Bruno Fernandes Ungkap Ambisi Belum Terpenuhi: Gelar Liga Inggris Tetap Jadi Impian Utama
Bruno Fernandes, kapten kesayangan Manchester United, baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia belum sepenuhnya merasa puas dengan pencapaiannya sejak bergabung dengan klub pada Januari 2020. Meskipun telah berkontribusi dalam memenangkan beberapa trofi prestisius, gelandang asal Portugal ini menegaskan bahwa masih ada target besar yang ingin ia raih bersama “Setan Merah”.
Salah satu impian terbesar yang belum terwujud adalah mengangkat trofi Liga Inggris. Sejak kepindahannya ke Old Trafford, Fernandes belum pernah merasakan gelar juara kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris tersebut. Ia berujar, “Tentu saja, saya ingin meraih lebih banyak. Ini tidak seperti yang saya harapkan untuk diri saya sendiri dan untuk klub.”
Sejak hari pertama menginjakkan kaki di Theatre of Dreams, pemain berusia 31 tahun ini telah menjelma menjadi salah satu pilar terpenting dalam skuad Manchester United. Kontribusinya sangat signifikan, terbukti dengan keberhasilannya mempersembahkan trofi Piala FA dan Piala Liga Inggris. Selain itu, ia juga berperan penting dalam membawa tim mencapai beberapa partai puncak kompetisi bergengsi. Namun, bagi Fernandes, semua pencapaian tersebut belum dianggap cukup.
“Saya selalu bermimpi untuk memenangkan kompetisi terbesar, termasuk Liga Inggris,” tegas Fernandes. “Impian itu masih ada di dalam diri saya dan saya berharap bisa mewujudkannya.”
Momen Kebangkitan United dan Kembalinya ke Liga Champions
Musim 2025/2026 menandai periode kebangkitan yang luar biasa bagi Manchester United. Setelah melalui masa-masa sulit dan pergantian nakhoda di tengah musim, tim akhirnya berhasil menutup kompetisi Liga Inggris dengan gemilang, finis di posisi ketiga klasemen. Prestasi ini memastikan satu tiket berharga bagi United untuk kembali berlaga di Liga Champions musim depan, sebuah pencapaian yang sudah lama dirindukan sejak musim 2023/2024.
Bagi Fernandes, kembalinya tim ke panggung tertinggi sepak bola Eropa menjadi sumber motivasi yang sangat besar untuk terus meningkatkan performanya. “Tentu saja berada di Liga Champions adalah hal yang paling penting. Anda bisa bertemu tim-tim terbaik di Eropa. Saya ingin berada di level itu dan membuktikan bahwa saya bisa bersaing dengan mereka,” tuturnya penuh keyakinan.

Performa impresif sang kapten memang menjadi salah satu faktor kunci dalam kebangkitan Manchester United. Sepanjang musim, Fernandes menunjukkan kualitasnya yang luar biasa, bahkan berhasil mencatatkan rekor assist terbanyak dalam satu musim Liga Inggris.
Peran Vital Michael Carrick dalam Transformasi Tim
Kebangkitan Manchester United tidak lepas dari sentuhan magis Michael Carrick. Mantan gelandang legendaris klub ini ditunjuk sebagai pelatih interim pada Januari 2026, menggantikan Ruben Amorim yang memutuskan untuk hengkang. Di bawah arahan Carrick, performa tim menunjukkan peningkatan drastis.
Berkat hasil positif yang diraih, Carrick akhirnya mendapatkan kontrak permanen pada Mei 2026. Keputusannya terbukti tepat, setelah berhasil membawa United meraih 12 kemenangan dalam 16 pertandingan di bawah kepemimpinannya.
Fernandes secara khusus memuji dampak positif yang dibawa oleh kehadiran Carrick. “Saya rasa ia (Carrick) membawa energi positif ke tim,” ungkap Fernandes. “Kami sedang dalam masa transisi pelatih yang selalu sulit. Ia membawa ide-ide baru dan gaya bermain berbeda yang membantu banyak pemain kembali menjadi protagonis.”
Dengan kontrak yang masih berlaku hingga 2027, Bruno Fernandes diprediksi akan terus menjadi figur sentral dalam proyek jangka panjang Manchester United. Finis di posisi ketiga Liga Inggris dan kembalinya tim ke Liga Champions menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun kembali kejayaan klub di masa depan. Meski mengakui bahwa koleksi trofinya belum sesuai harapan, Fernandes menegaskan komitmennya untuk terus berjuang demi membawa Manchester United kembali bersaing di level tertinggi. Harapan besar kini tertuju pada musim depan, di mana Setan Merah bertekad membuka lembaran baru di bawah kepemimpinan Michael Carrick, didukung oleh para pemain andalannya.











