🔥 TERKINI

Belasan UMKM dan musisi mundur, RANS Carnival Sleman terancam sepi pasca polemik Raffi Ahmad

Redaksi Oleh: Redaksi
30 dilihat
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:51 WIB • Waktu baca: 2 menit
Iklan Atas Artikel (Before Content)

Belasan pelaku usaha kuliner dan UMKM serta beberapa pengisi acara membatalkan keikutsertaan mereka pada RANS Carnival yang sedianya digelar di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta pada 31 Oktober–1 November 2026. Keputusan mundur itu datang setelah gelombang penolakan terhadap figur publik Raffi Ahmad menyusul kehadirannya di kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, sehingga penyelenggara kini menghadapi ketidakpastian jumlah pengunjung dan potensi kerugian bagi tenant.

Dalam beberapa hari terakhir tiga penampil utama, yakni OM Wawes, Guyon Waton, dan Masdddho, memilih membatalkan penampilan mereka. Manajemen para musisi menyatakan pembatalan dimaksudkan untuk menjaga kondisi tetap kondusif, mempertimbangkan aspek keamanan, serta menghormati aspirasi masyarakat yang tengah menyuarakan protes.

Keputusan mundurnya pengisi acara langsung berdampak pada para pedagang. Dari pantauan di platform Threads, banyak tenant tampak melakukan pembongkaran stan dan melakukan loading out. Akun-akun penjual yang mengumumkan pembatalan antara lain @kalapaa.id, @cuann.king, @donutsbun.co, Jimny Coffee, dan Mochi Oleebe. Sumber di media sosial juga menyebut sekitar 95 persen peserta UMKM memilih mundur, meninggalkan hanya satu atau dua penjual yang masih bertahan.

Para pelaku usaha menjelaskan mereka sudah mengeluarkan modal serta menyiapkan persediaan bahan baku dalam jumlah besar, sehingga ketidakjelasan jumlah pengunjung menjadi risiko finansial. Sejumlah pemilik tenant membagikan cerita tentang stok yang menumpuk dan harapan agar konsumen lokal membantu membeli sebagai bentuk solidaritas agar modal dapat kembali. Aksi dukungan warganet muncul dalam bentuk pembagian akun dan lokasi usaha para tenant untuk mendorong pemesanan langsung maupun daring.

Di tengah kontroversi, Raffi Ahmad memberi klarifikasi melalui akun media sosialnya. Ia menyatakan bahwa kehadirannya di deklarasi adalah sebagai undangan yang informasinya diterima pada malam sebelum acara. Menurutnya, dirinya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan rangkaian kegiatan serta menolak tuduhan bahwa kehadirannya berkaitan dengan pengaturan kemunculan merek tertentu; ia menegaskan bahwa gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah terpasang jauh sebelum acara berlangsung. Raffi juga menyampaikan penghormatan terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dan mengimbau agar kritik dilandasi fakta, bukan fitnah.

Kontroversi itu berawal dari keikutsertaan Raffi Ahmad dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar oleh Polda Metro Jaya pada 29 Oktober 2026 untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan dihadiri sekitar 100 mahasiswa serta sejumlah tokoh, termasuk kreator Willie Salim. Dengan mundurnya banyak pengisi acara dan tenant, penyelenggara RANS Carnival kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan acara tidak berlangsung sepi dan menghindari kerugian luas bagi pelaku usaha lokal.

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Tanggapan

Indeks Berita →