Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, kini mengalami transformasi signifikan dalam praktik perikanan mereka. Para nelayan di wilayah ini telah mengadopsi teknologi mutakhir yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam menangkap ikan. Teknologi ini, yang dikenal sebagai fish finder berbasis kecerdasan buatan (AI), memberikan kemampuan kepada nelayan untuk mengidentifikasi lokasi ikan dengan lebih cepat dan akurat. Diharapkan implementasi teknologi ini akan berdampak positif pada peningkatan hasil tangkapan ikan secara keseluruhan.

Implementasi Teknologi Fish Finder Berbasis AI
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Mercu Buana Jakarta dan masyarakat nelayan setempat. Proyek ini didukung oleh pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi melalui program hibah pemberdayaan masyarakat. Tujuan utama dari implementasi teknologi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan melalui peningkatan pendapatan dan efisiensi kerja.
Dr. Yudhi Herliansyah, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana Jakarta, menekankan bahwa fish finder ini bukan hanya sekadar alat bantu. Lebih dari itu, teknologi ini membuka peluang baru bagi nelayan untuk meningkatkan pendapatan mereka tanpa harus mengeluarkan lebih banyak tenaga atau biaya bahan bakar. Dengan kata lain, alat ini memungkinkan nelayan untuk bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras.
Cara Kerja Fish Finder Berbasis AI
Fish finder berbasis AI ini bekerja dengan cara mendeteksi keberadaan ikan hingga kedalaman 300 meter di bawah permukaan laut. Teknologi ini juga terintegrasi dengan sistem GPS (Global Positioning System), yang memungkinkan nelayan untuk diarahkan secara tepat ke lokasi ikan yang terdeteksi. Dengan demikian, nelayan dapat menghemat waktu dan tenaga yang sebelumnya terbuang untuk mencari lokasi ikan secara acak.
Pemanfaatan fish finder berbasis AI memungkinkan nelayan untuk mengidentifikasi lokasi ikan atau sekumpulan ikan dengan lebih cepat dan efektif. Pendekatan ini jauh lebih efisien dibandingkan dengan metode tradisional yang seringkali mengandalkan coba-coba dalam menentukan lokasi penangkapan ikan.
Tahapan Implementasi Teknologi
Proses implementasi fish finder ini melibatkan beberapa tahapan penting, yaitu:
Tahap Pengenalan: Pada tahap ini, tim pengabdian masyarakat memberikan penjelasan kepada para nelayan mengenai manfaat penggunaan teknologi terkini dalam membantu penangkapan ikan. Penjelasan ini disampaikan melalui sesi diskusi interaktif yang memungkinkan nelayan untuk memahami potensi dan cara kerja fish finder.
Tahap Penyuluhan: Tim memberikan penjelasan mendalam mengenai fungsi-fungsi tombol dan fitur yang terdapat pada fish finder berbasis AI. Penyuluhan ini bertujuan untuk memastikan bahwa nelayan memahami cara mengoperasikan alat tersebut dengan benar dan efektif.
Tahap Demonstrasi: Tim mendemonstrasikan secara langsung cara penggunaan fish finder di lapangan. Demonstrasi ini memungkinkan nelayan untuk melihat secara visual bagaimana alat tersebut bekerja dan bagaimana mereka dapat memanfaatkannya dalam kegiatan penangkapan ikan sehari-hari.
Tahap Uji Coba: Tim melakukan uji coba fish finder bersama dengan para nelayan di laut. Uji coba ini bertujuan untuk menguji efektivitas alat tersebut dalam kondisi perairan yang sebenarnya dan untuk memberikan kesempatan kepada nelayan untuk berlatih menggunakan alat tersebut.
Tatakelola Pasca-Penangkapan dan Pemasaran Hasil Laut
Selain fokus pada peningkatan efisiensi penangkapan ikan, program ini juga mencakup aspek tatakelola pasca-penangkapan dan pemasaran hasil laut. Dr. Mochamad Rizki Sadikin, anggota Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana Jakarta, menjelaskan bahwa program ini juga mencakup pelatihan mengenai cara memasarkan hasil laut melalui platform e-commerce dan media sosial. Strategi ini diharapkan dapat membantu nelayan untuk menjaga nilai ekonomi ikan dan memperluas jangkauan pasar mereka.
Keberlanjutan dan Diversifikasi Produk
Program ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan lingkungan dan diversifikasi produk. Penggunaan teknologi yang lebih efisien membantu mengurangi polusi dari bahan bakar kapal nelayan. Selain itu, program ini juga mendorong pengembangan produk-produk bernilai tambah tinggi, seperti makanan beku (frozen food) dan makanan ringan (snack) berbasis ikan. Pengembangan produk-produk ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru.
Keterlibatan masyarakat dalam program pelestarian lingkungan juga menjadi fokus utama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut di Muara Gembong. Dengan melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan, diharapkan sumber daya laut dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.
Dampak Positif pada Pendapatan Nelayan
Berdasarkan wawancara dengan para nelayan yang telah menggunakan fish finder, terdapat peningkatan yang signifikan dalam hasil tangkapan mereka. Para nelayan melaporkan bahwa hasil tangkapan mereka meningkat hingga 30 persen setelah menggunakan fish finder. Setelah menggunakan alat ini selama lebih dari dua bulan, para nelayan juga melaporkan peningkatan pendapatan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa fish finder berbasis AI ini memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan di Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi.


















