Dapur Kepala Desa Terbakar Akibat Kebiasaan Sederhana Basmi Nyamuk
Nunukan, Kalimantan Utara – Sebuah insiden kebakaran yang cukup mengagetkan terjadi di Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada hari Senin, 1 Juni 2026. Kebakaran yang terjadi di dapur rumah Samsurijal, Kepala Desa Lapri, seketika menimbulkan kepanikan. Peristiwa ini berawal dari sebuah upaya sederhana untuk mengusir nyamuk dari kediamannya.
Samsurijal dilaporkan sedang mencoba membasmi nyamuk di rumahnya yang beralamat di Jalan Poros Polmas RT 02 Desa Lapri. Ia memiliki cara tersendiri untuk menghadapi serangga pengganggu tersebut, yaitu dengan membakar rak telur bekas. Rak telur bekas tersebut diletakkan di atas kompor gas, dengan harapan asap yang ditimbulkan akan membuat nyamuk pergi.
Setelah menyalakan api pada rak telur, Samsurijal kemudian beranjak ke ruang tamu untuk melakukan penyemprotan nyamuk. Namun, beberapa saat kemudian, ketika ia kembali ke dapur untuk mengambil rak telur yang sedang dibakarnya, api ternyata telah membesar secara tak terduga. Api yang awalnya kecil dengan cepat menjalar dan membakar bagian atap dapur. Dalam hitungan menit, kepulan asap tebal telah memenuhi seluruh area dapur.
Menyadari bahaya yang mengancam, Samsurijal bersama dengan warga sekitar segera bertindak cepat. Mereka berupaya keras memadamkan api secara mandiri sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Upaya gotong royong ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam menghadapi musibah.
Komandan Pleton Damkar Sektor Sebatik Utara, Dwi Subakti, mengonfirmasi bahwa pihaknya segera bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan adanya kebakaran. “Petugas yang datang langsung melakukan pemadaman, fokus utama kami adalah pada bagian dapur yang merupakan sumber api,” ujar Dwi Subakti.
Lebih lanjut, Dwi Subakti menjelaskan bahwa tim pemadam kebakaran juga melakukan penyiraman di bagian depan rumah. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk mencegah api merembet ke bangunan lain yang berdekatan. “Sebelum kami tiba, warga terdekat bersama Pak Kades sudah berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Ini sangat membantu,” tambahnya, mengapresiasi inisiatif warga.
Proses Pemadaman dan Dampak Kebakaran
Proses pemadaman api berlangsung cukup intensif, dilanjutkan dengan tahap pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa. Dalam operasi pemadaman tersebut, petugas mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Penggunaan tiga unit mobil ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman dan meminimalisir kerusakan lebih lanjut.
Syukurlah, dalam kejadian kebakaran ini, tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan. Semua penghuni rumah dan warga yang terlibat dalam upaya pemadaman dilaporkan selamat. Namun demikian, bagian dapur rumah Samsurijal mengalami kerusakan yang cukup signifikan akibat dilalap api. Kerusakan ini meliputi atap, dinding, dan peralatan dapur yang ada di dalamnya.
Hingga saat ini, pihak terkait masih dalam proses pendataan untuk menghitung nilai kerugian materiil akibat peristiwa kebakaran tersebut. “Kerugian harta benda masih dalam proses perhitungan,” pungkas Dwi Subakti. Perkiraan kerugian ini akan mencakup biaya perbaikan bangunan dapur serta penggantian barang-barang yang rusak.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, terutama di dalam rumah. Meskipun niatnya baik untuk membasmi nyamuk, penggunaan api secara langsung tanpa pengawasan yang memadai dapat berujung pada musibah.
Beberapa hal yang dapat dipelajari dari insiden ini antara lain:
- Kehati-hatian dalam Penggunaan Api: Selalu awasi api saat digunakan, sekecil apapun itu. Hindari meninggalkan api tanpa pengawasan, terutama saat melakukan aktivitas lain.
- Metode Alternatif Pengusir Nyamuk: Pertimbangkan penggunaan metode pengusir nyamuk yang lebih aman, seperti obat nyamuk elektrik, kelambu, atau tanaman pengusir nyamuk.
- Kesiapsiagaan Bencana: Memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di rumah dapat sangat membantu dalam memadamkan api kecil sebelum membesar.
- Peran Komunitas: Semangat gotong royong dan kerja sama antarwarga sangat krusial dalam menghadapi situasi darurat seperti kebakaran.
Pihak desa dan pemerintah daerah diharapkan dapat segera memberikan bantuan kepada Kepala Desa Samsurijal untuk memperbaiki rumahnya yang rusak akibat kebakaran. Upaya pemulihan pasca-bencana ini akan sangat membantu meringankan beban yang ditanggung oleh keluarga kepala desa. Kejadian ini diharapkan tidak terulang kembali di masa mendatang dengan adanya peningkatan kesadaran dan kewaspadaan dari seluruh lapisan masyarakat.












