bagian leher, 2 kali lebih berpotensi serangan jantung atau stroke. Lebih mengejutkan lagi, risiko kematian mereka lebih tinggi daripada orang yang tidak memiliki plastik mikro dalam pembuluh darah.

Selain itu, sejumlah kandungan dalam plastik mikro seperti flame retardant, plasticizer, dan antioksidan berpotensi mengganggu fungsi sistem hormon dan reproduksi. Perkembangan otak dan ginjal juga kemungkinan terganggu, bahkan, beberapa ikan ditemukan memiliki tumor akibat terpapar kandungan-kandungan ini. Menurut studi pada hewan yang terpapar plastik mikro, serpihan ini dapat mengganggu hormon testosteron, masalah pada usus, dan kerusakan ingatan. Hal ini karena plastik mikro dapat luluh atau “tercuci” dalam tubuh, mengeluarkan zat-zat berbahayanya di dalam berbagai bagian tubuh. Polutan dan organisme lain juga dapat menempel pada plastik mikro yang masuk ke dalam tubuh.

Baca Juga  Batiqa Hotel Darmo Surabaya Lakukan Workshop untuk Jaga Kesehatan Mental Karyawan

Paparan Mikroplastik Dalam Ruangan

Adapun, sejumlah penelitian menunjukkan konsentrasi mikroplastik di dalam ruangan justru lebih tinggi dibandingkan dengan di luar ruangan. Kondisi ini dipengaruhi oleh banyaknya penggunaan material berbasis plastik dalam kehidupan sehari-hari di rumah serta minimnya pertukaran udara di ruang tertutup. Debu rumah menjadi salah satu tempat utama berkumpulnya partikel mikroplastik sebelum kembali terangkat ke udara. Aktivitas seperti berjalan, membersihkan rumah, hingga penggunaan furnitur dapat membuat partikel tersebut kembali beterbangan dan tanpa sadar terhirup. Penelitian yang dilakukan biogeochemist dari French National Center for Scientific Research juga menemukan adanya mikroplastik berukuran sangat kecil di udara dalam ruangan. Studi yang dilakukan di beberapa apartemen di Toulouse, Prancis, serta di dalam mobil menunjukkan rata-rata lebih dari 500 partikel per meter kubik udara di dalam ruangan dan lebih dari 2.200 partikel di dalam kabin mobil.

Peneliti juga mencatat bahwa paparan bisa lebih tinggi pada kelompok rentan seperti bayi yang berada dekat lantai. Dalam kondisi tertentu, bayi dapat menghirup sekitar 19.000 hingga 75.000 partikel per hari, sementara orang dewasa berkisar 28.000 hingga 108.000 partikel per hari, meski angka ini masih memiliki keterbatasan pengukuran. Temuan ini menunjukkan bahwa bayi juga bisa lebih banyak terpapar mikroplastik dibanding orang dewasa karena posisinya yang lebih dekat dengan lantai. Karena itu, penting untuk mulai mengurangi paparan mikroplastik di rumah dalam aktivitas sehari-hari.

Keberadaan mikroplastik kini ditemukan hampir di seluruh ekosistem. Berikut langkah sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari untuk mengurangi paparan mikroplastik:

  • Mengurangi penggunaan plastik, terutama plastik sekali pakai. Disarankan pula untuk menggunakan wadah kaca daripada plastik ketika memanaskan makanan dengan microwave, mengingat suhu tinggi mempercepat penguraian plastik.
  • Hindari minuman botol berkemasan plastik. Menurut riset, tutup botol kemasan minuman plastik yang ditutup dan dibuka secara berulang-ulang menimbulkan munculnya plastik mikro yang bisa jatuh ke dalam air dan dikonsumsi.
  • Mengurangi penggunaan pakaian berbahan sintetis dan menggantinya dengan bahan alami seperti katun atau wol.
  • Menggunakan filter pada mesin cuci untuk menahan serat mikroplastik agar tidak terbuang ke lingkungan.
  • Membersihkan debu dengan kain basah sebelum menyapu atau menyedot debu agar partikel tidak kembali beterbangan.
  • Menggunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA untuk menangkap partikel berukuran sangat kecil.
  • Menjaga sirkulasi udara dengan membuka jendela atau menggunakan alat penyaring udara (air purifier).
Baca Juga  5 Cara Efektif Meningkatkan Imunitas untuk Cegah Campak
Tags: bahayadampakkesehatanmengurangimikroplastik?paparannya
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Ahli Bagikan Tips Ampuh Jaga Imunitas Saat Cuaca Berubah-ubah
Kesehatan

Ahli Bagikan Tips Ampuh Jaga Imunitas Saat Cuaca Berubah-ubah

2 Juni 2026 - 23:59
Dokter Ungkap Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan Mengerikan
Kesehatan

Dokter Ungkap Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan Mengerikan

2 Juni 2026 - 20:04
Waspada! Kasus Penyakit Musiman Meningkat, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
Kesehatan

Waspada! Kasus Penyakit Musiman Meningkat, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

2 Juni 2026 - 14:12
Kenali Gejala Awal Penyakit yang Sering Terabaikan untuk Hidup Lebih Sehat
Kesehatan

Kenali Gejala Awal Penyakit yang Sering Terabaikan untuk Hidup Lebih Sehat

2 Juni 2026 - 11:45
Program Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias Warga: Raih Kesejahteraan Lebih Dini
Kesehatan

Program Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias Warga: Raih Kesejahteraan Lebih Dini

2 Juni 2026 - 06:22
Cara merawat kulit leher dengan benar
Kesehatan

Cara merawat kulit leher dengan benar

10 Mei 2026 - 21:21
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

BRIN Minta Maaf Penggunaan Lambang Garuda yang Keliru

BRIN Minta Maaf Penggunaan Lambang Garuda yang Keliru

15 Juni 2026 - 06:42
NASA: Cape Cod Boom Meteorite May Have Struck Bay

NASA: Cape Cod Boom Meteorite May Have Struck Bay

15 Juni 2026 - 06:29
Analisis Nota Keuangan Kuartal II 2026: Dampak Ekonomi & Prediksi Medan Terkini

Analisis Mendalam Nota Keuangan Kuartal II 2026: Strategi Ekonomi Bali dan Indonesia di Tengah Tantangan Global

15 Juni 2026 - 06:21
Yohanes Ontot: Tak Ada Ampun Bagi Pemecah Bangsa

Yohanes Ontot: Tak Ada Ampun Bagi Pemecah Bangsa

15 Juni 2026 - 06:16
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.