Prestasi IAIN Parepare di GDFS 2026
Tim debat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), berhasil meraih Juara 1 dalam Gusdurian Debat Festival Syariah (GDFS) 2026. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan dan daya saing mahasiswa dari daerah tersebut di tingkat nasional.
GDFS 2026 berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Jawa Tengah, pada tanggal 16 hingga 18 April 2026. Dalam babak final yang dihelat pada hari Sabtu (18/4/2026), tim IAIN Parepare yang terdiri dari Yusniar, Dery Adrisal, dan Anugrah Ramadhani tampil sangat impresif.
Mereka mampu membedah isu hukum Islam kontemporer dengan argumentasi yang tajam, sistematis, serta menawarkan pendekatan solutif yang relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini membuat mereka unggul dari sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Berdasarkan keputusan dewan juri, IAIN Parepare berhasil menduduki posisi puncak. Sementara itu, Universitas Negeri Surabaya menempati posisi kedua, disusul oleh tuan rumah UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan di urutan ketiga.
Prestasi ini membuktikan bahwa kapasitas intelektual mahasiswa dari Sulsel mampu bersaing di kancah nasional. Yusniar, perwakilan tim, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. Ia menyebutkan bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras kolektif dan dukungan penuh dari pihak kampus.
Muhammad Ali Rusdi, Wakil Rektor IAIN Parepare, menyatakan bahwa prestasi ini menjadi indikator nyata dari kualitas pembinaan intelektual di lingkungan kampus. Menurutnya, penguasaan retorika dan daya kritis yang ditunjukkan oleh mahasiswa menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing secara kompetitif di level nasional.
“Kemenangan ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki kapasitas intelektual yang sangat baik. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan agar lahir prestasi-prestasi serupa di masa depan,” ujarnya.
Prof Rahmawati, Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare, juga memberikan apresiasi atas capaian ini. Baginya, keberhasilan ini akan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus mengasah kemampuan berpikir kritis dan berani tampil dalam ruang-ruang diskusi intelektual.
Ajang GDFS 2026 diikuti oleh berbagai delegasi dari perguruan tinggi di Indonesia. Selain tiga besar utama, posisi juara harapan diraih oleh UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, UIN Walisongo Semarang, dan beberapa tim lain dari UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Tim IAIN Parepare: Kunci Sukses dalam Debat
Beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan tim IAIN Parepare dalam GDFS 2026 antara lain:
- Kemampuan analitis yang kuat: Mereka mampu memahami isu hukum Islam kontemporer dengan baik dan memberikan jawaban yang tepat.
- Kesiapan mental dan fisik: Para anggota tim telah melakukan persiapan yang matang sebelum mengikuti ajang ini.
- Kerja sama tim yang solid: Kepedulian dan kolaborasi antar anggota menjadi salah satu kunci utama kesuksesan.
Peran Perguruan Tinggi dalam Pembinaan Mahasiswa
Perguruan tinggi seperti IAIN Parepare memainkan peran penting dalam membentuk mahasiswa yang berkualitas. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Program pelatihan debat: Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan berargumen mahasiswa.
- Pembinaan keterampilan akademik: Mahasiswa didorong untuk mengikuti berbagai seminar dan forum diskusi untuk meningkatkan wawasan mereka.
- Dukungan dari dosen pembimbing: Dosen berperan sebagai mentor yang membantu mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk berkompetisi.
Perspektif Masa Depan
Prestasi IAIN Parepare di GDFS 2026 menjadi awal yang baik untuk masa depan mahasiswa yang ingin berkarier di bidang hukum Islam. Dengan pengalaman yang diperoleh, mereka dapat terus mengembangkan diri dan menjadi contoh bagi generasi muda.



















