PT Pertamina Patra Niaga, melalui divisi niaganya, telah mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar pesawat terbang atau Avtur untuk pasar domestik. Penyesuaian ini berlaku mulai tanggal 1 hingga 30 Juni 2026, dan secara signifikan membawa kabar baik bagi maskapai penerbangan dengan adanya penurunan harga yang cukup substansial, mencapai 10 persen. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada biaya operasional industri penerbangan nasional.
Perubahan harga ini mencakup berbagai bandara utama di seluruh Indonesia, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional. Berdasarkan data yang dirilis, fluktuasi harga Avtur ini mencerminkan dinamika pasar energi global serta upaya perusahaan untuk menjaga daya saing dan mendukung pertumbuhan sektor transportasi udara.
Rincian Penyesuaian Harga Avtur di Berbagai Bandara
1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
Bandara tersibuk di Indonesia ini menjadi salah satu titik yang mengalami penyesuaian harga Avtur. Untuk penerbangan domestik, harga Avtur kini ditetapkan sebesar Rp 24.697 per liter. Angka ini merupakan penurunan yang signifikan dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp 27.357 per liter.
Sementara itu, untuk penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta, harga Avtur juga mengalami koreksi. Harga yang sebelumnya mencapai 162,9 US cents per liter kini disesuaikan menjadi 141,7 US cents per liter. Penurunan ini memberikan kelegaan bagi maskapai yang melayani rute internasional.
2. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS), Bali
Sebagai destinasi pariwisata utama, Bali juga merasakan dampak penyesuaian harga Avtur. Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, harga Avtur untuk penerbangan domestik mengalami penurunan dari Rp 29.149 per liter menjadi Rp 26.133 per liter.
Demikian pula, harga Avtur untuk penerbangan internasional di Bali ikut terpengaruh. Dari yang sebelumnya 173,4 US cents per liter, kini harganya menjadi 149,9 US cents per liter. Penyesuaian ini diharapkan dapat mendukung pemulihan sektor pariwisata yang sangat bergantung pada ketersediaan transportasi udara yang terjangkau.
3. Bandara Ahmad Yani (SRG), Semarang
Kota Semarang, yang terus berkembang sebagai pusat ekonomi di Jawa Tengah, juga melihat adanya penurunan harga Avtur di Bandara Ahmad Yani. Harga Avtur untuk penerbangan domestik kini dibanderol Rp 26.099 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp 29.116 per liter.
Untuk penerbangan internasional, harga Avtur di Semarang juga mengalami penyesuaian dari 173,2 US cents per liter menjadi 149,8 US cents per liter. Penurunan ini dapat memberikan insentif tambahan bagi maskapai untuk membuka atau menambah rute internasional dari dan ke Semarang.
4. Bandara Internasional Juanda (SUB), Surabaya
Kota Surabaya, sebagai salah satu gerbang udara utama di Indonesia Timur, turut merasakan penyesuaian harga Avtur di Bandara Juanda. Harga Avtur untuk penerbangan domestik kini ditetapkan sebesar Rp 25.966 per liter, lebih rendah dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 28.938 per liter.
Bagi penerbangan internasional, harga Avtur di Bandara Juanda juga mengalami penurunan menjadi 149 US cents per liter, dari sebelumnya 172,2 US cents per liter. Perubahan ini dapat berkontribusi pada efisiensi biaya operasional maskapai yang berbasis di Surabaya atau melayani rute dari kota ini.
5. Bandara Kertajati (KJT), Jawa Barat
Bandara Kertajati, yang didesain untuk menjadi salah satu hub penerbangan di Jawa Barat, juga melakukan penyesuaian tarif Avtur. Harga Avtur untuk penerbangan domestik di bandara ini kini menjadi Rp 24.697 per liter, dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar Rp 27.357,54 per liter.
Untuk penerbangan internasional di Bandara Kertajati, harga Avtur disesuaikan dari 162,9 US cents per liter menjadi 141,7 US cents per liter. Penyesuaian ini sejalan dengan bandara internasional besar lainnya, menunjukkan konsistensi kebijakan harga Avtur di seluruh jaringan Pertamina Patra Niaga.
6. Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Medan
Di wilayah Sumatera Utara, Bandara Internasional Kualanamu di Medan juga mengalami penyesuaian harga Avtur. Harga Avtur untuk penerbangan domestik kini dibanderol Rp 25.699 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp 28.626 per liter.
Untuk penerbangan internasional, harga Avtur di Kualanamu mengalami penurunan dari 170,4 US cents per liter menjadi 147,5 US cents per liter. Penyesuaian ini sangat penting mengingat peran strategis Medan sebagai pintu gerbang ke Indonesia bagian barat dan hub regional.
7. Bandara Internasional Minangkabau (PDG), Padang
Bandara Internasional Minangkabau di Padang juga mencatat adanya penurunan harga Avtur. Harga untuk penerbangan domestik kini merosot menjadi Rp 26.010 per liter, dari sebelumnya Rp 29.004 per liter.
Sementara itu, harga Avtur untuk penerbangan internasional di Padang juga mengalami koreksi dari 172,6 US cents per liter menjadi 149,2 US cents per liter. Penyesuaian ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi pertumbuhan penerbangan di wilayah Sumatera Barat.
Dampak dan Harapan
Penyesuaian harga Avtur ini merupakan bagian dari strategi Pertamina Patra Niaga dalam merespons dinamika pasar energi global. Penurunan harga Avtur ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat signifikan bagi industri penerbangan Indonesia, antara lain:
- Pengurangan Biaya Operasional Maskapai: Avtur merupakan salah satu komponen biaya terbesar bagi maskapai penerbangan. Penurunan harga akan secara langsung mengurangi beban biaya operasional, yang pada gilirannya dapat meningkatkan profitabilitas maskapai.
- Potensi Penurunan Harga Tiket: Dengan berkurangnya biaya operasional, maskapai memiliki ruang untuk menurunkan harga tiket pesawat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat untuk menggunakan transportasi udara, mendorong pertumbuhan jumlah penumpang.
- Peningkatan Daya Saing Industri Penerbangan: Penurunan harga Avtur dapat membuat industri penerbangan Indonesia lebih kompetitif dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan.
- Dukungan terhadap Sektor Pariwisata dan Ekonomi: Ketersediaan penerbangan yang lebih terjangkau akan berdampak positif pada sektor pariwisata, perdagangan, dan mobilitas masyarakat secara umum, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen untuk menyediakan pasokan energi yang andal dan berkualitas bagi seluruh sektor di Indonesia, termasuk industri penerbangan, sembari terus berupaya memberikan harga yang kompetitif sesuai dengan kondisi pasar.











