Betrand Peto Angkat Bicara Soal Polemik Rumah Sarwendah dan Ruben Onsu
Permasalahan yang tengah dihadapi oleh Sarwendah dan mantan suaminya, Ruben Onsu, terkait aset rumah tangga, akhirnya mendapat tanggapan dari anak angkat mereka, Betrand Peto. Meskipun memilih untuk tidak mencampuri urusan orang tua angkatnya secara langsung, Betrand Peto memberikan saran yang cukup mengejutkan, mengarahkan perhatiannya pada sosok Giorgio Antonio, kekasih Sarwendah.
Betrand Peto menyarankan agar Giorgio Antonio, sebagai pasangan Sarwendah, dapat membantu mewujudkan sebuah rumah baru untuk ibunda angkatnya tersebut. Langkah ini diambil Betrand dengan tujuan utama untuk meredakan ketegangan yang semakin memanas antara Sarwendah dan Ruben Onsu mengenai kepemilikan rumah.
“Aku cuman bilang untuk pasangannya Bunda, aku sebagai anak cowoknya Bunda mau ngomong kalau misalkan biar enggak ada permasalahan lagi tentang rumah ini, aku saranin untuk bikin rumah buat Bunda,” ujar Betrand Peto saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Senin, 1 Juni 2026.
Lebih lanjut, Betrand menjelaskan alasannya. “Bikin rumah untuk Bunda, biar Bundanya juga nyaman, biar enggak ada perebutan lagi tentang masalah rumah. Oh bikin rumah buat Bunda dan juga biar Bundanya juga senang kan. Jadi enggak ada permasalahan lagi tentang ‘Oh ya ini kan rumah ini, bukan itu’,” tambahnya, menekankan keinginan agar Sarwendah merasa lebih tenang dan terlepas dari konflik kepemilikan.
Sebagai seseorang yang pernah merasakan kebersamaan di bawah satu atap dengan Ruben Onsu dan Sarwendah, Betrand Peto mengaku memiliki pemahaman mendalam mengenai asal-usul rumah yang kini menjadi pokok permasalahan. Pemuda berusia 20 tahun itu menegaskan bahwa dirinya mengetahui secara pasti siapa pemilik sebenarnya dari rumah tersebut.
“Aku kan tahu dari awal pembangunan rumah ini, aku juga ikut kan, gitu. Aku juga ikut, ini aku paham siapa yang bangun rumah ini, gitu,” ungkap Betrand. Ia menambahkan, “Dan juga itu kan rumah Ayah,” menutup pernyataannya dengan menegaskan kepemilikan Ruben Onsu atas aset tersebut.
Akar Permasalahan: Pertemuan Anak dan Aset Gono-Gini
Polemik antara Sarwendah dan Ruben Onsu ini muncul ke permukaan setelah keduanya resmi bercerai selama dua tahun. Permasalahan yang dipermasalahkan tidak hanya sebatas kepemilikan rumah, tetapi juga mencakup kesulitan dalam pertemuan dengan kedua anak mereka serta aset-aset yang timbul selama pernikahan.
Ruben Onsu diketahui merasa frustrasi karena kesulitannya untuk bertemu dengan kedua buah hatinya. Namun, dari pihak Sarwendah, muncul klaim bahwa Ruben Onsu tidak pernah secara spesifik mengajukan permohonan untuk bertemu dengan kedua putri mereka.
Lebih jauh lagi, kubu Sarwendah juga mengangkat isu mengenai nafkah kedua putri mereka yang dikabarkan belum terpenuhi oleh Ruben Onsu selama enam bulan terakhir. Selain itu, Sarwendah juga menyinggung perihal rumah yang dijadikan sebagai jaminan utang perusahaan milik Ruben Onsu, sebuah fakta yang menambah kompleksitas permasalahan aset mereka.
Betrand Peto: Peran dan Posisi Pasca-Perceraian
Betrand Peto sendiri diadopsi oleh Ruben Onsu pada usia 13 tahun. Pasca perceraian kedua orang tua angkatnya, Betrand Peto sempat tinggal bersama Sarwendah. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, ia memutuskan untuk tinggal bersama Ruben Onsu. Keputusan ini tentu saja menempatkannya dalam posisi yang unik, menyaksikan secara langsung dinamika hubungan kedua orang tua angkatnya dari kedua sisi.
Meski demikian, sikap Betrand yang memilih untuk tidak terlibat langsung dalam perselisihan ini, namun tetap memberikan pandangan dan saran konstruktif, menunjukkan kedewasaannya dalam menghadapi situasi yang pelik. Saran untuk membangun rumah baru bagi Sarwendah, yang juga melibatkan kekasihnya, Giorgio Antonio, tampaknya menjadi upaya Betrand untuk mencari solusi damai dan menjaga keharmonisan keluarga, sejauh yang dimungkinkannya.
Peran Betrand Peto dalam keluarga ini, baik sebagai anak angkat yang dekat dengan kedua belah pihak, maupun sebagai individu yang memiliki pandangan sendiri, menjadi salah satu aspek menarik dari kisah ini. Ia menjadi saksi bisu sekaligus pihak yang mencoba memberikan perspektif baru di tengah perseteruan yang melibatkan orang-orang terdekatnya.
Dampak Psikologis dan Implikasi Lebih Luas
Konflik perebutan aset dan kesulitan bertemu anak setelah perceraian bukan hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga dapat berdampak serius pada kondisi psikologis anak-anak yang terlibat. Dalam kasus Betrand Peto, meskipun ia telah beranjak dewasa, dinamika ini tentu tetap memengaruhi perasaannya.
Keputusan Betrand untuk menyarankan pembangunan rumah baru bagi Sarwendah dapat diartikan sebagai upayanya untuk memberikan rasa aman dan stabilitas bagi ibunda angkatnya, sekaligus sebagai cara untuk meminimalkan potensi konflik yang lebih besar di masa depan. Ia seolah ingin menciptakan “zona aman” bagi Sarwendah, terlepas dari masalah yang masih membayangi hubungannya dengan Ruben Onsu.
Kasus ini juga mengingatkan kita akan pentingnya penyelesaian masalah aset dan hak asuh anak yang dilakukan secara bijak dan mengutamakan kepentingan terbaik anak, bahkan setelah orang tua memilih jalan hidup masing-masing. Komunikasi yang terbuka, itikad baik, dan kesediaan untuk berkompromi menjadi kunci utama dalam menyelesaikan setiap perselisihan pasca-perceraian, demi kebaikan semua pihak, terutama anak-anak.













