Perjuangan Chelsea Olivia: Dua Bulan Pendarahan Hebat hingga Operasi di Malaysia
Kesehatan reproduksi wanita adalah aspek krusial yang seringkali diabaikan hingga menimbulkan masalah serius. Aktris ternama Chelsea Olivia baru-baru ini membagikan pengalamannya yang mengkhawatirkan terkait gangguan pada organ reproduksinya. Ia harus berjuang selama dua bulan penuh menghadapi pendarahan yang tak kunjung berhenti, perubahan fisik drastis, hingga akhirnya memutuskan untuk menjalani operasi di luar negeri.
Kisah pilu ini berawal pada Januari lalu, sepulang Chelsea dari liburan yang menyenangkan di Jepang. Tak lama setelah kembali, ia mulai merasakan nyeri menstruasi yang berbeda dari biasanya. Kram hebat yang tidak pernah ia alami sebelumnya mulai mengganggunya. Awalnya, Chelsea menganggap ini sebagai efek kelelahan pasca-liburan dan kondisi yang wajar. Namun, seiring berjalannya waktu, rasa sakit dan ketidaknyamanan yang dirasakannya semakin memburuk, menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih dalam.
Perjalanan Medis yang Melelahkan
Periode dua bulan pendarahan hebat menjadi mimpi buruk bagi Chelsea. Kondisi fisiknya melemah, rasa cemas merayap, dan ia terpaksa menunda berbagai aktivitas rutin demi memprioritaskan kesehatannya.
“Tapi ternyata (darah) tidak berhenti. Sudah 10 hari, lalu 2 minggu, hingga memasuki 2 bulan, aku masih terus berdarah,” ungkap Chelsea dalam sebuah unggahan, menggambarkan betapa frustrasinya ia menghadapi kondisi tersebut.
Khawatir akan kesehatannya, Chelsea segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan (Obgyn). Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa rahimnya dalam kondisi sehat dan sel telurnya banyak. Ia hanya diberikan resep obat penyeimbang hormon. Namun, setelah 10 hari mengonsumsi obat tersebut, pendarahan tak kunjung reda, justru badannya semakin terasa lemas.
Tidak menyerah, Chelsea mencoba mencari solusi dengan memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam (Internis) dan menjalani tes darah lengkap. Ia juga kembali ke dokter Obgyn untuk melepas IUD, namun kembali mendapat kabar bahwa tidak ada miom atau kista di rahimnya.
“Pertanyaan adalah kenapa? Sudah ada 4 macam obat dan 3 dokter tapi tidak juga berhenti. Aktivitas jadi sulit, karena kondisi tidak bisa dipastikan kadang baik kadang tidak,” keluhnya.
Perubahan Fisik yang Mengkhawatirkan
Selama dua bulan pendarahan yang tak terkendali, fisik Chelsea mengalami perubahan yang cukup drastis. Ia kerap terbangun dengan wajah dan mata yang bengkak, disertai rasa mual dan pusing yang hebat.
Kondisi yang paling mengejutkan adalah perutnya yang membesar secara signifikan, membuatnya terlihat seperti wanita hamil. Kenaikan berat badan yang mencapai hampir 5 kilogram dalam waktu singkat menjadi bukti nyata betapa tubuhnya tengah berjuang.
“Cuma mau bilang, aku ingin memeluk semua perempuan yang pernah ada di fase-fase sepertiku. Tidak mudah, lelah dan frustasi,” curhat Chelsea, menunjukkan empati terhadap wanita lain yang mungkin mengalami hal serupa.
Mencari Solusi di Luar Negeri
Dalam usahanya mencari jawaban dan solusi terbaik, Chelsea memutuskan untuk mencari opini kedua (second opinion) dan terbang ke Penang, Malaysia. Ia memilih Island Hospital di sana dan ditangani oleh dokter Obgyn keempatnya, Dr. Low Kah Pin.
Melalui pemeriksaan USG di Malaysia, barulah akar permasalahan kesehatannya terungkap. Ditemukan adanya ‘lingkaran putih’ di dalam rahimnya, yang mengindikasikan keberadaan polip (Polyp).
Menurut penjelasan dokter, kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon (imbalance hormone). Hal ini bisa dialami oleh siapa saja, terutama wanita yang sudah pernah melahirkan, ditambah dengan faktor genetik.
Harapan Baru Setelah Operasi
Setelah mengetahui penyebab pastinya, dokter menyarankan tindakan operasi kecil (small surgery). Keputusan ini disambut Chelsea dengan napas lega. Ia pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para pengikutnya yang telah memberikan doa dan dukungan selama masa sulitnya.
Chelsea merinci bahwa ia harus menjalani empat tindakan medis sekaligus dalam satu sesi operasi di Malaysia. “Hai guys terimakasih banyak untuk doa-doanya. Sekarang aku masi dalam proses recovery after small surgery ‘hysteroscopy, Polypectomy, D&C, Endometrial resection’. Jika sudah lebih membaik nanti aku ceritain kenapa bisa terjadi,” tulisnya.
Kini, Chelsea tengah menjalani masa pemulihan pasca-operasi. Dalam foto terbarunya, ia terlihat menunjukkan bibirnya yang sedikit bengkak, akibat tergigit secara tidak sengaja saat berada di bawah pengaruh bius operasi.
Pesan Penting untuk Kesehatan Reproduksi Wanita
Pengalaman pahit ini memberikan Chelsea pelajaran berharga. Ia menitipkan pesan penting bagi seluruh wanita di luar sana agar lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi mereka.
“Buat para wanita harus rajin check up yah (papsmear, check up darah komplit 1 tahun sekali) ini selalu aku lakukan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya mencari opini kedua jika merasa ada yang tidak beres dengan tubuh. “Jika kamu merasa badanmu tidak bersahabat terus menerus, ada baiknya langsung cari second opini ke profesional dan test Hormon. Catet tanggal Mens dan juga selesainya, jadi kalo ada kejadian seperti aku gampang untuk di track lebih lanjut!! Lebih cepat lebih baik, we can do this girls,” pungkas Chelsea Olivia, menutup kisahnya dengan semangat.



















