Pasar aset kripto global tengah dilanda gelombang koreksi yang signifikan dalam 24 jam terakhir, menekan harga berbagai mata uang digital utama. Bitcoin (BTC), sebagai aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, tidak luput dari tekanan ini.
Penurunan Harga Bitcoin dan Dominasi Pasar
Pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 07.01 WIB, harga Bitcoin terpantau melemah sebesar 2,84 persen, diperdagangkan pada level 86.567,03 dolar AS. Penurunan ini merupakan kelanjutan dari tren koreksi yang telah berlangsung. Dalam periode tujuh hari terakhir, harga Bitcoin terkoreksi sebesar 7,25 persen. Jika melihat ke belakang dalam jangka waktu 90 hari, koreksi yang dialami Bitcoin bahkan mencapai 24,15 persen. Tren negatif ini juga terlihat dalam kinerja year-to-date (YTD), di mana Bitcoin tertekan sebesar 2,45 persen.
Meskipun mengalami pelemahan, dominasi Bitcoin di pasar aset kripto tetap kokoh, berada di posisi 59,26 persen. Kapitalisasi pasarnya mencapai 1,72 triliun dolar AS, dengan volume transaksi harian yang cukup besar, menyentuh angka 36,12 miliar dolar AS. Total suplai Bitcoin yang beredar saat ini mendekati batas maksimumnya, yaitu sekitar 19,98 juta BTC dari total suplai maksimum yang direncanakan sebanyak 21 juta BTC.
Aset Kripto Utama Lainnya Ikut Tertekan
Tekanan di pasar aset kripto tidak hanya dirasakan oleh Bitcoin, tetapi juga merambah ke aset kripto utama lainnya. Ethereum (ETH), mata uang kripto terbesar kedua, mengalami penurunan harga sebesar 4,63 persen, diperdagangkan pada level 2.812,43 dolar AS. BNB, token asli dari bursa Binance, juga tidak luput dari koreksi, melemah 2,38 persen dan diperdagangkan di harga 864,86 dolar AS. XRP, aset kripto yang dikenal dengan kasus hukumnya yang panjang, terkoreksi 4,13 persen dan diperdagangkan di angka 1,833 dolar AS.
Altcoin Mengalami Koreksi Lebih Dalam
Sejumlah altcoin (aset kripto selain Bitcoin) menunjukkan pelemahan yang lebih dalam dibandingkan aset kripto utama. Solana (SOL), yang sebelumnya menunjukkan performa kuat, kini melemah 6,58 persen dan diperdagangkan di level 118,67 dolar AS. Cardano (ADA) juga mengalami koreksi sebesar 5,38 persen, diperdagangkan di harga 0,3386 dolar AS.
Dogecoin (DOGE), meme coin yang populer, juga turut merasakan tekanan pasar dengan pelemahan 3,87 persen, diperdagangkan di 0,1192 dolar AS. Chainlink (LINK), yang berperan sebagai oracle terdesentralisasi, turun 5,61 persen dan diperdagangkan di harga 11,50 dolar AS. Di antara aset kripto yang disebutkan, Monero (XMR) mengalami pelemahan paling signifikan, anjlok 10,53 persen dan diperdagangkan pada level 449,72 dolar AS.
Stablecoin dan Aset dengan Kinerja Positif Tipis
Di tengah tren pelemahan ini, beberapa aset menunjukkan ketahanan atau bahkan penguatan tipis. Tether (USDT), stablecoin terbesar, diperdagangkan mendekati nilai paritasnya di 0,9990 dolar AS dengan penguatan kecil sebesar 0,02 persen. USD Coin (USDC), stablecoin lain yang memiliki kapitalisasi besar, diperdagangkan di 0,9998 dolar AS.
Selain itu, TRON (TRX) mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,12 persen, diperdagangkan di harga 0,2954 dolar AS. UNUS SED LEO (LEO), token utilitas yang digunakan dalam ekosistem Bitfinex, menguat 0,20 persen ke level 9,009 dolar AS. Aset kripto USDe juga menunjukkan penguatan minimal sebesar 0,04 persen, diperdagangkan di 0,9988 dolar AS.
Kondisi pasar aset kripto yang berfluktuasi ini menyoroti sifat volatilitas yang melekat pada kelas aset ini. Investor disarankan untuk selalu melakukan riset mendalam dan mempertimbangkan toleransi risiko mereka sebelum membuat keputusan investasi. Berbagai faktor, mulai dari sentimen pasar global, perkembangan regulasi, hingga berita spesifik terkait proyek aset kripto, dapat memengaruhi pergerakan harga secara signifikan.




