Misteri Hilangnya Kontak Pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan: Fakta Baru Terungkap
Sebuah peristiwa menegangkan menyelimuti dunia penerbangan Indonesia ketika pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah udara Sulawesi Selatan. Insiden yang terjadi pada Kamis, 15 Januari 2026, ini memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan ratusan warga setempat bersama tim SAR gabungan. Namun, di balik peristiwa hilangnya kontak tersebut, fakta-fakta baru mulai terkuak, memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi pesawat sebelum penerbangan terakhirnya.
Riwayat Kerusakan Mesin di Halim Perdanakusuma
Informasi krusial datang dari pihak pengelola private jet di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Menurut keterangan mereka, pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT tersebut sempat melakukan penerbangan pada hari yang sama dengan insiden hilangnya kontak, yaitu Kamis (15/1/2026). Namun, penerbangan tersebut tidak berlangsung lama. Pesawat dilaporkan kembali mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma karena terdeteksi mengalami gangguan pada bagian mesin.
“Pesawat ini sudah terbang meninggalkan Bandara Halim, tetapi kembali mendarat karena ada kerusakan mesin,” ungkap seorang pengelola private jet kepada awak media. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pesawat tersebut tidak dalam kondisi prima sebelum akhirnya kembali mengudara untuk rute Yogyakarta–Makassar.
Lebih lanjut, pengelola private jet tersebut menambahkan bahwa pesawat ATR milik Indonesia Air Transport itu sempat terparkir bersebelahan dengan pesawat yang mereka kelola. Saat itu, pesawat ATR tersebut tengah menjalani proses perbaikan mesin. “Pesawat kami parkir di sebelah pesawat ini yang sedang diperbaiki mesinnya,” tambahnya. Informasi ini menambah rangkaian kronologi mengenai kondisi teknis pesawat sebelum insiden hilangnya kontak terjadi.
Operasi Pencarian Masif Melibatkan Ratusan Warga
Sementara itu, upaya pencarian pesawat ATR 42-500 terus dilakukan secara masif dan terkoordinasi. Ratusan warga setempat di Sulawesi Selatan tidak tinggal diam. Mereka secara sukarela bergabung dengan tim SAR gabungan untuk menyisir wilayah yang diduga menjadi lokasi hilangnya kontak pesawat pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut diketahui melayani rute penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Kontak terakhir dengan pesawat dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.17 Waktu Indonesia Tengah (Wita).
Basarnas dan Tim SAR Gabungan Turun Langsung ke Lapangan
Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar dilaporkan telah tiba di Desa Bulu-bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, yang menjadi salah satu titik fokus pencarian. Kepala Desa Bulu-bulu, Abd Kadir, mengonfirmasi partisipasi aktif warganya dalam operasi ini.
“Kami sekitar 100 orang warga ikut membantu tim Basarnas. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi dengan radius kurang lebih dua kilometer,” ujar Abd Kadir saat dihubungi. Semangat gotong royong ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan penerbangan dan upaya penyelamatan.
Pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta unsur SAR lainnya. Upaya pencarian dilakukan melalui dua metode utama: penyisiran darat yang intensif dan pemantauan dari udara untuk memperluas jangkauan pencarian.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa pengerahan personel dilakukan secara bertahap. Hal ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan kondisi medan yang dihadapi. “Saat ini kami menuju ke lokasi dugaan hilang kontak pesawat di sekitar Leang-Leang, Maros. Lima orang pertama kami berangkatkan untuk asesmen, kemudian disusul 15 orang, dan selanjutnya 40 personel sesuai potensi yang ada,” jelas Andi Sultan mengenai strategi pengerahan personel.
Selain mengerahkan tim darat, Basarnas juga memanfaatkan teknologi terkini dengan mengoperasikan satu unit drone. Drone ini difungsikan untuk membantu pemantauan dari udara, memungkinkan tim untuk melihat area yang lebih luas dan mengidentifikasi potensi lokasi pesawat.
Detail Koordinat Hilang Kontak dan Jumlah Penumpang
Informasi awal mengenai hilangnya kontak pesawat diterima oleh Basarnas dari Kantor Pelayanan Navigasi Penerbangan AirNav Indonesia Cabang MATSC Makassar. Pesawat dilaporkan kehilangan komunikasi di titik koordinat yang spesifik: 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.
Pesawat ATR 42-500 yang nahas ini diketahui mengangkut total sebelas orang di dalamnya. Rinciannya adalah tiga penumpang dan delapan kru penerbangan yang terdiri dari pilot dan awak kabin. Saat ini, seluruh perhatian publik tertuju pada upaya pencarian yang terus dilakukan secara intensif. Harapannya adalah segera ditemukan titik terang mengenai keberadaan pesawat dan seluruh awak serta penumpangnya, sambil menunggu kabar lanjutan dari hasil penyisiran di darat maupun udara.



















