Euforia melanda Bonek, suporter setia Persebaya Surabaya, usai menyaksikan tim kesayangannya tampil trengginas di kandang PSIM Yogyakarta. Kemenangan telak tersebut memicu komentar-komentar jenaka dari para suporter, yang bahkan meminta tim juru masak tim diliburkan dan menyerahkan sepenuhnya urusan dapur tim kepada pelatih Bernardo Tavares dan Trio MBG.
Guyonan ini muncul setelah Persebaya Surabaya membungkam PSIM Yogyakarta dengan skor meyakinkan 3-0 di Stadion Sultan Agung, Bantul. Kemenangan ini diraih pada pertandingan yang digelar sore hari.
Di mata Bonek, strategi yang diramu oleh Bernardo Tavares dan Trio MBG terasa jauh lebih menjanjikan di putaran kedua Super League musim ini.
Persebaya Surabaya menunjukkan dominasinya sejak menit-menit awal pertandingan, mampu mengendalikan jalannya permainan dengan cukup apik.
Tiga gol kemenangan Green Force, julukan Persebaya, dicetak oleh Gali Freitas, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto. Gol-gol ini memastikan gawang Persebaya tetap perawan hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil positif ini membawa Persebaya Surabaya pulang dengan tiga poin krusial dari Bantul. Dengan tambahan poin ini, Persebaya Surabaya tetap bertengger di posisi keenam klasemen sementara Super League, mengumpulkan total 31 poin dari 18 pertandingan yang telah dilakoni.
Sorotan utama dari para Bonek tertuju pada Trio MBG, yang kembali menunjukkan pengaruh signifikan di lapangan.
Malik Risaldi, Bruno Moreira, dan Gali Freitas dianggap sebagai motor serangan yang membuat lini pertahanan PSIM Yogyakarta kelimpungan sepanjang pertandingan.
Komentar-komentar lucu pun membanjiri media sosial sebagai wujud kepuasan para suporter atas performa tim kesayangannya.
“Petugas MBG kongkong cuti sek ae, ben dimasak Tavares dewe,” celetuk salah seorang Bonek yang merasa gembira melihat Persebaya Surabaya meraih kemenangan telak.
Berikut adalah rincian statistik dari masing-masing pemain Trio MBG:
Malik Risaldi:
- Meskipun belum berhasil mencetak gol, Malik Risaldi menunjukkan kontribusi aktif selama 90 menit penuh.
- Ia mencatatkan nilai expected goals (xG) sebesar 0,43, melepaskan tiga tembakan, dan memiliki akurasi umpan mencapai 75 persen.
- Malik juga terlibat aktif dalam mendistribusikan bola, dengan mencatatkan 12 umpan, di mana sembilan di antaranya berhasil mencapai sasaran.
- Selain itu, ia juga menyumbangkan satu umpan silang, satu umpan terobosan, serta memenangkan dua duel udara melalui umpan kepala.
Bruno Moreira:
- Peran Bruno Moreira sangat jelas terlihat sebagai kreator serangan Persebaya Surabaya.
- Selama 90 menit bermain, Bruno mencatatkan satu assist, dua keypass, dan tiga umpan terobosan yang sangat merepotkan barisan pertahanan PSIM.
- Akurasi umpannya mencapai 64 persen, dengan total 19 umpan, di mana 12 di antaranya tepat sasaran.
- Tidak hanya aktif menyerang, Bruno juga menunjukkan kontribusi dalam bertahan dengan mencatatkan satu tekel sukses, empat intersep, dan satu kali memulihkan penguasaan bola.
Gali Freitas:
- Gali Freitas kembali membuktikan diri sebagai ancaman nyata di lini depan Persebaya Surabaya.
- Bermain selama 71 menit, Gali berhasil mencetak satu gol dengan nilai xG tertinggi di antara Trio MBG, yaitu 0,65.
- Gali mencatatkan tiga kali percobaan tembakan, dengan satu di antaranya mengarah tepat ke gawang.
- Akurasi umpannya mencapai 77 persen dari 17 percobaan, yang menunjukkan efektivitasnya dalam menyerang dan membangun serangan.
Performa kolektif dari Trio MBG inilah yang membuat Bonek merasa bahwa racikan Bernardo Tavares semakin matang. Di mata para suporter, Persebaya Surabaya terlihat lebih cair, agresif, dan berani melakukan tekanan di babak kedua.
Bernardo Tavares sendiri mengakui bahwa timnya tampil lebih baik setelah turun minum. Pelatih asal Portugal tersebut menilai bahwa anak asuhnya mampu menciptakan banyak peluang dan pantas meraih kemenangan.
“Saya rasa tim kami di babak kedua banyak berkembang, begitu juga para pemain yang bisa masuk ke dalam permainan,” ujar Tavares seusai pertandingan.
Ia menilai bahwa peningkatan performa timnya terlihat jelas dari intensitas dan keberanian dalam menyerang.
“Dan saya rasa di babak kedua, kami pantas menang karena kami menciptakan banyak peluang,” tegas mantan pelatih PSM Makassar tersebut. Menurutnya, Persebaya Surabaya mampu mengontrol jalannya pertandingan dengan lebih baik.
Kemenangan 3-0 tersebut sebenarnya belum sepenuhnya menggambarkan banyaknya peluang yang berhasil diciptakan oleh Persebaya Surabaya. Bernardo Tavares berpendapat bahwa timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol jika penyelesaian akhir bisa lebih maksimal.
“Kami memiliki lebih banyak peluang besar untuk mencetak lebih banyak gol, jadi saya sangat senang untuk para pemain,” jelas Tavares. Ia menyebut bahwa kerja keras para pemainnya layak mendapatkan apresiasi.
Meskipun merasa puas dengan hasil yang diraih, Tavares tetap mengingatkan pentingnya untuk menjaga sikap rendah hati. Pelatih berusia 45 tahun tersebut menegaskan bahwa kemenangan tidak boleh membuat tim merasa sudah sempurna.
“Tetapi kita harus rendah hati, karena ketika kita menang, bukan berarti semuanya baik, ketika kita kalah, bukan berarti semuanya buruk,” tegasnya. Pesan tersebut menjadi pengingat agar Persebaya Surabaya tetap fokus menatap pertandingan berikutnya.
Bagi Bonek, kemenangan ini menjadi bukti bahwa “dapur” Persebaya Surabaya sedang dalam kondisi yang prima. Racikan Bernardo Tavares bersama Trio MBG dianggap sangat pas untuk membawa Green Force bersaing di papan atas klasemen.
Putaran kedua Super League musim ini pun terasa lebih menjanjikan bagi Persebaya Surabaya. Jika konsistensi dapat terus dijaga, bukan tidak mungkin teriakan Bonek soal “memasak” akan terus menggema hingga akhir musim.



















