No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home IPTEK & Pendidikan

Artemis II: Kembalinya Manusia ke Orbit Bulan Setelah Apollo

Hendra by Hendra
9 April 2026 - 20:50
in IPTEK & Pendidikan
0

Misi Artemis II NASA: Langkah Maju Menuju Bulan

Misi Artemis II NASA resmi diluncurkan pada 1 April 2026. Misi luar angkasa ini menandai langkah selanjutnya dalam perjalanan umat manusia menuju bulan. Artemis II juga merupakan penerbangan Artemis berawak pertama. Selain itu, ini adalah kali pertama umat manusia akan kembali ke bulan setelah lebih dari 50 tahun—sejak misi Apollo.

Bisa dibilang, Artemis II adalah misi yang punya implikasi besar bagi masa depan eksplorasi bulan dan ruang angkasa. Ada banyak hal yang terjadi di NASA pada tahun 2026 ini, dan Artemis II hanyalah salah satu dari bagiannya. Namun, salah satu alasan kenapa misi Artemis II sangat istimewa adalah karena misi ini benar-benar menandai kembalinya umat manusia ke bulan.

Meskipun NASA pernah mengirim manusia ke bulan pada tahun 1960-an sampai 1970-an, misi umat manusia ke bulan dalam beberapa tahun terakhir ini sebenarnya tanpa awak. Bahkan misi Artemis pertama pun merupakan uji coba tanpa awak yang dirancang untuk menguji kemampuan dan standar keselamatan pesawat. Nah, dengan hadirnya Artemis II, NASA akhirnya menjembatani kesenjangan antara misi tanpa awak dan berawak. Hal ini membuktikan bahwa NASA mampu mengirim manusia ke bulan. Bagaimana ya, fakta-faktanya?

Apa Itu Program Artemis NASA?



National Air and Space Museum menjelaskan bahwa program Artemis NASA, dinamai menurut dewi perburuan Yunani. Program-program ini adalah rencana NASA untuk mengirim manusia kembali ke bulan, tetapi lebih ambisius daripada Proyek Apollo. NASA rupanya ingin membangun pangkalan permanen di kutub selatan Bulan, di mana mereka akan melakukan penelitian ilmiah dan meneliti efek hidup di Bulan dalam jangka panjang. Melalui kemitraan dengan badan dan perusahaan antariksa internasional, program Artemis mencakup serangkaian penerbangan yang direncanakan untuk mempersiapkan pendaratan di bulan di masa mendatang.

Penerbangan uji pertamanya, Artemis I, dilakukan pada tahun 2022 tanpa awak. Menurut NASA, misinya adalah untuk menguji Sistem Darat Eksplorasi NASA, roket luar angkasa, dan pesawat ruang angkasa Orion. Selama penerbangan tersebut, Orion menempuh jarak hampir 270.000 mil melewati bulan, melampaui jarak yang pernah ditempuh pesawat ruang angkasa mana pun yang dirancang untuk membawa manusia sebelumnya. Keberhasilannya menunjukkan bahwa teknologi organisasi tersebut siap untuk membawa astronaut dalam misi ke bulan.

Para Awak Misi Artemis II Datang Dari Latar Belakang Yang Beragam



Selain menjadi misi berawak pertama ke bulan setelah lebih dari 50 tahun, Artemis II merupakan misi istimewa karena orang-orang yang ada di dalamnya. Yap, awaknya terdiri dari empat astronaut dengan latar belakang yang beragam. Di dalam Orion terdapat Christina Koch, Victor Glover, dan Jeremy Hansen, yang masing-masing akan menjadi perempuan pertama, orang kulit berwarna pertama, dan warga Kanada pertama yang mencapai sekitar bulan. Veteran NASA, Reid Wiseman, akan memimpin misi ini. Bisa dibilang, para awaknya sangat beragam.

Baca Juga  Ringkasan Puisi dan Soal HOTS Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA

Tujuan Misi Artemis II



Misi Artemis II bertujuan sebagai tempat pengujian penting yang membuka jalan bagi misi-misi lain di masa depan. Nah, yang utama di antaranya adalah uji coba pilot manual yang telah dilakukan misi di orbit Bumi tinggi. Uji coba ini penting untuk memastikan pesawat ruang angkasa beroperasi sesuai rencana, karena misi di masa depan selanjutnya akan berlabuh dengan wahana pendarat bulan di orbit. Itu sebabnya, pilot harus melakukannya secara manual—jika diperlukan untuk menjaga keselamatan astronaut di masa depan.

Misi ini juga akan sangat penting bagi ilmu pengetahuan, karena para astronaut akan pergi lebih jauh ke luar angkasa ketimbang yang pernah dilakukan umat manusia sebelumnya. Pada titik terjauhnya, awak di dalam pesawat ruang angkasa Orion akan menempuh jarak sekitar 252.760 mil atau lebih dari 400.000 kilometer dari Bumi. Jadi mereka diharapkan dapat melihat tempat-tempat di bulan yang belum pernah dilihat mata manusia.

Orbitnya akan membawa wahana antariksa Orion mengelilingi satelit bulan Bumi, yang akan menempatkan awaknya dalam jarak 5.000 mil dari permukaan bulan. Meskipun jarak itu masih jauh dari jarak terdekat yang pernah dicapai selama program Apollo, hal ini memberikan data penting untuk membantu perencanaan zona pendaratan di masa depan dan bahkan mungkin pembangunan pangkalan bulan untuk eksplorasi jangka panjang permukaan bulan.

Roket Artemis II Dibawa Dengan Pengangkut Yang Menempuh Perjalanan Selama 12 Jam



Nah, rupanya, upaya peluncuran Artemis II sempat mengalami banyak kendala, lho. NASA terpaksa menunda misi ini beberapa kali untuk memastikan bahwa pesawat ruang angkasa tetap utuh dan beroperasi selama fase-fase awalnya. Penundaan Artemis II yang terakhir disebabkan oleh masalah tekanan helium. Sebab, banyak hal yang dipertaruhkan karena Orion akan membawa empat astronaut mengelilingi bulan untuk pertama kalinya sejak tahun 1972. NASA bahkan menarik sistem peluncuran Space Launch System (SLS) dari landasan peluncuran dan membawanya kembali ke Gedung Perakitan Kendaraan (VAB) yang terletak sejauh 6 kilometer lebih. Prosesnya bisa dibilang memakan waktu 8 hingga 12 jam, nih. Kenapa selama itu, ya?

Ternyata, kecepatannya bergantung pada mesin yang digunakan untuk memindahkan bagian-bagian pesawat ruang angkasa. Mesin pengangkutnya hanya dirancang untuk bergerak hingga 2 mil per jam saat tidak bermuatan atau maksimal 1 mil per jam saat bermuatan. Namun, karena jalur yang dilewatinya itu penuh dengan bebatuan, jadi mesin pengangkutnya hanya bergerak dengan kecepatan setengah mil per jam.

Dikutip BBC News, adapun, tim yang bertanggung jawab untuk memindahkan Artemis II di jalur pengangkut harus berhati-hati agar perjalanannya stabil karena membawa pesawat ruang angkasa tersebut. Bahkan, ada beberapa tim yang terlibat dalam proses ini, termasuk seorang pengemudi dan tim yang membantu mengelola mesin dan aspek penting lainnya, seperti sistem hidrolik. Selain itu, mesin yang membawa SLS dan pesawat ulang-alik Orion adalah pengangkut yang pernah digunakan NASA sejak zaman Apollo, lho.

Baca Juga  Kemendikdasmen Percepat Revitalisasi Sekolah di Daerah 3T Terdampak Bencana

Pertanyaannya, kenapa pengangkut pesawat Artemis II ini sangat lambat? Sebab, masing-masing mesin pengangkutnya terdiri lebih dari 16 motor listrik, serta dua generator daya yang bergantung pada bahan bakar diesel untuk beroperasi. Selain itu, mesin ini terdiri dari empat trek berbeda, yang bergerak di sepanjang jalur rel dengan kecepatan relatif. Namun, jika NASA ingin memiliki pengangkut yang bergerak lebih cepat, NASA harus menggunakan sistem pengangkut dan erektor seperti yang dimiliki SpaceX dan lembaga lainnya. Sayangnya, NASA tidak punya dan harus membangunnya terlebih dahulu.

Seberapa Cepat Artemis II Mencapai Ruang Angkasa Setelah Lepas Landas?



Menurut NASA, peluncuran Artemis II membutuhkan daya dorong sebesar 8,8 juta pon, yang kira-kira sama dengan daya dorong 326 mesin jet tempur F-16. Jadi sekitar 1 menit setelah lepas landas, roket mengurangi daya dorongnya selama sekitar 25 detik pada Max Q—titik tekanan aerodinamis maksimum—saat menembus atmosfer bawah yang padat. Setelah melewatinya, Orion akan terus berakselerasi, mencapai hampir 3.200 mil per jam. Sekitar 2:09 menit setelah lepas landas, pendorong roket padat terlepas sebelum Orion mencapai tepi atmosfer.

Empat mesin RS-25, yang telah diperbarui dari program pesawat ulang-alik NASA, akan mendorong pesawat ruang angkasa hingga kecepatan 17.500 mph, kecepatan minimum yang dibutuhkan untuk mempertahankan kestabilan orbit di sekitar Bumi. Fase ini membentang dari tepi ruang angkasa hingga orbit, hampir 100 mil di atas Bumi. Sebagian besar daya dorong mendorongnya ke depan, bukan ke atas.

Saat awak Artemis II memasuki kondisi mikrogravitasi hanya 8 menit setelah perjalanan 10 hari mereka, mesin RS-25 akan mati, dan awak akan kehilangan bobot. Pesawat ruang angkasa akan meluncur di orbit selama sekitar 24 jam, menunggu saat yang tepat ketika Mesin Sistem Manuver Orbital (OMS-E) Orion menyalakan pembakaran injeksi translunar (TLI) yang mengirim Orion menuju bulan.

Awak akan menempuh jarak lebih dari 230.000 mil ke bulan, atau membutuhkan waktu sekitar 3—4 hari untuk mencapai orbitnya. Adapun, misi Artemis II tidak melakukan pendaratan. Sebaliknya, awak akan tetap berada sekitar 4.000 hingga 6.000 mil di atas permukaan karena NASA ingin menguji apakah Orion dapat dengan aman mendukung awak di ruang angkasa, sekaligus memberi mereka kesempatan untuk berlatih navigasi dan sistem kendali. Setelah mengelilingi bulan, Orion akan kembali ke Bumi, mendarat di Samudra Pasifik dekat San Diego sekitar 10 hari setelah lepas landas.

NASA Sudah Wanti-Wanti Agar Artemis II Pulang Dengan Aman



Bagian terakhir dari misi Artemis II adalah kembali ke Bumi dengan selamat. Hal ini sangat penting untuk membuktikan bahwa Orion dapat membawa manusia kembali ke Bumi dengan aman. Diperkirakan kapsul Orion akan melaju dengan kecepatan mendekati 25.000 mil per jam (40.000 km/jam) sebelum masuk kembali ke atmosfer. Itu berarti bahwa gesekan yang dialami pesawat ruang angkasa Orion saat kembali ke atmosfer, perisai panasnya bisa mencapai suhu hingga lebih dari 3.000 derajat Fahrenheit atau 1.650 derajat Celsius, seperti yang dijelaskan NASA.

Baca Juga  Ingin Jadi Programmer, Data Scientist, atau Cyber Security? Ini Jurusan IT yang Sedang Diburu

Sebelumnya, kapsul Orion dari Artemis I mengalami masalah pada perisai panasnya. Dan hal ini membuat para ahli khawatir tentang misi Artemis di masa mendatang. Namun, NASA sudah menyusun rencana untuk mengurangi kemungkinan tersebut dengan membuat proses kembalinya Artemis II terjadi lebih langsung daripada Artemis I. Hal ini membatasi berapa lama kapsul berada di dalam atmosfer, sehingga membatasi paparan perisai panas terhadap fluktuasi suhu ekstrem yang diyakini telah menyebabkan kerusakan pada Artemis I.

Program-Program Setelah Misi Artemis II



NASA resmi meluncurkan Artemis II pada Rabu, (01/04/2026) dengan empat awak. Misi mereka kali ini adalah terbang mengelilingi bulan tanpa memasuki orbit bulan, menempuh jarak lebih dari 4.000 mil di luar benda langit tersebut—bahkan melampaui jarak perjalanan Artemis I. Selama penerbangan uji kedua ini, yang dijadwalkan selama 10 hari, Sistem Darat Eksplorasi NASA, roket Space Launch System, dan pesawat ruang angkasa Orion akan diuji coba. Ini adalah kesempatan ideal bagi awak untuk memeriksa sistem pendukung kehidupan Orion untuk penerbangan di masa mendatang.

Selain itu, NASA mengumumkan bahwa mereka meningkatkan frekuensi dan keteraturan penerbangannya. Hal ini termasuk mempercepat penerbangan Artemis III dari akhir 2028 menjadi pertengahan 2027, di mana Artemis III akan bertemu dan berlabuh dengan wahana pendarat komersial SpaceX, Blue Origin, atau keduanya. Berdasarkan penerbangan sebelumnya, serangkaian uji coba yang ketat juga akan dilakukan, yang melibatkan pakaian antariksa canggih, sistem pendaratan manusia, dan kemampuan operasional lainnya saat berada di orbit rendah di sekitar Bumi.

Penerbangan Artemis III awalnya direncanakan untuk mencakup pendaratan pertama di bulan setelah lebih dari 50 tahun. Namun, tugas itu ditunda dan dijadwalkan untuk misi Artemis IV pada tahun 2028. Kemungkinan penerbangan pendaratan masih akan berlangsung sekitar 30 hari. Sementara itu, pendaratan itu sendiri (dalam misi Artemis IV) kemungkinan akan melibatkan dua dari empat anggota kru yang menghabiskan waktu sekitar satu minggu di dekat kutub selatan bulan—mengulang pendaratan di bulan yang pernah dilakukan antara tahun 1968 dan 1972—sementara dua lainnya menunggu di orbit bulan untuk kembali. Lebih lanjut tentang misi itu akan dikonfirmasi saat peluncurannya semakin dekat. Setelah berhasil diselesaikan, NASA berencana untuk melakukan satu pendaratan di bulan setiap tahun mulai saat itu.

Kesimpulannya, semua yang dipelajari dalam misi Artemis II sangat penting untuk misi Artemis di masa depan dan program eksplorasi ruang angkasa Amerika secara keseluruhan. Artemis II tidak hanya istimewa karena menjadi langkah maju yang penting bagi umat manusia, tetapi juga sebagai jembatan menuju misi eksplorasi ruang angkasa di masa depan. Hal ini pun memungkinkan umat manusia untuk berekspansi ke bintang-bintang.

Tags: apolloartemiskembalinyamanusiapendidikansetelah
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Dikubur? Ini Jawabannya!
IPTEK & Pendidikan

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Dikubur? Ini Jawabannya!

17 April 2026 - 23:59
6 Tanda Tubuh yang Mengancam Stroke, Dokter Spesialis Ungkap Ini
IPTEK & Pendidikan

6 Tanda Tubuh yang Mengancam Stroke, Dokter Spesialis Ungkap Ini

17 April 2026 - 18:07
Mengapa Kuda Laut Jantan Melahirkan? Ini Jawabannya
IPTEK & Pendidikan

Mengapa Kuda Laut Jantan Melahirkan? Ini Jawabannya

16 April 2026 - 23:16
Mengapa Ikan Sapu-Sapu Sulit Dihilangkan? Ini Penjelasannya!
IPTEK & Pendidikan

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Sulit Dihilangkan? Ini Penjelasannya!

16 April 2026 - 22:18
5 Ikan Air Tawar Beracun, Jangan Dipegang Sembarangan
IPTEK & Pendidikan

5 Ikan Air Tawar Beracun, Jangan Dipegang Sembarangan

16 April 2026 - 19:23
Latihan Soal SBdP Kelas 6 SD TKA 2026 dengan Pembahasan Lengkap
IPTEK & Pendidikan

Latihan Soal SBdP Kelas 6 SD TKA 2026 dengan Pembahasan Lengkap

16 April 2026 - 12:36
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

19 April 2026 - 10:00
Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 07:57
Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

19 April 2026 - 06:15
Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 01:35

Pilihan Redaksi

Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

19 April 2026 - 10:00
Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 07:57
Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

19 April 2026 - 06:15
Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.