Musim yang Mengecewakan bagi Real Madrid
Real Madrid menutup musim 2025/26 dengan kekalahan 2-0 dari Barcelona pada Minggu (10/5) malam. Dalam pertandingan El Clasico tersebut, Los Blancos tampil jauh dari meyakinkan dan nyaris tidak mampu memberi tekanan berarti kepada rival abadinya. Hasil ini sekaligus memastikan bahwa Madrid mengakhiri musim tanpa trofi besar untuk tahun kedua beruntun. Lebih menyakitkan lagi, mereka terancam benar-benar menutup musim tanpa satu pun gelar yang bisa dibawa pulang ke Santiago Bernabeu.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, pelatih kepala Alvaro Arbeloa sempat menyinggung keputusan wasit yang menurutnya merugikan timnya. Meski begitu, dia tidak ingin terlalu lama membahas kontroversi tersebut dan lebih memilih fokus pada kondisi tim yang sedang terpukul.
”Menurut saya jelas ada sikutan, tetapi meskipun demikian, selamat kepada Barça atas kemenangan liga hari ini. Musim kami berakhir hari ini, tetapi kami tidak boleh menyerah. Kami membela sesuatu yang jauh lebih besar dari kita semua, lambang Real Madrid. Kami harus menunjukkan bahwa kami benar-benar terluka,” kata Alvaro Arbeloa.
Arbeloa juga memahami rasa frustrasi para pendukung Madrid yang harus melihat tim kesayangannya tampil inkonsisten sepanjang musim. Dia menegaskan bahwa satu-satunya jalan keluar adalah belajar dari kesalahan dan segera bangkit.
”Kami tidak bisa mengatakan banyak hal karena kami memahami rasa frustrasi dan kemarahan (para pendukung). Kami hanya bisa melihat ke masa depan dan belajar dari kesalahan yang telah kami lakukan tahun ini. Kami selalu bangkit,” imbuh dia.
”Saya memahami kemarahan para penggemar Madrid. Kita perlu bersama-sama melangkah maju dan memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang harus kita lakukan. Bagi saya, itu adalah prinsipnya dan belajar dari kenyataan bahwa kita telah kehilangan banyak poin yang seharusnya tidak kita kehilangan. Anda bisa bermain melawan Barca dan kalah, tetapi melawan tim lain Anda tidak bisa,” terang dia.
Penjelasan Tentang Absennya Mbappe dan Huijsen
Selain membahas performa tim, Arbeloa juga memberikan penjelasan terkait absennya Kylian Mbappe dalam pertandingan besar tersebut. Menurut dia, sang penyerang masih belum berada dalam kondisi fisik terbaik setelah mengalami masalah kebugaran.
”Musim ini tinggal dua minggu lagi dan kita harus melihat bagaimana perkembangannya setelah mengalami ketidaknyamanan untuk melihat apakah dia bisa bermain atau tidak. Saya berharap dia bisa bermain, tetapi dia belum 100 persen fit,” kata Alvaro Arbeloa.
Tak hanya Mbappe, Dean Huijsen juga batal tampil sebagai starter meski sebelumnya sempat diperkirakan akan turun sejak menit awal. Arbeloa mengungkapkan bahwa bek muda tersebut mengalami kendala saat pemanasan.
”(Huijsen) ingin bermain, tetapi dia lemah saat mulai pemanasan. Dalam pertandingan seperti ini, kami membutuhkan energi,” ungkat Alvaro Arbeloa.
Situasi ini semakin menggambarkan betapa beratnya musim yang dijalani Real Madrid. Saat performa tim sedang menurun, masalah kebugaran pemain justru datang di momen paling krusial. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pelatih dan staf medis untuk segera menemukan solusi agar Madrid dapat bangkit di musim mendatang.



















