Azerbaijan: Rusia Sengaja Serang Kedutaan di Ukraina

Diposting pada

Insiden Serangan di Kedutaan Besar Azerbaijan di Ukraina: Tudingan dan Bantahan

Hubungan diplomatik antara Azerbaijan dan Rusia kembali memanas seiring dengan serangkaian insiden yang melibatkan Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Azerbaijan di Kiev, Ukraina. Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, secara tegas menyatakan bahwa serangan yang menimpa fasilitas diplomatik negaranya di Ukraina merupakan tindakan yang disengaja oleh pihak Rusia. Pernyataan ini disampaikan Aliyev sebagai bentuk penolakan keras terhadap segala bentuk serangan yang menargetkan fasilitas sipil di wilayah Ukraina.

“Tidak hanya serangan yang menyasar infrastruktur energi Azerbaijan, tapi juga menyerang Kedubes Azerbaijan di Ukraina. Setelah serangan pertama, kami dapat membayangkan itu kecelakaan. Kami memberikan Rusia koordinat kantor representasi Azerbaijan agar tidak diserang. Kemudian ada serangan lanjutan yang menyasar kantor kami,” ungkap Presiden Aliyev, menyoroti kekhawatiran mendalam atas insiden yang terjadi.

Ketegangan antara kedua negara sebenarnya telah membayangi hubungan mereka dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu peristiwa yang sempat meretakkan hubungan kedua negara adalah kecelakaan pesawat maskapai Azerbaijan Airlines pada Desember 2024. Pesawat jenis Embraer E190 tersebut dilaporkan jatuh akibat terkena misil anti-serangan udara Rusia di wilayah Grozny.

Tiga Kali Serangan Menimpa Kedutaan Besar Azerbaijan di Kiev

Menurut laporan yang berkembang, Kantor Kedubes Azerbaijan di Kiev dilaporkan telah menjadi sasaran serangan Rusia sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2025.

  • Juli 2025: Serangan rudal Rusia menghantam bangunan yang berlokasi di dekat Kedubes Azerbaijan. Insiden ini sayangnya tidak hanya menimbulkan kerusakan, tetapi juga merenggut nyawa warga sipil.
  • Agustus 2025: Kantor Kedubes Azerbaijan kembali mengalami kerusakan akibat serangan yang terjadi pada malam hari. Akibat dari serangan ini, kaca-kaca jendela kantor pecah dan beberapa bagian bangunan mengalami keretakan.
  • November 2025: Reruntuhan bangunan yang berada di sebelah kedutaan, yang juga terdampak akibat serangan, menghancurkan sebagian dari gedung kedutaan.

Presiden Aliyev sendiri telah mendiskusikan masalah ini secara langsung dengan pihak Rusia melalui saluran diplomatik. Ia menilai bahwa serangan yang terus berlanjut ke Kantor Kedubes Azerbaijan merupakan sebuah eskalasi yang sangat signifikan dan mengkhawatirkan dalam hubungan kedua negara.

Rusia Membantah Tuduhan Penyerangan yang Disengaja

Menanggapi tudingan dari Azerbaijan, Kementerian Luar Negeri Rusia secara tegas membantah bahwa pihaknya sengaja menyerang fasilitas Azerbaijan di Ukraina. Moskow menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

“Kami mengungkapkan penyesalan ini kepada Duta Besar Azerbaijan di Moskow terkait kerusakan fasilitas di Kiev. Namun, kerusakan ini terjadi bukan karena Rusia melainkan kesalahan operasi dari sistem pertahanan udara Ukraina,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.

Pihak Rusia menekankan bahwa operasi militer yang mereka lakukan hanya menargetkan fasilitas-fasilitas militer. Selain itu, Moskow juga mengklaim bahwa pihaknya selalu memperhatikan dan menghindari lokasi-lokasi misi diplomatik yang ada di Kiev.

Zelenskyy dan Aliyev Bahas Kerja Sama Energi dan Pertahanan

Di tengah memanasnya situasi diplomatik ini, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, diketahui telah bertemu dengan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, di Kopenhagen, Denmark. Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin negara membahas berbagai agenda penting, termasuk peningkatan kerja sama di sektor energi dan pertahanan.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Zelenskyy menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Aliyev atas dukungan yang diberikan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina. Selain membicarakan aspek kerja sama pertahanan dan energi, kedua kepala negara juga menyatakan kesediaan untuk melanjutkan dialog lebih lanjut mengenai berbagai upaya yang dapat ditempuh untuk mencapai perdamaian di Ukraina.

Pertemuan ini menjadi sorotan di tengah dinamika geopolitik yang kompleks di kawasan tersebut. Upaya dialog dan kerja sama antarnegara menjadi krusial dalam mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk konflik dan ancaman keamanan regional.

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan