Tarian Bunga dan Keharuan di Makam Vidi Aldiano: Kisah Cinta yang Terus Mengalir
Suasana haru masih terus menyelimuti Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, tempat peristirahatan terakhir musisi Vidi Aldiano. Sejak kepergiannya pada Sabtu, 7 Maret 2026, di usianya yang ke-35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal selama tujuh tahun, makam pelantun “Status Palsu” ini tak pernah sepi dari kunjungan. Keluarga, sahabat, hingga para penggemar silih berganti hadir untuk mendoakan dan mengenang sosok Vidi yang telah meninggalkan dunia musik tanah air.
Salah satu pemandangan yang paling mencolok di makam Vidi adalah banyaknya bunga yang menghiasi pusaranya setiap hari. Kelopak bunga berwarna-warni seolah menjadi simbol cinta dan kerinduan dari orang-orang terdekat serta para penggemarnya. Namun, di balik keindahan dan melimpahnya bunga tersebut, terselip sebuah cerita unik yang sempat menimbulkan kebingungan bagi keluarga.
Misteri Bunga yang Hilang dan Perawatan Makam
Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, menceritakan kebiasaan unik yang terjadi di makam putranya. Bunga yang terlihat melimpah di pagi hari, seringkali menghilang saat sore tiba. Hal ini sempat membuat keluarga bertanya-tanya, namun belakangan terungkap bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan proses perawatan makam.
Harry Kiss menjelaskan bahwa area pusara Vidi saat itu masih dalam tahap penanaman rumput. Agar rumput dapat tumbuh dengan baik dan menjaga kondisi makam tetap rapi, petugas makam harus rutin membersihkan tumpukan bunga. “Kalau bunga nih ya ternyata kalau kita tabur bunga di atas makam Vidi yang masih baru ini lagi ditanamin rumput,” kata Harry. “Itu rumputnya enggak tumbuh. Jadi setiap sore itu petugas makam bersihin bunganya. Itu bisa dua karung saking banyaknya yang ngasih bunga ya.” Beliau menambahkan, “Makanya kadang-kadang, kita pagi-pagi banyak bunga kok tiba-tiba sore enggak ada.”
Menurut Harry Kiss, petugas makam akan memasukkan bunga-bunga tersebut ke dalam karung agar rumput di atas makam dapat tumbuh optimal. Beliau juga menyampaikan bahwa jika rumput di atas makam Vidi sudah tumbuh subur, barulah pusara sang anak boleh ditaburkan bunga. “Nah, nanti kalau rumputnya sudah tumbuh bolehlah katanya. Jadi kalau mau ngasih bunga, bunganya mesti yang ada tangkainya,” jelasnya. Pengalaman ini juga sempat dirasakan Harry ketika aktris Yuki Kato berkunjung. “Kemarin Mbak Yuki Kato ke sini kan, saya juga enggak ada kan. Terus tiba-tiba kok bunganya jadi sepi gitu,” ujarnya. “Ternyata sama petugas makam itu dimasukin ke karung supaya rumputnya tumbuh.”
Anggrek Putih Misterius: Simbol Kerinduan yang Tak Terucap
Di tengah limpahan bunga yang datang setiap hari, sebuah misteri muncul di makam Vidi Aldiano. Keberadaan bunga anggrek putih tanpa identitas pengirim mendadak menjadi sorotan dan menimbulkan tanda tanya bagi keluarga. Ayah Vidi, Harry Kiss, mengaku tidak mengetahui siapa yang meletakkan anggrek putih tersebut di makam putranya.
Harry Kiss, yang juga seorang pengusaha event organizer dan sound system, mengatakan bahwa anggrek putih itu tiba-tiba sudah ada di makam tanpa disertai kartu ucapan ataupun nama pengirim. “Itu tiba-tiba kita nemu anggrek putih di makam,” kata Harry. “Saya enggak tahu siapa yang ngirim, karena yang ngirim anggrek putih itu enggak dikasih nama.” Meski demikian, Harry menitipkan pesan kepada pengirim bunga tersebut untuk menyertakan nama di lain waktu agar keluarga mengetahui siapa yang memberikan penghormatan. “Lain kali kalau ngirim kasih nama ya. Jadi kita biar tahu,” ucap ayah mertua Sheila Dara ini.
Yang menarik, bunga anggrek putih ternyata memiliki makna tersendiri bagi keluarga Vidi. Sang ibunda, Besbarini, diketahui sangat gemar menanam anggrek jenis tersebut di rumah. Namun, Harry Kiss memastikan bahwa bunga anggrek putih yang ditemukan di makam Vidi bukanlah berasal dari rumah mereka, sehingga semakin menambah lapisan misteri di balik kehadirannya. “Istri saya selalu menanam anggrek putih di rumah. Tahu nggak dari mana? Dari orang ngirim anggrek putih, habis itu dia tanam lagi,” terang Harry. “Jadi anggrek putih di rumah banyak banget. Nah kok tiba-tiba ada di sini? Orang nyangka itu pasti bawaan dari rumah, enggak,” paparnya. Kehadiran anggrek putih ini menjadi pengingat akan kasih sayang yang tak terhingga, meskipun datang dari sumber yang tak diketahui.
Perayaan Lebaran yang Berbeda Tanpa Vidi
Meninggalnya Vidi Aldiano masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terutama sang ayah, Harry Kiss. Momen perayaan Idul Fitri kali ini terasa jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Harry mengungkapkan bahwa ada satu tradisi keluarga yang kini hilang, yaitu momen foto bersama yang selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran.
“Selalu kita foto di depan rumah itu dengan berbagai macam ide,” kata Harry. “Tiba-tiba Power Rangers lah, masaklah, kopi lah.” Beliau melanjutkan, “Makanya kita kehilangan satu peserta ya.” Kehadiran Vidi dalam setiap momen kebersamaan keluarga, termasuk dalam sesi foto Lebaran yang penuh kreativitas, kini hanya tinggal kenangan.
Meski diliputi duka, Harry Kiss berusaha untuk tetap tegar. Beliau mengungkapkan komitmennya untuk selalu mengunjungi makam anaknya di TPU Tanah Kusir setiap hari. Tak hanya berziarah ke makam Vidi, Harry juga tak lupa mengunjungi makam orang tuanya yang lokasinya berdekatan. “Kita tiap hari berusaha untuk ziarah ya. Selain ke Vidi, kebetulan bapak ibu juga dekat-dekat sini,” ucap Harry. “Jadi, kita selalu menyempatkan untuk ziarah ke orang tua kami juga selain ke Vidi ya.” Upaya ini menjadi bentuk penghormatan dan kasih sayang yang tak pernah padam dari seorang ayah kepada putra tercinta dan leluhurnya.




