Banjir dan Longsor Landa Timor Tengah Utara Akibat Cuaca Ekstrem: Ribuan Warga Terdampak
Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dalam beberapa waktu terakhir telah menimbulkan dampak signifikan, memicu banjir dan longsor yang merendam permukiman warga serta merusak infrastruktur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TTU mencatat sedikitnya empat desa terendam banjir, sementara insiden longsor juga dilaporkan terjadi di beberapa lokasi.
Dampak Banjir Meluas di Empat Desa
Berdasarkan laporan yang dihimpun, empat desa yang terdampak banjir parah adalah Desa Tualene, Desa Oekopa, Desa Oepuah Utara, dan Desa Luniup. Luapan air dari sungai dan kolam menjadi penyebab utama genangan yang merendam rumah-rumah warga.
Di Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, banjir merendam 18 rumah warga di RT 006 dan RT 007, Dusun II. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 23 Maret 2026, sekitar pukul 05.00 WITA. Ketinggian air saat puncak banjir dilaporkan mencapai pinggang orang dewasa, menyebabkan sebagian besar warga tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka.
Penyebab utama banjir di Desa Oepuah Utara adalah meluapnya air dari Kali Kaubele yang diperparah oleh melimpahnya air dari dua kolam ikan milik perusahaan Nusantara Atambua dan Caritas Kefa. Selama ini, kolam-kolam tersebut berfungsi sebagai penampung air, namun kapasitasnya tidak mampu menampung curah hujan yang tinggi, sehingga air meluap dan bercampur dengan air dari kali, kemudian menggenangi permukiman warga.
Meskipun banjir sempat merendam rumah warga, debit air kini mulai menurun. Namun, kondisi ini menyisakan kekhawatiran bagi masyarakat jika hujan lebat kembali mengguyur wilayah tersebut. Air dan lumpur masih menggenangi rumah warga, dan sebagian perabot rumah tangga dilaporkan rusak parah atau bahkan hanyut terbawa arus.
Kerusakan Akibat Banjir di Desa Oepuah Utara:
- Rumah Warga: 18 unit rumah terendam banjir.
- Kendaraan: 5 unit sepeda motor milik warga dilaporkan rusak berat.
- Perabot Rumah Tangga: Sebagian besar perabot mengalami kerusakan parah atau hanyut.
- Lahan Pertanian: Lahan sawah warga tergenang air, namun saat ini belum digarap sehingga tidak ada tanaman yang rusak.
- Hewan Ternak: Hewan ternak warga dilaporkan tidak terdampak banjir.
Pemerintah Desa Oepuah Utara telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap dampak banjir dan melaporkannya kepada BPBD Kabupaten TTU. Warga yang rumahnya terdampak parah terpaksa mengungsi sementara ke rumah keluarga yang tidak terkena bencana.
Longsor Mengancam Permukiman dan Akses Jalan
Selain banjir, cuaca ekstrem juga memicu terjadinya tanah longsor di beberapa lokasi. Insiden longsor dilaporkan terjadi di sekitar pemukiman warga Desa Banain A. Longsor juga merusak badan jalan desa di Desa Haumeni, yang berpotensi mengganggu akses transportasi dan aktivitas masyarakat.
Upaya Penanganan dan Imbauan Kewaspadaan
Menanggapi situasi ini, BPBD Kabupaten TTU telah bergerak cepat melakukan pendataan di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan lebih lanjut. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana BPBD TTU, Felismino Askeli, meminta masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana susulan akibat cuaca ekstrem.
“Informasi terbaru, dampak hujan satu dua hari belakangan ini memang menurun seiring menurunnya curah hujan,” ujar Felismino Askeli. Namun, ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan memantau informasi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD TTU.
BPBD Kabupaten TTU berencana untuk berkomunikasi dengan pemilik kolam ikan di Desa Oepuah Utara agar dapat membangun tanggul yang lebih tinggi guna mencegah luapan air saat hujan. Selain itu, BPBD juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten TTU untuk membangun bronjong di bantaran Kali Kaubele. Pembangunan bronjong ini diharapkan dapat mencegah banjir meluap ke area persawahan dan permukiman warga.
Terkait penyaluran bantuan, Pemkab TTU masih menunggu laporan tertulis resmi dari Kepala Desa Oepuah Utara untuk menentukan jenis dan jumlah bantuan yang akan disalurkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana.
BPBD TTU terus melakukan pemantauan dan pendataan di wilayah terdampak. Imbauan kepada masyarakat untuk tetap siaga dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terus digencarkan guna mengantisipasi dampak buruk lebih lanjut dari cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.













