🔥 TERKINI

BI Buka Layanan Tukar Uang, Bisnis Diecast Raup Jutaan

Luna Oleh: Luna
6 dilihat
Rabu, 18 Februari 2026 - 18:02 WIB • Waktu baca: 4 menit
Iklan Atas Artikel (Before Content)

Penukaran Uang Rupiah Baru: Kesempatan Emas di Momen Ramadan dan Idulfitri 2026

Menjelang periode krusial Ramadan dan Idulfitri, Bank Indonesia (BI) telah membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat untuk menukarkan uang Rupiah baru. Program bertajuk “Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026” ini tidak hanya memudahkan akses masyarakat terhadap uang tunai yang layak edar, tetapi juga menjadi cerminan optimisme BI terhadap penguatan ekonomi nasional. Total dana yang disiapkan mencapai Rp 185,6 triliun hingga 15 Maret 2026, sebuah angka yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan alokasi dana ini didasari oleh proyeksi positif terhadap aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat yang meningkat, serta konsumsi rumah tangga yang diperkirakan akan melonjak selama bulan suci dan perayaan Idulfitri. Semua faktor ini diharapkan akan memberikan dorongan vital bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dari total dana yang disiapkan, sebagian besar, yaitu Rp 177 triliun, dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan. Dana ini akan digunakan untuk pengisian Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan kantor cabang bank di seluruh penjuru negeri. Sementara itu, alokasi sebesar Rp 8,6 triliun disisihkan secara khusus untuk layanan penukaran langsung kepada masyarakat. Setiap masyarakat berhak menukarkan uang tunai hingga batas maksimal Rp 5,3 juta per paket, sebuah kebijakan yang dirancang untuk memastikan distribusi yang merata.

Untuk memfasilitasi layanan ini, BI telah menyiapkan jaringan yang luas. Sebanyak 2.883 titik layanan tersebar di seluruh Indonesia, meliputi kantor kas keliling BI dan kantor bank umum. Selain itu, BI juga berinovasi dengan menyediakan layanan terpadu di lokasi-lokasi strategis, salah satunya adalah GBK Basketball Hall di Jakarta. Di luar penukaran uang fisik, BI secara konsisten mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara digital. Layanan seperti BI-FAST dan QRIS ditawarkan sebagai alternatif yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan efisien.

Proses pendaftaran penukaran uang baru melalui aplikasi PINTAR BI telah dibuka dengan jadwal yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada 13 Februari 2026, khusus untuk wilayah Pulau Jawa. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara Bank Indonesia, seluruh perbankan, serta Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai Indonesia (APJATIN). Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran distribusi uang tunai ke seluruh lapisan masyarakat. BI juga tidak lupa untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mengenali ciri keaslian uang Rupiah melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dan cara merawat uang Rupiah agar kualitas dan keamanannya terjaga dengan baik melalui metode 5J (Jangan diremas, Jangan dilipat, Jangan distaples, Jangan dicoret, Jangan dibasahi).

Dari Hobi Koleksi Menjadi Sumber Pendapatan Menggiurkan: Fenomena Bisnis Diecast

Siapa sangka, hobi mengoleksi miniatur mobil atau yang akrab disapa diecast, khususnya merek legendaris seperti Hot Wheels, ternyata bisa menjelma menjadi ladang cuan yang sangat menjanjikan. Di Indonesia, pasar diecast telah berkembang pesat, menarik perhatian para kolektor dari berbagai kalangan usia.

Faisal (55), seorang pebisnis yang telah menekuni dunia ini sejak tahun 2015 di Senayan Trade Center (STC), membagikan pengalamannya. Ia menyoroti bahwa pasar diecast di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar. Yang menarik, mayoritas pembeli diecast justru didominasi oleh kalangan dewasa. Mereka tidak hanya mencari mainan untuk anak-anak, tetapi lebih kepada bentuk hiburan, investasi, maupun pelampiasan nostalgia masa kecil. Nilai ekonomi dari setiap unit diecast sangat bervariasi. Harganya bisa dimulai dari kisaran Rp 25.000 untuk model yang umum, hingga melonjak drastis mencapai Rp 4 juta untuk koleksi Hot Wheels edisi terbatas atau langka.

Lebih jauh lagi, nilai koleksi diecast yang langka dapat mencapai angka yang fantastis. Faisal mencontohkan sebuah miniatur jenis Enzo Ferrari yang pernah ia jual dengan harga mencapai Rp 12 juta per unitnya. Angka ini membuktikan betapa tingginya nilai investasi dan apresiasi yang diberikan dalam hobi mengoleksi diecast. Bagi para kolektor serius, miniatur ini bukan sekadar mainan, melainkan aset berharga yang nilainya bisa terus meningkat seiring waktu.

Dengan koleksi yang mencapai lebih dari 1.000 unit diecast di lapaknya, Faisal tidak hanya berfokus pada penjualan barang baru. Ia juga sangat aktif dalam aktivitas jual beli miniatur bekas. Hal ini memberikan kesempatan bagi para kolektor untuk menjual kembali koleksi mereka yang sudah tidak diinginkan, atau justru mencari barang langka yang sulit ditemukan di pasaran. Keberlanjutan bisnisnya selama hampir satu dekade menjadi bukti nyata bahwa hobi kolektor diecast memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan terus berkembang, seiring dengan minat masyarakat yang semakin besar terhadap seni miniatur otomotif.

Tinggalkan Tanggapan

Indeks Berita →